Donald Trump vs CNN
Amerika

Jika Trump Berusaha Hancurkan CNN, Ia Layak Dimakzulkan

Pendukung Trump pada pawai Trump di Wilkes-Barre, Pennsylvania, Agustus 2018. (Foto: The Washington Post/Philip Bump)
Berita Internasional >> Jika Trump Berusaha Hancurkan CNN, Ia Layak Dimakzulkan

Tidak diragukan lagi, Trump adalah presiden yang sangat bermusuhan dengan media, terutama media yang tidak memberitakan hal bagus tentang pemerintahannya. Ia bahkan pernah menyebut media sebagai musuh rakyat serta menyuarakan soal ‘Berita Palsu’. Jika Trump menyalahgunakan wewenangnya untuk memberikan hadiah kepada teman-temannya di media dan menghukum musuh-musuhnya di media (termasuk dengan menghancurkan CNN), profesor hukum Harvard Cass Sunstein berpendapat, itu akan menjadi pelanggaran yang bisa menyebabkannya dimakzulkan.

Oleh: Max Boot (The Washington Post)

Baca Juga: Mengapa Trump Gagal Tangani Masalah Nuklir Iran dan Korea Utara

Kesulitan dalam meliput pemerintahan Trump yaitu bahwa skandalnya terlalu banyak dan terlalu sering, sehingga hampir tidak mungkin untuk fokus pada satu skandal sebelum berpaling pada skandal yang lain.

Pada Senin (4/3), saya menulis artikel yang berfokus pada tuduhan kolusi dan penghalangan keadilan. Pada saat yang bersamaan, The New Yorker mengunggah artikel investigasi panjang oleh Jane Mayer yang menambahkan informasi baru ke dalam skandal yang telah lama dikabarkan―dugaan upaya Presiden Trump untuk menggunakan proses antimonopoli untuk menghukum salah satu target media favoritnya, “Berita Palsu CNN.”

Menurut Mayer, Trump bertekad untuk menghentikan merger antara AT&T dan Time Warner, yang memiliki CNN:

Trump memerintahkan Gary Cohn—yang saat itu menjadi Direktur Dewan Ekonomi Nasional—untuk menekan Departemen Kehakiman untuk campur tangan. Menurut sumber yang memiliki informasi mengenai ini, Trump memanggil Cohn ke Ruang Oval bersama dengan John Kelly, yang baru saja menjadi kepala staf, dan berkata dengan putus asa kepada Kelly, “Saya telah memberitahu Cohn untuk mengajukan gugatan ini dan tidak ada yang terjadi! Saya sudah menyebutkannya lima puluh kali. Dan tidak ada yang terjadi. Saya ingin memastikan itu diajukan. Saya ingin kesepakatan itu diblokir!”

Cohn—mantan Presiden Goldman Sachs—jelas memahami bahwa akan sangat tidak pantas bagi seorang presiden untuk menggunakan Departemen Kehakiman untuk melemahkan dua perusahaan paling kuat di negara itu, sebagai hukuman atas liputan berita yang tidak menguntungkan, dan sebagai hadiah untuk pesaing yang meliput berita yang menguntungkannya. Menurut sumber itu, ketika Cohn berjalan keluar dari pertemuan itu, dia memberi tahu Kelly, “Jangan berani-berani menelepon Departemen Kehakiman. Kita tidak akan melakukan bisnis seperti itu.”

Beberapa bulan kemudian, menurut sebuah artikel New York Times tanggal 8 November 2017, para pejabat senior Departemen Kehakiman memanggil eksekutif AT&T dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka dapat menerima persetujuan antimonopoli jika mereka menjual aset seperti Turner Broadcasting (sekelompok saluran kabel yang dimiliki oleh Time Warner yang mencakup CNN), atau DirecTV (penyedia TV satelit yang dibeli AT&T dua tahun sebelumnya dengan harga $49 miliar).

AT&T menolak syarat-syarat itu, dan Departemen Kehakiman mengajukan gugatan untuk memblokir merger. Pada Juni 2018, seorang hakim federal menolak kasus itu, dan memutuskan bahwa merger dapat dilanjutkan tanpa persyaratan apa pun.

Gedung Putih dan Departemen Kehakiman telah lama membantah bahwa Trump memiliki keterlibatan dalam gugatan tersebut, yang dia setujui secara terbuka. Pelaporan Mayer menyebut penolakan itu dipertanyakan. Bahkan jika Cohn tidak menghubungi Departemen Kehakiman atas nama Trump, mungkin orang lain melakukannya? Atau mungkin Departemen Kehakiman hanya tahu cara menyenangkan bosnya?

