Ekstremis Harus Dilawan, Jangan Didiamkan
Opini

Ekstremis Harus Dilawan, Jangan Didiamkan

Berita Internasional >> Ekstremis Harus Dilawan, Jangan Didiamkan

Kita hidup di dunia di mana terdapat kelompok-kelompok ekstremis yang tidak menyukai keanekaragaman, pluralisme, hak asasi manusia, dan kesetaraan, kata kepala komisi Inggris yang menentang ekstremisme kepada DW. Ekstremisme bukan hanya masalah di Inggris, tapi tengah meningkat di seluruh di dunia. Dan itu tidak akan membaik dalam waktu dekat.

Oleh: Deustsche Welle

Baca Juga: PM Australia Tuduh Pemimpin Muslim Sangkal Ancaman Ekstremis Islam

Deutsche Welle: Anda dinobatkan sebagai kepala Komisi untuk Melawan Ekstrimisme satu tahun yang lalu. Bagaimana komisi ini melawan ekstremisme di Inggris?

Sara Khan: Tujuan komisi ini adalah membantu semua orang di masyarakat untuk berbuat lebih banyak untuk melawan ekstremisme. Ekstremisme, kami rasa, adalah masalah seluruh masyarakat yang membutuhkan respons masyarakat secara keseluruhan. Setiap orang memiliki peran untuk dimainkan. Sekolah, pemerintah, masyarakat sipil, dan pemimpin agama, semuanya memiliki peran untuk dimainkan. Saya pikir kita tidak memiliki respons seluruh masyarakat, maka kita ingin mencoba mengembangkan hal itu.

Masalah atau tantangan apa yang dihadapi Inggris ketika menyangkut ekstremisme?

Ada banyak jenis ekstremisme yang berbeda. Ada beberapa yang jauh lebih menonjol dan jauh lebih mengancam. Kami melihat peningkatan ekstremisme sayap kanan-jauh. Selalu ada ekstremisme kanan-jauh di Inggris, tetapi selama beberapa tahun terakhir ini telah menurun, dan sekarang penurunannya telah berbalik. Jelas, kita juga melihat ekstremisme Islam. Kami mengalami lima serangan teror tahun lalu di Inggris, empat di antaranya adalah ekstremis Islam dan satu di antaranya dari kanan jauh.

Tetapi ada juga bentuk-bentuk ekstremisme lainnya. Ada ekstremisme kiri-jauh dan kami telah berbicara kepada orang-orang tentang itu dan juga ekstremisme Sikh. Kami telah berbicara dengan kelompok-kelompok Yahudi, yang memberi tahu kami bagaimana mereka mengalami ekstremisme dari kelompok Islam sayap kanan dan kelompok sayap kiri. Kami melihat semua jenis ekstremisme di Inggris.

Ekstremisme bukan hanya masalah di Inggris; hal ini tengah meningkat di dunia. (Foto: Picture-alliance/AA/T.Salci)

Seringkali ketika orang berbicara tentang ekstremisme, banyak yang hanya memikirkan ekstremisme Islam.

Saya pikir setiap kali seseorang mencoba untuk menyarankan bahwa ekstremisme hanya berasal dari Muslim, itu adalah argumen yang pada dasarnya salah, dan itu sangat tidak benar. Ekstremisme dapat berasal dari ideologi politik apa pun. Itu bisa berasal dari agama apa pun. Ini dapat berdampak pada sekelompok orang di negara mana pun. Tidak ada yang kebal.

Lihat apa yang terjadi di tempat-tempat seperti Amerika Serikat (AS)—kita telah melihat demonstrasi neo-Nazi di Charlottesville. Lihat apa yang terjadi di Jerman—kita telah menyaksikan maraknya demonstrasi neo-Nazi. Di India—kita melihat peningkatan nasionalisme Hindu. Ada berbagai jenis ekstremisme yang kita lihat.

Apa kesamaan yang mereka semua miliki?

Saya pikir ada sejumlah kesamaan yang berbeda. Banyak ideologi ekstremis yang mempromosikan ‘kami-versus-mereka’. Selalu ada seseorang yang dianggap berbeda dengan Anda, dan ada permusuhan yang didorong terhadap kelompok lain. Ada semacam pandangan supremasi kami-versus-mereka.

Kesamaan lainnya adalah oposisi terhadap hak asasi manusia dan kesetaraan. Ekstremis tidak percaya pada hak asasi seseorang. Ada semacam kesamaan untuk melawan orang lain karena perbedaan mereka. Ekstremis tidak menyukai keberagaman, mereka tidak menyukai pluralisme, mereka tidak menyukai hak asasi manusia dan kesetaraan, itulah sebabnya kita harus selalu membela dan melindungi nilai-nilai itu.

Anda berbicara tentang peran perempuan dan Anda juga mengatakan Anda bekerja terutama dengan perempuan. Peran apa yang bisa dimainkan perempuan dalam memerangi ekstremisme?

