Krisis Venezuela: Pemerintah Keluarkan 8 Ton Emas Bank Sentral Minggu Lalu
Amerika

Krisis Venezuela: Pemerintah Keluarkan 8 Ton Emas Bank Sentral Minggu Lalu

Berita Internasional >> Krisis Venezuela: Pemerintah Keluarkan 8 Ton Emas Bank Sentral Minggu Lalu

Di tengah krisis Venezuela yang semakin mencekik, pemerintahan Nicolas Maduro telah mengeluarkan delapan ton emas dari bank sentral. Pemerintah Maduro telah memilih untuk menjual emas setelah produksi minyak jatuh, keruntuhan ekonomi di negara itu, dan meningkatnya sanksi yang menghantam pendapatan publik dan menyulitkan negara itu untuk mengakses kredit. Pemerintah diduga akan menjualnya keluar negeri secara ilegal. 

Oleh: Corina Pons dan Mayela Armas (Reuters)

Baca Juga: Krisis Venezuela: Juan Guaidó Cemooh Ancaman ‘Perang Sipil’

Setidaknya 8 ton emas dikeluarkan dari brankas bank sentral Venezuela pekan lalu, kata seorang legislator oposisi dan tiga narasumber pemerintah kepada Reuters, meyusul keputusasaan Presiden Nicolas Maduro untuk meningkatkan mata uang keras di tengah pengetatan sanksi.

Emas itu dipindahkan dengan kendaraan pemerintah antara hari Rabu (20/2) dan Jumat (22/2) pekan lalu ketika tidak ada penjaga keamanan reguler yang hadir di bank itu, Legislator Angel Alvarado dan tiga narasumber pemerintah mengatakan.

“Mereka berencana untuk menjualnya di luar negeri secara ilegal,” kata Alvarado dalam sebuah wawancara.

Bank sentral tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Alvarado dan para narasumber pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonim, tidak mengatakan di mana bank sentral mengirim emas itu. Mereka mengatakan operasi itu terjadi ketika kepala bank sentral Calixto Ortega sedang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pada tahun 2018, 23 ton emas yang ditambang diangkut dari Venezuela ke Istanbul dengan pesawat, menurut sumber dan data pemerintah Turki.

Bank sentral membeli sebagian dari emas ini dari kamp penambangan emas primitif di selatan Venezuela dan mengekspornya ke Turki dan negara-negara lain untuk membiayai pembelian pasokan makanan pokok, mengingat meluasnya kelaparan, menurut lebih dari 30 orang yang mengetahui tentang perdagangan itu.

Sekitar 20 ton emas moneter juga dikeluarkan dari brankas bank sentral pada tahun 2018, menurut data bank, dan tersisa 140 ton, level terendah dalam 75 tahun.

Baca Juga: 5.000 Pasukan ke Kolombia: Gedung Putih Perkeruh Krisis Venezuela

Perusahaan investasi Abu Dhabi Noor Capital mengatakan pada 1 Februari bahwa mereka membeli 3 ton emas pada 21 Januari dari bank sentral Venezuela dan tidak akan membeli lagi sampai situasi Venezuela stabil. Noor Capital mengatakan pembeliannya sesuai dengan “standar internasional dan hukum yang berlaku” pada tanggal itu.

Pemerintah Maduro telah berusaha untuk memulangkan sekitar 31 ton emas di brankas Bank of England karena khawatir emasnya dapat terperangkap dalam sanksi internasional terhadap negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan pada hari Rabu (27/2), selama pertemuan PBB di Jenewa, bahwa Bank of England telah memblokir aset pemerintah itu.

Pemerintah Maduro telah memilih untuk menjual emas setelah produksi minyak jatuh, keruntuhan ekonomi di negara itu, dan meningkatnya sanksi yang menghantam pendapatan publik dan menyulitkan negara itu untuk mengakses kredit.

Baca Juga: Krisis Venezuela dalam 5 Grafik

Amerika Serikat, yang mendukung upaya pemimpin oposisi Juan Guaido untuk memaksa Maduro mundur dan mengadakan pemilu baru, telah memperingatkan para bankir dan pedagang untuk tidak berurusan dengan emas Venezuela.

Keterangan foto utama: Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang batangan emas ketika ia berbicara selama pertemuan dengan para menteri yang bertanggung jawab atas sektor ekonomi di Istana Miraflores di Caracas, Venezuela 22 Maret 2018. (Foto: Reuters/Marco Bello)

Krisis Venezuela: Pemerintah Keluarkan 8 Ton Emas Bank Sentral Minggu Lalu

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top