skandal najib razak 1mdb
Asia

Panelis: Bukti Najib Razak Terima Dana 1MDB Diabaikan

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba untuk shalat sehari sebelum pemilihan umum ke-14 di sebuah masjid di Pekan, Pahang, Malaysia, 8 Mei 2018. (Foto: Reuters/Athit Perawongmetha)
Home » Featured » Asia » Panelis: Bukti Najib Razak Terima Dana 1MDB Diabaikan

Mantan PM Malaysia Najib Razak bersikeras bahwa $681 juta (Rp 9,5 triliun) dana yang disimpan di rekening bank pribadinya adalah sumbangan dari seorang bangsawan Saudi. Dana sejumlah $10,6 miliar belum termasuk dalam jumlah itu.

    Baca juga: Perdana Menteri Malaysia Najib Razak Berjuang untuk Kehidupan Politiknya

Oleh: Reuters/The Economic Times

Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) menemukan bukti pada akhir tahun 2015 bahwa dana senilai 42 juta ringgit ($10.6 juta atau Rp148 miliar) telah ditransfer dari mantan anak perusahaan dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) ke rekening Perdana Menteri Najib Razak, tetapi rekomendasi untuk penyelidikan lebih lanjut ditolak oleh jaksa agung, seorang anggota panel yang meninjau berkas-berkas kasus komisi itu mengatakan kepada Reuters.

Najib, yang dikalahkan dalam pemilu pada 9 Mei, dengan konsisten membantah telah melakukan pelanggaran sehubungan dengan dugaan korupsi yang melibatkan 1MDB, dan bersikeras bahwa $681 juta (Rp9,5 triliun) dana yang disimpan dalam rekening bank pribadinya adalah sumbangan dari kerajaan Arab Saudi. Sejumlah $10,6 miliar belum termasuk dalam jumlah itu.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang baru terpilih, yang dilantik pada hari Kamis (10/5), telah bersumpah untuk menyelidiki skandal 1MDB dan mengambil tindakan terhadap mereka yang mungkin telah bersekongkol atau mendapat manfaat dari korupsi atas dana tersebut. Setidaknya ada enam negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Swiss, sedang menyelidiki klaim bahwa dana senilai $4,5 miliar (Rp63 triliun) diduga tersedot dari 1MDB.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, anggota panel Lim Chee Wee mengatakan bahwa jaksa agung yang dulu, Mohamed Apandi Ali, telah disajikan bukti oleh MACC pada akhir tahun 2015 bahwa Najib telah menerima $10,6 juta dari unit 1MDB, SRC Internasional.

Mohamed Apandi Ali, yang diturunkan dari posisinya sebagai jaksa agung pada hari Senin (14/5), telah menolak untuk menyelidiki bukti itu lebih lanjut, kata Lim.

“Jaksa agung menolak untuk menyelidiki lebih lanjut meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa Najib menerima secara langsung atau tidak langsung dana senilai 42 juta ringgit dari SRC,” kata Lim.

Mohamed Apandi menolak untuk berkomentar ketika dihubungi oleh Reuters. MACC tidak menanggapi pemintaan Reuters untuk berkomentar.

Bukti yang menarik

Lim, dan anggota panel lainnya, P. Sundramoorthy, seorang kriminolog dari Malaysian Science University, juga mengatakan bahwa Mohamed Apandi berkali-kali menolak permintaan dari MACC untuk mencari bantuan hukum dari pemerintah asing untuk melacak dana yang hilang dari 1MDB. Lim mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengikuti jejak dari dana itu karena telah tersedot ke luar negeri.

“Kami harus memberi tahu jaksa agung … tolong buat bantuan hukum bersama dari yuridiksi lain untuk melacak jejak dana di yuridiksi tersebut. Kami tahu pergerakan dana di Malaysia, tetapi begitu dana itu meninggalkan Malaysia, kami tidak tahu ke mana dana itu pergi,” kata Lim.

“Berdasarkan tinjauan panel, kami merasa kasus itu seharusnya tidak ditutup karena ada informasi yang meyakinkan untuk menyatakan bahwa kasus itu dapat diselidiki lebih lanjut,” kata Sundramoorthy.

Namun, ia menambahkan bahwa ia tidak dapat mengingat jumlah yang MACC duga Najib terima dari SRC.

Baik Najib maupun juru bicaranya tidak dapat dihubungi melalui telepon untuk memberi komentar atas laporan ini.

    Baca juga: Masuk Daftar Hitam, Najib dan Istrinya Dilarang Tinggalkan Malaysia

Pengacara Najib mengatakan kepada Channel News Asia pada Januari 2016 bahwa Najib menyangkal telah menerima 42 juta ringgit dari SRC ke rekening bank pribadinya.

1MDB tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Lim, seorang pengacara, merupakan bagian dari delapan anggota panel yang ditugaskan pada awal tahun 2016 untuk meninjau penyelidikan oleh MACC mengenai laporan transfer dana senilai $681 juta ke rekening bank Najib, serta transaksi yang terkait dengan SRC. MACC menunjuk panel-panel tersebut ketika rekomendasinya ditolak oleh jaksa agung sebagai bagian dari proses peninjauan.

SRC bukan lagi unit 1MDB. Sekarang SRC melapor pada kementrian keuangan.

Dipecat

Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang baru terpilih mengatakan pada hari Senin (14/5) bahwa Mohamad Apandi telah dipecar dan pengacara agung akan mengambil alih tugasnya.

Baik Lim maupun Sundramoorthy menolak untuk memberikan rincian spesifik mengenai dokumen-dokumen kasus tersebut, karena dokumen-dokumen tersebut dilindungi oleh Undang-Undang Rahasia Resmi Malaysia.

Tetapi panel diberi penjelasan singkat dan akses penuh ke dokumen MACC, kata mereka.

“Kekecewaan terbesar kami adalah Apandi,” kata Lim. “MACC sangatlah profesional, mereka melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Tetapi tangan mereka terikat oleh jaksa agung,” katanya.

Departemen Kehakiman AS (DOJ) menuduh bahwa sekitar $4,5 miliar telah disalahgunakan oleh 1MDB, yang didirikan oleh Najib. Departemen Kehakiman tersebut telah mengajukan gugatan perdata yang mengusahakan pengambilan aset senilai $1,7 miliar yang terkait dengan 1MDB, dan juga melakukan penyelidikan kriminal.

DOJ belum menyebutkan target penyelidikannya tetapi gugatan perdata itu telah menunjuk pemodal Malaysia, Low Taek Jho, yang juga dikenal sebagai Jho Low, dan anak tiri Najib, Riza Aziz, sebagai terdakwa penerima dana yang disalahgunakan oleh 1MDB. Keduanya membantah telah melakukan pelanggaran.

Seseorang yang disebut dalam gugatan AS sebagai “Pejabat Malaysia 1” dikatakan telah menerima lebih dari $1 miliar dari dana 1MDB, beberapa di antaranya digunakan untuk membeli perhiasan istri orang tersebut. Sumber-sumber AS dan Malaysia mengatakan “Pejabat Malaysia 1” itu merujuk pada Najib.

Najib Razak membantah telah melakukan pelanggaran dan mengatakan pada tahun 2016 bahwa pemerintah Malaysia akan bekerja sama dengan penyelidik AS.

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba untuk shalat sehari sebelum pemilihan umum ke-14 di sebuah masjid di Pekan, Pahang, Malaysia, 8 Mei 2018. (Foto: Reuters/Athit Perawongmetha)

Panelis: Bukti Najib Razak Terima Dana 1MDB Diabaikan
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top