G77
Timur Tengah

Palestina Pimpin G77, Blok Terbesar di PBB

Berita Internasional >> Palestina Pimpin G77, Blok Terbesar di PBB

Pada upacara PBB, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Israel telah memblokir pembangunan di wilayah yang diduduki tersebut. Palestina mencatat sejarah dengan mendapat kedudukan sebagai Ketua G77, blok terbesar di PBB yang berisi negara-negara berkembang dan China. Palestina menegaskan, mereka akan terus berupaya mengejar keanggotaan penuh PBB.

Baca juga: PBB Izinkan Palestina Bertindak Seperti Anggota Penuh pada 2019

Oleh: Middle East Eye

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, berpidato di sebuah upacara di PBB, yang menandai dimulainya kepemimpinan Palestina di Kelompok 77 (G77) dan China, menentang keberatan Amerika Serikat (AS) untuk memimpin blok PBB terbesar bagi negara-negara berkembang tersebut.

Dalam pidatonya pada Selasa (22/1), Abbas mengatakan bahwa Israel telah menghambat pembangunan di wilayah yang diduduki itu.

“Berlanjutnya penjajahan dan pendudukan Israel atas Negara Palestina merusak pembangunan dan kapasitas kami untuk kerja sama, koordinasi, dan menghalangi perkembangan masa depan yang kohesif dari semua orang di wilayah itu,” kata Abbas dalam pertemuan tersebut.

Pemimpin Palestina itu mengatakan bahwa dia berkomitmen untuk “solusi damai yang mengakhiri pendudukan dan realisasi kemerdekaan Negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, hidup berdampingan dengan damai dan aman dengan negara Israel.”

Tempat Palestina di pucuk pimpinan G77 datang di tengah tekanan tinggi dari Amerika Serikat untuk memaksa warga Palestina agar bernegosiasi dengan Israel.

Pada bulan Desember 2017, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang melanggar konsensus internasional bahwa status kota tersebut akan diputuskan dalam negosiasi.

Keputusan itu disambut dengan kemarahan yang meluas dari Palestina, dan Abbas telah berupaya untuk melanjutkan tujuan kenegaraan Palestina di arena internasional seperti PBB, mengabaikan AS sama sekali.

‘Langkah bersejarah bagi Palestina’

Majelis Umum PBB pada tahun 2017 mengadopsi resolusi yang memberikan negara pengamat Palestina hak tambahan untuk bertindak sebagai ketua G77.

Blok tersebut—yang melalui keanggotaan yang berkembang sekarang terdiri dari 134 negara—merotasi tugas kepemimpinan setiap tahun kepada anggota yang berbeda.

AS memberikan suara yang menentang langkah itu, dengan alasan bahwa Palestina tidak boleh diizinkan untuk mengambil kursi kepemimpinan karena Palestina bukan negara anggota penuh PBB.

Dalam siaran pers pada Selasa (22/1), diplomat Palestina Saeb Erekat mengatakan bahwa penunjukan itu menandai pencapaian yang signifikan bagi Palestina.

“Hari ini Presiden Mahmoud Abbas diserahkan sebagai presiden tahunan G77. Sebuah langkah bersejarah bagi Palestina yang dibuat dengan pengorbanan rakyat kami dan perjuangan panjang mereka untuk kebebasan.”

“Kami menerima tantangan luar biasa ini dan status internasional yang unik dengan rasa tanggung jawab yang besar, serta dengan kehormatan dan kebanggaan,” tulis Erekat.

Abbas telah memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump, dan telah berjanji akan menentang setiap proposal perdamaian AS yang telah dia peringatkan akan bias dalam mendukung Israel.

Baca juga: Sekjen PBB Beri Pilihan untuk Tingkatkan Perlindungan Warga Palestina

AS juga telah memotong ratusan juta dolar bantuan untuk Palestina, termasuk dana untuk badan pengungsi Palestina, yang terpaksa mengurangi program pendidikan dan kesehatannya.

Sementara itu, Palestina akan meluncurkan upaya untuk menjadi anggota penuh PBB, meskipun langkah seperti itu akan diblokir oleh AS, Menteri Luar Negeri Palestina mengatakan pada Selasa (22/1).

“Kami tahu bahwa kami akan menghadapi veto AS, tetapi itu tidak akan menghalangi kami untuk mengajukan permohonan kami” untuk keanggotaan penuh PBB, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan kepada para wartawan.

Palestina mengajukan permintaan untuk menjadi anggota PBB pada tahun 2011, tetapi permohonan itu tidak pernah masuk ke Dewan Keamanan untuk pemungutan suara.

Keterangan foto utama: Majelis Umum PBB pada tahun 2017 mengadopsi resolusi yang memberikan negara pengamat Palestina hak tambahan untuk bertindak sebagai ketua G77. (Foto: AFP)

Palestina Pimpin G77, Blok Terbesar di PBB

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top