Lupakan Tarif, Trump Harus Fokus pada Krisis Utang
Amerika

Lupakan Tarif, Trump Harus Fokus pada Krisis Utang

Home » Featured » Amerika » Lupakan Tarif, Trump Harus Fokus pada Krisis Utang

Para ahli ekonomi menulis bahwa utang nasional Amerika akan segera mencapai $20 triliun—setara dengan ukuran seluruh produk domestik bruto AS. Ini menimbulkan ancaman serius bagi kesejahteraan ekonomi AS. Trump seharusnya memusatkan perhatian dan energi pada krisis utang ini, bukan pada manfaat perang dagang yang masih meragukan.

    Baca Juga : Balas Dendam China atas Tarif Trump: Targetkan 128 Produk Amerika

Oleh: Star Parker (Newsweek)

Donald Trump meraih kursi kepresidenan dengan mengatakan pada rakyat Amerika Serikat (AS) bahwa dia akan “Membuat Amerika Hebat Lagi.”

Mengingat bahwa selama delapan tahun masa kepresidenan Barack Obama tidak ada satu tahun pun di mana kepuasan nasional—yang diukur oleh Gallup—mencapai rata-rata di atas 30 persen, memanfaatkan ketidakpuasan umum rakyat Amerika terhadap negara merupakan strategi kampanye yang baik.

Februari ini, kepuasan nasional mencapai yang tertinggi di bawah pemerintahan Trump, sebesar 36 persen. Namun, pada Maret turun kembali ke 28 persen. Dan penurunan besar ini disebabkan oleh penurunan besar di kalangan Partai Republik. Kepuasan nasional di antara Partai Republik turun dari 67 persen pada Februari menjadi 52 persen di bulan Maret.

Mungkin ada alasan untuk mempercayai bahwa para pendukung Republik Trump sendiri tidak percaya bahwa toleransi tarif dan proteksionisme perdagangan adalah sesuatu yang akan membuat Amerika “hebat lagi.”

Pasar saham melonjak sekitar 30 persen sejak pemilihan Trump hingga awal tahun 2018. Namun, sejak awal tahun ini, dengan semua retorika perang dagang, sekarang turun 8 persen.

Estimasi nilai keseluruhan pasar saham AS di awal tahun 2018 sekitar $30 triliun. Jadi kemerosotan 8 persen berarti hilangnya kekayaan sebesar $2,4 triliun.

Kekayaan yang hilang sebesar $2,4 triliun diduga untuk memerangi defisit perdagangan Amerika sebesar $376 miliar dengan China, dengan tarif yang menunjukkan bahwa hal ini mungkin bukan tindakan terbaik.

Defisit perdagangan berperan sebagai momok. Pada tahun 2017, AS menjual produk senilai $130 miliar ke China dan membeli senilai $506 miliar darinya—defisit perdagangan sebesar $376 miliar. Bagaimana kalau China memutuskan untuk berhenti menjual kepada kami dan membeli dari kami? Kami memiliki surplus $130 miliar dengan China. Apakah itu bagus?

Amerika membeli $506 miliar bahan mentah dan barang-barang konsumsi dari China karena Amerika menginginkan barang-barang tersebut. Hal itu membuat Amerika lebih baik. Amerika menyukai produk-produk berharga murah dari China yang kami temukan di toserba kami. Dan bahan baku yang kami beli dari China menghasilkan produk jadi yang lebih murah yang kami produksi di sini di AS.

Menurut blogger ekonomi Mark Perry, “38 orang Amerika bekerja di industri baja dan aluminium, untuk setiap pekerja yang membuat baja atau aluminium.”

Veronique de Rugy dari Pusat Mercatus Universitas George Mason melaporkan bahwa ketika George W. Bush menjatuhkan tarif atas baja pada tahun 2002, 200 ribu pekerja di industri baja kehilangan pekerjaan mereka pada tahun berikutnya—lebih dari jumlah total pekerjaan di industri baja tahun itu.

Apa arti dari perolehan 30 persen pasar saham dari pemilihan Trump hingga awal tahun 2018? Saya percaya perolehan ini mencerminkan deregulasi selama periode ini, ditutup dengan berlalunya RUU pajak pada bulan Desember 2017.

Ini merupakan jenis langkah-langkah yang “Membuat Amerika Hebat Lagi.” Langkah-langkah yang meningkatkan kebebasan ekonomi kami dan mengendalikan politisi dan pemerintah dari kehidupan kami.

Kami kalah ketika para politisi mulai memilih siapa pemenang dan pecundang, baik di dalam negeri maupun internasional. Biarkan pasar memilih siapa pemenang dan pecundang.

Di mana kami harus mengarahkan prioritas kami sekarang?

Sekelompok ahli ekonomi Hoover Institution—termasuk mantan Menteri Luar Negeri George Shultz—baru saja menerbitkan sebuah opini di The Washington Post tentang dampak mengerikan dari krisis utang yang menjulang di negara kami.

Ia menulis bahwa utang nasional akan segera mencapai $20 triliun—setara dengan ukuran seluruh produk domestik bruto kami. Ini menimbulkan ancaman serius bagi kesejahteraan ekonomi kami.

Proyeksi baru dari Kantor Anggaran Kongres memperkirakan defisit di anggaran federal mencapai senilai triliunan dolar, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Baca Juga : Perang Tarif Trump atas China Bisa Picu ‘Perfeksionisme Balas Dendam’ yang Ancam Perekonomian Dunia

Pengeluaran tak terkendali yang menghasilkan defisit besar ini lah, yang kami biayai dengan utang. Pelaku utamanya, menurut para ahli Hoover, adalah program hak—Layanan Kesehatan, Bantuan Kesehatan, dan Jaminan Sosial.

Saya pikir presiden harus memusatkan perhatian dan energi pada krisis utang ini, bukan pada manfaat perang dagang yang masih meragukan. Mengatur keuangan Amerika akan membuat Amerika hebat lagi.

Star Parker adalah kolumnis untuk The Daily Signal dan presiden dari Pusat Perpanjangan dan Pendidikan Perkotaan.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Donald Trump menandatangani uang $1 untuk pendukung setelah pawai di Walterboro, Carolina Selatan, pada 17 Februari. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Lupakan Tarif, Trump Harus Fokus pada Krisis Utang

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top