china
Global

Akhir Kesepakatan Perang Dagang: China akan Dapatkan Segalanya

Berita Internasional >> Akhir Kesepakatan Perang Dagang: China akan Dapatkan Segalanya

Amerika Serikat dan China tengah kembali melakukan perundingan sehubungan perang dagang mereka. Jika sebelumnya Amerika sempat memimpin, dengan menjatuhkan tarif yang mengganggu nilai ekspor China hal itu kini tengah berbalik. China akan terus menjalankan surplus perdagangan besar dengan Amerika Serikat, dan tidak akan pernah menerima reformasi yang diberlakukan pemerintah Amerika atas perdagangan dan industrinya.

Oleh: Michael Ivanovitch (CNBC)

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Segera Berakhir, Perang Teknologi Baru Dimulai

Negosiator pemerintah China memang terkenal tangguh.

Sebagai contoh, Rusia dan China mencapai perjanjian perbatasan pertama mereka di awal abad ke-18―tetapi penyelesaian akhirnya baru tercapai pada akhir 1990-an, dengan para negosiator Rusia menggambarkan rekan-rekan China mereka “tangguh dan tidak emosional”.

Kisah itu muncul di benak saya ketika memikirkan janji Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri “pengambilan untung besar-besaran” oleh China.

Kekuatan yang serba salah

Bagaimanapun, saya pikir Trump memiliki kesempatan yang baik karena China mendapati diri mereka terpojok dengan surplus perdagangan Amerika yang berlebihan, terikat dengan dugaan pelanggaran perdagangan dan industri besar-besaran.

Trump hanya harus mendorong pemerintah China lebih jauh dengan membangun perdagangan “bebas, adil dan timbal balik”.

Inilah yang dimaksud, berdasarkan angka perdagangan Amerika Serikat terbaru yang mencakup 11 bulan pertama tahun lalu.

Selama periode itu, ekspor Amerika Serikat ke China mencapai $111,16 miliar, 7,2 persen dari total penjualan Amerika di luar negeri. Ekspor China, sebaliknya, turun, selama interval yang sama, ke $493,49 miliar di pasar Amerika Serikat.

Trump hanya harus menyarankan China untuk membatasi, dengan segera, ekspornya ke Amerika Serikat. Baru setelah hal itu dilakukan, pemerintah Amerika bersedia membahas cara-cara memperluas hubungan perdagangan yang stabil dan dapat diterima bersama dengan pemerintah China.

Itu semacam perdagangan timbal balik yang ditakuti China. Dan itulah alasan mengapa hal itu menyebabkan, di antara teman-teman dan sekutu-sekutu Amerika, advokasi global yang kuat dan vokal terhadap kebijakan perdagangan Trump―mereka secara bersamaan memuji “sistem perdagangan multilateral” ini.

Dan kemudian, abrakadabra: Trump memberikan jalan keluar pada China, bersama dengan kunci-kunci perang dagang.

Baca Juga: Bagaimana Akhir Perang Dagang AS-China

Jangkauan yang tidak dapat diterima

Bagaimana? Trump tampaknya mengira bahwa kesiapan China untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan bilateral tidak akan cukup. Tidak, pemerintah Amerika perlu memaksakan reformasi struktural yang dapat ditegakkan oleh China. Tanpa itu, seperti yang telah sering dikatakan oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross, surplus perdagangan China yang tidak stabil akan segera kembali.

Apa reformasi struktural yang dapat ditegakkan yang diinginkan Amerika Serikat untuk diterapkan oleh China?

Pada dasarnya, ada tiga: perlindungan kekayaan intelektual, pelarangan transfer teknologi paksa, dan penghentian subsidi industri ilegal yang mendistorsi pasar.

China menyangkal salah satu dari pelanggaran itu, yang menyebabkan jalan buntu yang tampaknya tidak dapat teratasi.

Jelas bahwa China tidak akan menerima klaim bahwa kebangkitan ekonomi dan industrinya didasarkan pada pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi selama puluhan tahun. Pemerintah China mengatakan itu adalah fitnah dan bagian dari upaya pemerintah Amerika untuk mencoreng China.

Salah satu berita yang bocor dari perundingan perdagangan pekan lalu di Beijing adalah contoh dari hambatan utama. Dilaporkan, China akan membuat subsidi industri sesuai dengan aturan yang relevan dari Organisasi Perdagangan Dunia, tetapi tidak mau membahasnya dengan pemerintah Amerika. China ingin bekerja dengan WTO untuk menyelaraskan kebijakannya dengan aturan perdagangan dan prosedur arbitrase yang ada. Amerika Serikat dapat berpartisipasi dalam musyawarah tersebut sebagai anggota WTO lainnya.

Pemerintah Amerika mendapati hal itu tidak dapat diterima karena ingin mempertahankan “kontrol penegakan” sebagai pemicu tarif perdagangan seandainya mereka menentukan bahwa China melanggar aturan subsidi industri yang disepakati.

Singkatnya, seluruh masalah perdagangan Amerika Serikat-China: pemerintah China menolak paksaan “mekanisme penegakan” perdagangan Amerika dan ingin beroperasi dalam kerangka kerja multilateral peraturan WTO.

Gangguan dalam perundingan berbulan-bulan itu jelas dan sederhana. Mereka tidak meninggalkan apa pun untuk dibicarakan oleh kepala negara dan pemerintah Amerika dan China. Pemerintah China tampaknya memahami hal itu, tetapi pemerintah Amerika rupanya meyakini bahwa ia masih dapat membawa China ke dunianya sendiri.

Itu adalah ketidaktahuan mengerikan tentang tata negara China.

Pemikiran investasi

Rabu lalu (13/2), Global Times, surat kabar yang dikelola Partai Komunis China, menerbitkan sebuah artikel yang mengatakan bahwa Amerika Serikat, yang memulai perselisihan perdagangan, sekarang tampaknya bersedia untuk membuat kesepakatan.

Untuk China, kesepakatan akan didasarkan pada diskusi akhir tahun lalu antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 di Argentina.

Xi mungkin telah setuju untuk penurunan bertahap surplus perdagangan besar China dengan Amerika Serikat, tetapi tidak mungkin pemimpin China tersebut akan menyetujui reformasi struktural yang diberlakukan Amerika Serikat dan mekanisme penegakan Amerika yang akan berfungsi sebagai pemicu untuk tarif perdagangan atas kebijaksanaan pemerintah Amerika..

Pemerintah China percaya bahwa Trump, yang bersiap untuk pemilihan ulang, akan menyetujui kesepakatan seperti itu, sebagian karena Wall Street akan menyukainya―meskipun itu akan mengabadikan pengabaian hampir sepertiga dari ekonomi Amerika Serikat (jumlah ekspor dan impor sebagai bagian dari PDB Amerika).

Baca Juga: Tindakan Penyeimbangan China: Ekonomi Melambat, Utang, dan Perang Dagang

Intinya: Kesepakatan tampaknya telah tercapai. China akan terus menjalankan surplus perdagangan besar dengan Amerika Serikat, dan tidak akan pernah menerima reformasi yang diberlakukan pemerintah Amerika atas perdagangan dan industrinya.

 

Michael Ivanovitch adalah seorang analis independen yang berfokus pada ekonomi dunia, geopolitik dan strategi investasi. Dia menjabat sebagai ekonom senior di OECD di Paris, ekonom internasional di Federal Reserve Bank New York, dan mengajar ekonomi di Columbia Business School.

Keterangan foto utama: Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping. (Foto: Reuters/Ludovic Marin)

Akhir Kesepakatan Perang Dagang: China akan Dapatkan Segalanya

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top