Perempuan dapat memainkan setiap peran dan mereka memang memainkan setiap peran. Perempuan bisa menjadi pemimpin. Perempuan dapat bekerja di lapangan di tingkat masyarakat sipil. Penting bagi kita untuk memiliki perwakilan perempuan di semua tingkatan masyarakat. Karena jika kita tidak memiliki itu—jika pendidikan atau pekerjaan atau peluang politik ditolak untuk perempuan—itu benar-benar berdampak pada masyarakat secara keseluruhan.

Ini melemahkan masyarakat kita, membuat negara-negara jauh lebih rentan terhadap korupsi dan ekstremisme juga. Memberdayakan perempuan membuat masyarakat secara keseluruhan mendapat manfaat.

Ini juga penting dalam melawan ekstremisme. Terkadang beberapa advokat yang paling kuat melawan ekstremis adalah wanita. Saya telah melihat keberanian dan ketahanan yang mereka miliki, dan mereka siap untuk menantang para ekstremis karena mereka melihat dampaknya pada anak-anak mereka dan keluarga mereka, tetapi juga dalam masyarakat mereka.

Kahn mengatakan bahwa dia telah diancam karena pekerjaannya, tetapi tetap melakukannya karena ekstremisme berdampak pada semua orang. (Foto: DW/Nermin Ismail)

Apa jenis proyek yang telah Anda lakukan di mana perempuan melawan ekstremisme?

Kami bekerja dengan pihak berwenang setempat untuk memberikan program pelatihan bagi perempuan Muslim, dengan mengajarkan mereka kontra-naratif teologis untuk ideologi ekstremis, dan mengajarkan mereka tentang kesetaraan gender dan mengajarkan mereka tentang pentingnya kepemimpinan. Dalam beberapa kasus, kami benar-benar membantu membangun jaringan dan organisasi perempuan lokal untuk membantu memberdayakan mereka untuk terlibat dalam kehidupan sipil.

Pada tahun 2015, setelah deklarasi kekhalifahan “ISIS”, kami meluncurkan kampanye anti-ISIS yang disebut Making a Stand, yang didukung oleh pemerintah, dan kami berkeliling ke seluruh negeri dan terlibat dengan ratusan perempuan Muslim, dan mengajari mereka kontra-naratif teologis, dan juga bagaimana melindungi anak-anak Anda dari ideologi ekstremis.

Kami tahu bahwa terdapat kasus gadis-gadis berusia 15 tahun yang meninggalkan negara mereka untuk bergabung dengan ISIS, jadi kami melakukan banyak pekerjaan dengan orang tua tentang cara melindungi anak-anak. Ada juga peran penting yang dapat dimainkan perempuan dalam menantang ekstremisme. Di mana jika Anda bertemu seorang imam yang mengajarkan ekstremisme atau kebencian, Anda memiliki peran penting untuk menantang orang itu dan tidak mengabaikannya. Anda harus menantang mereka.

Apa yang mendorong sekitar 850 orang untuk bergabung dengan “ISIS”?

Tidak hanya ada satu alasan. Akan ada banyak alasan tersendiri. Akan ada masalah sosial yang lebih luas. Tapi saya pikir ada masalah ideologi. Ada masalah identitas dan kepemilikan. Jelas ada juga propaganda ekstrem dan terombang-ambing oleh propaganda ekstremis juga, dan tidak mendengarkan bantahan terhadapnya. Sangat penting bahwa orang-orang dihadapkan pada ide-ide yang berbeda dan pandangan mereka ditantang juga.

Apa yang akan Anda katakan tentang masa depan ekstremisme dan upaya melawannya?

Saya pikir kita hidup di masa ekstremisme, dan saya tidak berpikir itu akan membaik dalam waktu dekat. Jika Anda melihat ke seluruh dunia, itu cukup suram. Cukup mengkhawatirkan. Saya tidak berpikir itu akan hilang dalam waktu dekat. Kita berada dalam era ekstremisme, dan saya pikir sangat penting bagi kita semua melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk menantang itu, dan bagi negara-negara untuk memastikan bahwa mereka berusaha untuk mempertahankan dan mempromosikan kesetaraan dan hak asasi manusia serta pluralisme dan keragaman. Semua nilai ini sangat kritis, dan itulah yang diancam oleh para ekstremis.

Lakukan dialog juga—terkadang itu bisa menjadi hal yang sangat sederhana. Jika Anda tahu Anda memiliki rasa takut terhadap komunitas lain, duduklah makan bersama dan berdialog, dan Anda akan menyadari bahwa ada beberapa hal yang Anda miliki bersama. Maka Anda akan melihat bahwa Anda memiliki lebih banyak kesamaan daripada perbedaan.

Baca Juga: Orang Han Ditempatkan Serumah dengan Uighur untuk ‘Cegah Ekstremisme’

Sara Khan adalah salah satu pendiri Inspire, sebuah organisasi non-pemerintah yang bertujuan untuk melawan ekstremisme dan mempromosikan kesetaraan gender. Dia juga penulis buku The Battle for British Islam: Reclaiming Muslim Identity from Extremism.

Keterangan foto utama: Ekstremisme bukan hanya ancaman di Inggris; Ekstremisme telah meningkat di sebagian besar dunia. (Foto: Getty Images/L. Neal)

Ekstremis Harus Dilawan, Jangan Didiamkan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top