Ivanka Trump Jadi Presiden Bank Dunia, Kenapa Tidak?
Opini

Ivanka Trump Jadi Presiden Bank Dunia, Kenapa Tidak?

Ivanka Trump, Presiden Bank Dunia selanjutnya? (Foto: Getty Images North America/Riccardo Savi)
Berita Internasional >> Ivanka Trump Jadi Presiden Bank Dunia, Kenapa Tidak?

Mungkin beberapa orang akan tertawa jika mendengar gagasan Ivanka Trump menjadi Presiden Bank Dunia. Namun sebenarnya itu bukanlah ide yang buruk. Faktanya, jika Ivanka Trump benar-benar menjadi Presiden Bank Dunia selanjutnya, dia akan menghasilkan kemajuan yang berarti. Perlu diingat bahwa Ivanka telah memainkan peran dalam Bank Dunia. Tahun 2017, dia adalah kekuatan utama di balik dana sebesar US$ 1 miliar bagi bank tersebut untuk mendorong wirausaha oleh perempuan.

Oleh: Tyler Cowen (Bloomberg)

Baca Juga: Trump Berencana Tarik AS dari NATO, Hadiah Besar bagi Rusia

Bagaimana jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar mencalonkan Ivanka Trump untuk menjadi Presiden Bank Dunia? Kita tahu Gedung Putih telah membantah desas-desus bahwa dia akan melakukannya, tetapi mereka telah sering membantah desas-desus. Faktanya, kemungkinan tersebut bisa jadi tidak terlalu buruk.

Pertama, memilih Ivanka Trump dapat bekerja dengan baik untuk posisi bank tersebut saat ini di Amerika. Partai Republik di Kongres AS telah lama gagal merangkul bantuan asing dengan antusias, bahkan jika mereka kadang-kadang memilihnya. Jika Ivanka menjalankan Bank Dunia, bisa jadi Partai Republik seketika akan berkomitmen pada gagasan bantuan asing pada umumnya, dan bank tersebut pada khususnya.

Jika Anda berpikir ini tidak mungkin, ingatlah bahwa di era Trump, Partai Republik di Kongres telah membuktikan diri sebagai kelompok yang sangat fleksibel. Mereka akan menerima, membela, atau menyangkal hampir semua hal, termasuk kontak kampanye Trump dengan Rusia atau penyitaan properti pribadi di bawah “keadaan darurat” untuk membangun tembok anti-imigrasi.

Tentunya mereka dapat menerima kenyataan pahit dengan merangkul Bank Dunia. Para libertarian mungkin tidak menyukai titik pendaratan itu untuk Partai Republik, tetapi jika Anda menginginkan Bank Dunia yang tahan lama dan populer secara politik, Ivanka sebagai Presiden Bank Dunia mungkin hanya mimpi yang menjadi kenyataan.

Anda mungkin berpendapat bahwa Ivanka tidak memenuhi syarat untuk menjalankan Bank Dunia, dan kita semua mungkin setuju. Namun pertimbangkan bahwa presiden Bank Dunia sebelumnya, Jim Yong Kim, sangat berkualitas di atas kertas. Ia turut mendirikan kelompok kesehatan publik bantuan asing yang terkenal, memiliki gelar Ph.D. dalam antropologi, seorang profesor di Harvard Medical School dan Harvard School of Public Health, serta kemudian menjadi Presiden Dartmouth College. Sebagai keturunan Asia-Amerika, ia memiliki potensi untuk menjadi simbol kuat multikultural.

Namun sebagian besar masa jabatannya di bank gagal. Dia mengasingkan banyak staf, dan perubahan organisasinya—setelah pertama kali menciptakan kekacauan dan moral buruk—sebagian besar telah gagal. Sekarang dia tiba-tiba pergi, bertahun-tahun sebelum masa jabatannya habis, memungkinkan Trump menunjuk penggantinya. Tidak hanya itu, Kim pindah ke perusahaan infrastruktur nirlaba—bukan simbolisme terbaik bagi pemimpin lembaga yang seharusnya membantu kemiskinan global.

Realitas yang menyedihkan adalah: Jika Ivanka mengambil alih kendali bank, dia mungkin akan menghasilkan perbaikan.

