Kebijakan Luar Negeri Trump
Amerika

Tak Sebutkan China dalam Pidato Kenegaraan, Trump Tunjukkan Banyak Hal

Presiden AS Donald Trump saat Pidato Kenegaraan pada Selasa (5/2). (Foto: Gedung Putih/Shealah Craighead)
Berita Internasional >> Tak Sebutkan China dalam Pidato Kenegaraan, Trump Tunjukkan Banyak Hal

Presiden AS Donald Trump nyaris tidak menyebut China dalam Pidato Kenegaraannya di depan Kongres pada Selasa (5/2)—dan itu menunjukkan banyak hal. Hal itu entah menunjukkan bahwa negosiasi perdagangan dengan China sedang berlangsung dan akan sensitif untuk membahasnya, atau justru karena tidak ada kesepakatan sama sekali yang akan segera dibuat. 

Oleh: Bonnie Girard (The Diplomat)

Baca Juga: Mengejutkan, Trump Menyerah Batalkan Pidato Kenegaraan

Jika kita mengharapkan rincian tentang bahaya yang dihadapi Amerika Serikat (AS) dari China selama Pidato Kenegaraan Presiden Donald Trump di Kongres pada Selasa (5/2) malam, maka kita pasti sangat kecewa.

Sikap Trump yang relatif diam terkait hubungan AS-China akan menunjukkan satu dari dua hal. Pertama, negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung berada pada titik sensitif sehingga diskusi publik berisiko menggagalkan kesepakatan akhir.

Atau, kurangnya penjelasan dari Trump memberi sinyal bahwa sebenarnya tidak ada kesepakatan yang akan segera terjadi, yang menunjukkan bahwa peningkatan tarif impor China ke Amerika Serikat—seperti yang dijanjikan—akan diberlakukan.

Bagaimanapun, itu bukan kebetulan bahwa komentar Trump tentang China sangat singkat, dan hanya memberikan sedikit informasi baru.

Para komentator telah meramalkan bahwa masalah-masalah China akan menjadi bagian utama dari pidato pada Selasa (5/2) malam.

Sebaliknya, China hanya dirujuk dalam dua konteks pada Pidato Kenegaraan itu, di mana hadirinnya termasuk sesi gabungan Kongres, Mahkamah Agung, Kepala Staf Gabungan, Sekretaris Kabinet, dan para tamu undangan.

Trump—yang dikenal karena taktik yang dirancang untuk bermanuver, memperdaya, dan menyesatkan musuh—menyatakan, seperti yang sering ia lakukan, bahwa ia memiliki “rasa hormat yang besar kepada Presiden Xi,” merujuk pada Presiden China dan Pemimpin Partai Komunis Xi Jinping.

Trump—yang juga dikenal bersikap rahasia ketika sebuah kesepakatan sedang dibahas—menegaskan kembali tuduhan terhadap praktik perdagangan dan teknologi China, yang telah menjadi pendekatan utama kebijakan luar negerinya.

“Satu prioritas terpenting,” kata Trump, “adalah membalikkan berpuluh-puluh tahun kebijakan perdagangan yang berbahaya.”

Dia melanjutkan, “Kami sekarang menjelaskan kepada China bahwa setelah bertahun-tahun menargetkan industri kami, dan mencuri kekayaan intelektual kami, pencurian pekerjaan dan kekayaan Amerika telah berakhir.”

Tetapi Trump juga menggunakan kesempatan itu untuk tidak menyalahkan China atas perilakunya.

“Saya tidak menyalahkan China karena mengambil keuntungan dari kami. Saya menyalahkan para pemimpin dan perwakilan kami karena membiarkan parodi ini terjadi.”

Perang Dagang AS-China Berakhir

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berjabat tangan setelah membuat pernyataan bersama di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 9 November 2017. (Foto: Reuters/Damir Sagolj/File Photo/File Photo)

Presiden AS itu telah membuat poin ini berkali-kali sebelumnya, dan sebenarnya itu adalah poin populer di antara basisnya. (Perusahaan sering menjadi sasaran empuk. Dalam kasus akuisisi China atas pekerjaan dan teknologi Amerika, secara empiris dapat ditunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika memang layak menanggung sebagian tanggung jawab).

Memperpanas keadaan, Trump mengaitkannya dengan uang.

Mengacu pada tarif yang telah berlaku sejak pertengahan tahun 2018, Trump menambahkan, “Sekarang Departemen Keuangan kami menerima miliaran dolar per bulan” dari tarif itu.

Namun, yang tidak terungkap adalah penyebutan pengeluaran militer China, yang jelas dirancang untuk menantang Amerika. Trump juga menjauh dari masalah Laut China Selatan, dan keberhasilan China baru-baru ini di ruang angkasa. Tidak ada komentar tentang petualangan ekonomi China di Afrika, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Juga tidak ada Arktik, perang siber, atau penyebutan catatan memburuknya HAM China.

Namun, mengesampingkan masalah itu dan masalah perdagangan yang lebih kontroversial, bukan berarti bahwa Trump tidak peduli dengan dampaknya.

Trump dan pemerintahannya tampaknya memahami dengan jelas bahwa fondasi untuk semua masalah di mana China dapat ditantang dan dihukum, adalah kemampuan keuangannya untuk mencapai tujuannya di setiap bidang.

Dan hubungan dagang China dengan Amerika Serikat adalah pilar utama dari fondasi keuangan itu.

Dalam satu-satunya kesempatan di mana Trump menyebut China dalam pidatonya selama 82 menit itu, Trump menyarankan bahwa, dalam menarik diri dari Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF), pengaturan berbeda dapat dibuat.

“Kami benar-benar tidak punya pilihan. Mungkin kami bisa menegosiasikan perjanjian yang berbeda, menambahkan China dan lainnya, atau mungkin kami tidak melakukannya—mengingat kami mengalahkan semuanya, sejauh ini.”

Tapi mungkin keheningan paling keras terkait China dalam pidato Trump yang luas adalah tentang Korea Utara.

Mengumumkan bahwa ia dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan bertemu untuk KTT kedua pada tanggal 27 dan 28 Februari di Vietnam, Trump tidak menyebutkan peran Xi Jinping dalam hubungan itu—mungkin salah satu yang paling rumit dalam politik internasional saat ini.

Meskipun diduga bahwa Trump dan Xi dapat bertemu selama perjalanan Trump, namun Trump telah memberi isyarat kepada China siapa yang paling penting baginya untuk ia temui saat ini.

Karena jika pembicaraan perdagangan tidak berhasil, tarif yang lebih banyak akan datang. Dan kali ini, China seharusnya tidak terkejut.

Baca Juga: Belum Pernah Terjadi, Ketua DPR AS Batalkan Pidato Kenegaraan Trump

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Presiden AS Donald Trump saat Pidato Kenegaraan pada Selasa (5/2). (Foto: Gedung Putih/Shealah Craighead)

Tak Sebutkan China dalam Pidato Kenegaraan, Trump Tunjukkan Banyak Hal

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top