Dengan suatu kebetulan yang menarik, telah dilaporkan bahwa Rupert Murdoch—Ketua dari Fox News yang pro-Trump dan pengusaha media favorit Trump—telah menelepon kepala eksekutif AT&T untuk membahas minatnya membeli CNN. Tampaknya jika Murdoch merekayasa kesepakatan ini, CNN akan menjadi lebih bersahabat dengan Trump.

Tampaknya juga kemungkinan bahwa penjualan tersebut akan menerima persetujuan regulatori. meskipun terdapat masalah antimonopoli mengenai kepemilikan satu perusahaan yang memiliki dua dari tiga saluran berita kabel.

Baca Juga: Situs Rudal Korea Utara Dibangun Kembali, Trump ‘Sangat Kecewa’

Presiden AS Donald Trump.(Foto: CNN)

Seperti yang dikatakan Mayer, Departemen Kehakiman tidak menyuarakan kekhawatiran antimonopoli ketika Disney membeli sebagian besar aset hiburan Fox dalam kesepakatan senilai lebih dari $2 miliar dari keluarga Murdoch. Trump menyetujui kesepakatan itu di Twitter bahkan sebelum Departemen Kehakiman memberikan persetujuan formal.

Sebaliknya, ia menulis, “FCC memblokir Sinclair Broadcast Group—saingan konservatif untuk Fox—dari bergabung dengan Tribune Media Company. FCC berpendapat bahwa kesepakatan itu akan melanggar batasan jumlah stasiun TV yang dimiliki satu entitas, sehingga meningkatkan harapan Sinclair untuk menjadi Fox berikutnya.”

Mungkin Departemen Kehakiman dan Komisi Komunikasi Federal memutuskan kasus-kasus ini berdasarkan kemampuannya. Tetapi eksekutif T-Mobile tampaknya mendapatkan pesan bahwa mereka dapat memengaruhi proses antimonopoli dengan menjilat presiden: Mereka secara dramatis meningkatkan perlindungan mereka di Hotel Trump di Washington, sesaat setelah mereka mengumumkan merger dengan Sprint.

Jika Trump menyalahgunakan wewenangnya untuk memberikan hadiah kepada teman-temannya di media dan menghukum musuh-musuhnya di media, profesor hukum Harvard Cass Sunstein berpendapat, itu akan menjadi pelanggaran yang bisa menyebabkannya dimakzulkan.

Ada banyak contoh lain di mana Trump menyerang balik media yang telah membuatnya tersinggung. Trump sempat melarang Jim Acosta dari CNN untuk masuk ke Gedung Putih, setelah Jim melakukan interogasi yang agresif. Trump juga dilaporkan menekan Layanan Pos untuk menggandakan tarif pengiriman untuk Amazon, yang CEO-nya, Jeffrey P. Bezos, memiliki The Washington Post.

Dan setelah National Enquirer―yang Pro-Trump―menerbitkan artikel yang memalukan tentang kehidupan pribadi Bezos, Trump menyatakan harapannya bahwa “surat kabar itu akan segera ditempatkan di tangan yang lebih baik & lebih bertanggung jawab,” yang menunjukkan bahwa Trump  berharap untuk memaksa surat kabar itu dijual kepada seseorang yang akan memberikan liputan berita yang lebih positif mengenai pemerintahannya.

Ini adalah hal-hal yang secara rutin hanya terjadi di negara-negara tanpa aturan hukum. Namun upaya Trump untuk memanipulasi media berita tidak pernah menerima pengawasan intensif seperti yang seharusnya mereka terima, karena begitu banyak skandal lainnya telah berdesakan untuk mendapatkan perhatian.

Baca Juga: Perang Dagang: Xi Jinping dan Donald Trump Sama-Sama Butuh Kesepakatan

Sekarang, akhirnya, ada kemungkinan untuk perhitungan yang sudah lama tertunda. Dengan Demokrat di DPR mulai menggunakan kekuatan mereka untuk memaksa produksi dokumen dan saksi, tidak ada yang tahu berapa banyak skandal lain yang akan mereka temukan? Akhir dari penyelidikan Mueller hanya menandai awal dari penyelidikan yang harus dilakukan terhadap pemerintahan yang sangat korup ini.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Pendukung Trump pada pawai Trump di Wilkes-Barre, Pennsylvania, Agustus 2018. (Foto: The Washington Post/Philip Bump)

Jika Trump Berusaha Hancurkan CNN, Ia Layak Dimakzulkan

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top