Venezuela
Amerika

Krisis Berlarut, Bahaya Semakin Mengancam Venezuela

Diplomasi yang lebih cerdas adalah harapan terbaik mereka. (Foto: AFP/Getty Images/Yuri Cortez)
Berita Internasional >> Krisis Berlarut, Bahaya Semakin Mengancam Venezuela

Seiring krisis berlarut, bahaya semakin mengancam Venezuela. Semakin lama Presiden Nicolas Maduro tetap menjabat, semakin besar risiko pecahnya perang saudara dan konflik geopolitik. Intervensi militer akan menjadi bencana. Lebih banyak diplomasi adalah jawabannya. Jika dilakukan dengan benar, itu bisa berhasil.

Baca juga: Pengakuan Seorang Jenderal: Mengapa Militer Venezuela Masih Dukung Maduro

Oleh: Bloomberg

Lebih banyak negara telah mengakui Juan Guaido, Pemimpin Majelis Nasional Venezuela, sebagai presiden sementara negara itu, tetapi Presiden Nicolas Maduro masih berkuasa. Semakin lama kebuntuan berlangsung, semakin besar potensi pecahnya kekerasan atau perang saudara. Pertanyaannya adalah, apa lagi yang bisa dilakukan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya untuk mencegah hal itu.

Pada satu titik, pelajaran yang bisa diambil dari sejarah jelas: intervensi militer akan menjadi bencana bagi semua pihak—bahkan lebih buruk daripada membiarkan Maduro dan pemerintahannya yang beracun menang. Lebih banyak diplomasi adalah jawabannya. Jika dilakukan dengan benar, itu bisa berhasil.

Meskipun sebagian besar negara-negara Eropa telah mengakui Guaido, namun beberapa penolakan seperti di Italia dan Yunani telah menghalangi deklarasi Uni Eropa untuk mendukungnya. Pemerintah Jepang juga ragu-ragu dan belum mengambil sikap yang jelas. Guaido layak mendapat pujian karena menjangkau Italia—yang koalisinya terbagi atas masalah ini—untuk mencoba mendapatkan dukungan mereka. Dia bisa membantu membujuk pihak-pihak netral lainnya dengan menetapkan jadwal yang jelas untuk mengadakan pemilu begitu Maduro pergi.

Sikap teguh Yunani mencerminkan hubungannya dengan Rusia, yang telah mengekspor senjata ke Venezuela dan memperoleh kendali atas beberapa sumber daya minyak negara itu dalam kesepakatan yang bagus. Tetapi sepertinya bahkan Rusia melihat tanda-tanda berakhirnya kepemimpinan Maduro.

Baca juga: Krisis Venezuela: Juan Guaidó Cemooh Ancaman ‘Perang Sipil’

Untuk memperluas perpecahan di dalam kubu Maduro, Uni Eropa harus memperluas sanksi terhadap warga Venezuela yang terdaftar; sanksi saat ini berlaku hanya untuk 18 warga. Bekerja dengan AS, pemerintahnya harus menargetkan keuntungan ilegal yang disembunyikan di luar negeri.

Nicolas Maduro

Presiden Nicolas Maduro memberi isyarat ketika dia berbicara kepada media selama konferensi pers di Istana Miraflores di Caracas, Venezuela, pada tanggal 18 September 2018. (Foto: Reuters/Marco Bello)

Rezim Maduro berusaha memblokir pengiriman obat-obatan dan makanan yang ditimbun oleh oposisi—bekerja dengan AS dan negara-negara lain—di perbatasan Venezuela. AS dan sekutunya harus meningkatkan komitmen bantuan mereka, dan memastikan rakyat Venezuela mengetahuinya. Mereka juga harus mengatakan bahwa mereka siap untuk merestrukturisasi utang Venezuela, yang menurut wakil direktur utama Dana Moneter Internasional (IMF) akan membutuhkan “dukungan eksternal yang besar.”

Baca juga: Apa Selanjutnya untuk Venezuela? Ini 4 Kemungkinan Terbesar

Sangat penting bahwa upaya ini diperluas untuk dilakukan di China. Beijing sebelumnya mendukung Hugo Chavez dan kemudian Maduro dengan lebih dari $60 miliar pinjaman, yang dibayar Venezuela dengan minyak. Guaido telah menyerukan “hubungan transparan” dengan China, dan berjanji untuk menghormati perjanjian yang sah sebelumnya. Pemerintahan Trump harus mendukung upaya ini untuk membuat China bergabung, dan itu berarti menahan retorikanya tentang pengaruh Beijing yang sangat buruk di kawasan itu.

Dorongan diplomatik yang lebih terpadu adalah taruhan terbaik untuk hasil yang damai, dan itu harus terjadi karena kepentingan bersama yang kuat sedang dipertaruhkan. Mempercepat keluarnya Maduro dan mengembalikan stabilitas politik di negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia ini, akan menguntungkan semua orang.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Diplomasi yang lebih cerdas adalah harapan terbaik mereka. (Foto: AFP/Getty Images/Yuri Cortez)

Krisis Berlarut, Bahaya Semakin Mengancam Venezuela

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top