Perang Yaman
Amerika

Opini: Amerika Punya Kekuatan untuk Akhiri Perang Yaman, Gunakanlah

Dalam foto tanggal 13 Agustus 2018 ini, masyarakat Yaman membawa peti mati yang berisi korban serangan udara yang dipimpin Saudi, selama pemakaman di Saada, Yaman. (Foto: AP/Hani Mohammed)
Opini: Amerika Punya Kekuatan untuk Akhiri Perang Yaman, Gunakanlah

Perang Yaman — yang merupakan krisis kemanusiaan terburuk saat ini—terus berlarut-larut tanpa akhir yang terlihat. Salah satu negara yang memiliki kekuatan untuk mengakhirinya adalah Amerika, dan Amerika harus menggunakannya. Amerika harus mendorong Arab Saudi untuk bertanggung jawab dan menghentikan serangan tanpa pandang bulu yang menargetkan Yaman, dan harus membawa pihak-pihak yang terlibat ke meja perundingan untuk mengakhiri perang ini.

Baca juga: Perang Yaman: ‘Pembantaian’ Terjadi di Hudaydah, Bagian Tubuh Berceceran

Oleh: Todd Young dan Jeanne Shaheen (Chicago Tribune)

Perang Yaman telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun, dan telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Statistiknya mengejutkan: Tiga perempat dari populasi Yaman—sekitar 22 juta orang—membutuhkan bantuan kemanusiaan; 8 juta terancam kelaparan; dan 400 ribu anak-anak menderita malnutrisi berat.

Yaman mengalami wabah kolera terburuk dalam sejarah modern. Kehancuran sekolah, fasilitas layanan kesehatan, dan infrastruktur air dan saluran pembuangan, semakin memperparah krisis tersebut.

Yaman juga merupakan salah satu surga teroris terburuk di dunia. Selain adanya kehadiran ISIS, Yaman juga merupakan markas al-Qaeda di Semenanjung Arab, yang secara luas dipandang sebagai afiliasi paling berbahaya dari al-Qaeda. Selain itu, perang sipil ini telah memberi Iran kesempatan untuk memperluas kegiatan-kegiatannya yang jahat di Timur Tengah, mengancam Amerika Serikat (AS), mitra-mitra AS, dan kepentingan-kepentingan regional AS.

Perang sipil yang sedang berlangsung memperburuk krisis kemanusiaan dan ancaman teroris. Penyumbang utama terhadap kehancuran dan kekacauan tersebut adalah kampanye pengeboman tanpa pandang bulu yang dipimpin oleh koalisi yang terdiri dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang menerima dukungan pengisian bahan bakar, intelijen, dan penargetan dari Amerika Serikat.

Bulan lalu saja, serangan udara koalisi pimpinan Saudi menewaskan puluhan anak-anak dalam dua insiden terpisah. Kemungkinan bahwa amunisi AS mungkin telah digunakan dalam serangan itu, hanya meningkatkan rasa urgensi untuk mengakhiri serangan-serangan ini terhadap warga sipil.

Kami percaya bahwa kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dan prinsip-prinsip kemanusiaan kami menuntut agar kami menggunakan pengaruh kami untuk menekan semua pihak untuk mengakhiri perang saudara, melindungi warga sipil, dan menyediakan akses kemanusiaan yang penuh dan tidak terbatas.

Menteri Pertahanan Jim Mattis baru-baru ini memperingatkan bahwa dukungan AS untuk koalisi tersebut “bukannya tanpa syarat.” Kita telah melihat dampak transformatif dari menuntut pertanggungjawaban, ketika—setelah tekanan dari Kongres dan kemudian pemerintahan—koalisi pimpinan Saudi membuka pelabuhan yang telah ditutupnya, sebagai bagian dari blokade kelaparan di Yaman.

Anak-anak berdemonstrasi di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sanaa, Yaman mengecam serangan udara yang menewaskan puluhan orang termasuk anak-anak di provinsi barat laut Saada, 13 Agustus 2018. (Foto: Reuters/Khaled Abdullah)

Itulah sebabnya kami memimpin upaya bipartisan di Kongres untuk memperkenalkan dan mengesahkan undang-undang yang memberikan pemerintahan Trump pengaruh yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan kebijakan kami, dan membuat Arab Saudi dan UEA bertanggung jawab.

RUU pertahanan tahunan yang ditandatangani Presiden Trump menjadi undang-undang, menetapkan persyaratan hukum bagi Menteri Luar Negeri untuk menyerahkan sertifikasi tertulis, terinci, dan tidak dirahasiakan, untuk memastikan bahwa koalisi pimpinan Saudi mengambil langkah untuk mengakhiri perang, meringankan krisis kemanusiaan, dan melindungi warga sipil.

Sertifikasi ini harus diserahkan ke Kongres paling lambat pada Rabu (12/9). Tanpa sertifikasi tersebut, undang-undang itu akan melarang bantuan pengisian bahan bakar udara oleh AS untuk pesawat koalisi pimpinan Saudi yang melakukan misi yang secara eksklusif difokuskan pada perang sipil tersebut.

Sebagai anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat, kami telah mempelajari situasi di Yaman dan percaya bahwa cara terbaik untuk menentang Iran di Yaman dan menghentikan serangan rudal balistik pada mitra kami adalah, dengan membawa semua pihak ke meja perundingan. Kami percaya adanya keharusan moral untuk melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa koalisi pimpinan Saudi berhenti membunuh warga sipil.

Baca juga: Fakta-fakta Utama Perang Yaman

Kenyataannya, penargetan warga sipil yang tidak pandang bulu hanya akan mendorong lebih banyak warga Yaman untuk memihak Iran dan proksinya—memberi Teheran peluang yang meningkat untuk mengancam Amerika, sekutu kami, dan kepentingan kami.

Kami siap bekerja dengan pemerintah untuk membujuk Saudi dan Emirat agar mendukung tujuan kami di Yaman, dan untuk menghormati komitmen mereka.

Demi kepentingan Amerika Serikat dan prinsip-prinsip kemanusiaan kami, kami berharap pemerintah mematuhi hukum dan menyerahkan sertifikasi itikad baik. Jika itu tidak terjadi, dukungan untuk koalisi tersebut di Kongres dapat mencapai titik puncaknya, seiring krisis kemanusiaan terburuk di dunia tersebut semakin memburuk.

Todd Young—seorang Republikan—mewakili Indiana di Senat AS, dan Jeanne Shaheen—seorang Demokrat—mewakili New Hampshire di Senat AS.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Dalam foto tanggal 13 Agustus 2018 ini, masyarakat Yaman membawa peti mati yang berisi korban serangan udara yang dipimpin Saudi, selama pemakaman di Saada, Yaman. (Foto: AP/Hani Mohammed)

Opini: Amerika Punya Kekuatan untuk Akhiri Perang Yaman, Gunakanlah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top