HRW: Jokowi Bangkitkan Hantu Komunisme
Berita Politik Indonesia

HRW: Jokowi Bangkitkan Hantu Komunisme

Home » Berita Politik Indonesia » HRW: Jokowi Bangkitkan Hantu Komunisme

Pada hari Jumat (5/10), Presiden Jokowi memperingatkan ancaman nyata dari komunisme dan warisan PKI di Indonesia. Hal itu disampaikannya di markas Tentara Nasional Indonesia selama acara yang memperingati ulang tahun ke-73. Militer yang kuat secara politik dapat diperkirakan menjadi pemain penting dalam pemilu yang akan datang antara Jokowi dan pemimpin oposisi Prabowo Subianto, mantan komandan Kopassus, pasukan khusus Indonesia yang sangat kuat.

Oleh: Andreas Harsono (Human Rights Watch)

Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo sekali lagi telah membangkitkan ancaman komunisme yang berbahaya dan benar-benar fiktif untuk tujuan politik yang jelas. Pada Jumat (5/10), ia secara terbuka memperingatkan negara tersebut terkait ancaman nyata yang ditimbulkan oleh apa yang ia gambarkan sebagai “komunisme dan warisan PKI (Partai Komunis Indonesia).”

Selama tahun 1965-1966, pasukan keamanan Indonesia, paramiliter, dan milisi Muslim, membunuh antara 500 ribu hingga satu juta orang yang dicurigai sebagai “komunis.” Pidato Jokowi mengabaikan berpuluh-puluh tahun di mana badan keamanan secara ketat melakukan pengawasan, penindasan, dan stigmatisasi publik terhadap mereka yang dicurigai mantan komunis dan generasi keturunan mereka—semua dirancang untuk membasmi setiap kemungkinan munculnya kembali gerakan komunis yang terorganisasi.

Baca Juga: Kesenjangan Keterampilan Tenaga Kerja Bisa Jegal Langkah Jokowi Menangkan Pilpres 2019

Seorang siswa dibawa pergi setelah penggerebekan di sebuah universitas di Jakarta, Indonesia pada tahun 1965. (Foto: Fairfax)

Dia juga tidak menyebutkan bagaimana, selama tiga tahun terakhir, beberapa pasukan keamanan yang didukung oleh preman paramiliter dan Muslim garis keras telah berulang kali menindas dan mengintimidasi masyarakat Indonesia yang mencoba untuk membahas pertanggungjawaban atas pembunuhan tahun 1965-1966.

Undang-undang anti-komunis yang keras di Indonesia terus menjadi bahaya yang mengancam bagi para aktivis masyarakat sipil yang menentang status quo yang menindas dan menuntut pertanggungjawaban.

Tapi Jokowi tahu para pendengarnya—dia membuat pernyataan di markas Tentara Nasional Indonesia selama acara yang memperingati ulang tahun ke-73. Militer yang kuat secara politik dapat diperkirakan menjadi pemain penting dalam pemilu yang akan datang antara Jokowi dan pemimpin oposisi Prabowo Subianto, mantan komandan Kopassus, pasukan khusus Indonesia yang sangat kuat.

Angkatan Bersenjata Indonesia mempertahankan ketakutan dan kebencian mendalam terhadap kemungkinan munculnya kembali komunisme di Indonesia. Dengan menunjukkan dirinya sebagai simpatik terhadap perspektif ini, Jokowi mengirim tentara sebuah sinyal bahwa ia dapat menunda atau bahkan menggagalkan langkah-langkah tentatif dan lama tertunda menuju pertanggungjawaban untuk pembunuhan 1965-66, terutama tindak lanjut dari simposium 2016 tentang tragedi itu.

Pidato Jokowi adalah pesan khusus yang memenuhi hawa nafsu unsur-unsur pasukan keamanan dan pemerintah yang akuntabilitasnya untuk pelanggaran masa lalu sangat dikecam. Dan itu mengirimkan sinyal yang mencemaskan tentang di mana hak asasi manusia berada dalam daftar prioritas kepresidenannya.

Baca Juga: Mengatasi Kemacetan Jakarta Bisa Buat Jokowi Menangkan Pilpres 2019

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Jokowi bangkitkan hantu komunisme di Indonesia. (Foto: Human Rights Watch)

HRW: Jokowi Bangkitkan Hantu Komunisme

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top