Perlu diingat bahwa Ivanka telah memainkan peran dalam Bank Dunia. Tahun 2017, dia adalah kekuatan utama di balik dana sebesar US$ 1 miliar—yang didukung oleh Arab Saudi—bagi bank tersebut untuk mendorong wirausaha oleh perempuan. Apakah akan sangat mengerikan jika itu menjadi prioritas baru, dengan dukungan bipartisan? Dia dapat menghabiskan waktunya melobi pemerintah AS untuk peningkatan modal.

Tuduh Lakukan Pelanggaran, New York Tuntut Donald Trump, Keluarganya, dan Yayasannya

Presiden terpilih Donald Trump dan tiga anak tertuanya, Eric (kiri), Ivanka, dan Donald Jr., pada konferensi pers di Trump Tower di New York, pada tanggal 11 Januari 2017. (Foto: The Washington Post/Jabin Botsford)

Dengan demikian, jika Trump menjadi presiden dalam satu periode, Ivanka bisa pergi sebelum dia bisa menghasilkan banyak dampak, bagaimanapun caranya. Perlu dicatat bahwa Bank Dunia memiliki staf dalam jumlah besar dan terlatih, lembaga tersebut sulit dikendalikan, serta proses untuk pinjaman dan proyek berlangsung selama bertahun-tahun.

Ada juga pertanyaan tentang nepotisme. Tingkat nepotisme yang sederhana adalah fitur yang disayangkan, tetapi merupakan unsur yang dapat dilalui dari sistem politik AS. Mantan Presiden AS Bill Clinton memilih Hillary Clinton sebagai ujung tombak rencana perawatan kesehatannya, dan banyak politisi Partai Demokrat mendukung gagasan itu pada saat itu, dan tetap setia kepada keduanya selama bertahun-tahun sesudahnya.

Mengenai reputasi Bank Dunia, perlu diingat bahwa mantan Presiden AS George W. Bush pernah mencalonkan Paul Wolfowitz—salah satu arsitek intelektual Perang Irak—untuk menjadi Presiden Bank Dunia. Untuk sebuah lembaga internasional yang melakukan begitu banyak pekerjaan di Timur Tengah dan menerima begitu banyak dukungan dari Eropa, pilihan semacam itu penuh dengan bahaya reputasi. Tetapi pekerjaan Bank Dunia berjalan kurang lebih sama dengan kondisi normal di bawah kepemimpinan Wolfowitz, yang hanya menjadi presiden selama dua tahun.

Ivanka—berbeda dengan Wolfowitz—sebenarnya adalah tokoh yang cukup populer di banyak negara, terutama China.

Ada juga kemungkinan bahwa Trump tidak benar-benar berniat untuk menunjuk Ivanka untuk jabatan itu, karena langkah itu akan melibatkan terlalu banyak pertemuan yang membosankan dan membatasi kemampuan Ivanka untuk berbicara di depan umum. Mungkin itu adalah taktik negosiasi sehingga semua orang akan menghela nafas lega ketika Presiden AS akhirnya memilih pria kulit putih Trumpian yang membosankan.

Sekali lagi, banyak yang tidak akan memilih Ivanka. Pencalonannya semata-mata oleh ayahnya tidak serta-merta memberikan pekerjaan tersebut kepada Ivanka. Jabatan presiden Bank Dunia dipilih oleh dewan. Lagipula, jika nama Ivanka Trump muncul di berita utama, itu bukan hal yang terlalu mengecewakan.

Baca Juga: Yang Terjadi Ketika Trump Membuat Kebijakan Luar Negeri via Twitter

Tyler Cowen adalah kolumnis Bloomberg. Cowen adalah seorang profesor ekonomi di Universitas George Mason dan menulis untuk blog Marginal Revolution. Buku-bukunya salah satunya bertajuk The Complacent Class: The Self-Defeating Quest for the American Dream.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Ivanka Trump, Presiden Bank Dunia selanjutnya? (Foto: Getty Images North America/Riccardo Savi)

Ivanka Trump Jadi Presiden Bank Dunia, Kenapa Tidak?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top