Home » Featured » Amerika » Para Pemimpin Muslim Amerika Gembira dengan Kemenangan Erdogan
Amerika

Para Pemimpin Muslim Amerika Gembira dengan Kemenangan Erdogan

Para Pemimpin Muslim Amerika Gembira dengan Kemenangan Erdogan dalam Pemilu Turki
Pemerintahan Turki adalah suara bagi mereka yang tak punya suara, menurut para pemimpin Muslim Amerika. (Foto: Anadolu Agency)

Sekelompok pemimpin opini Muslim Amerika yang mengunjungi Turki menyatakan kepuasan atas hasil pemilu Turki untuk memilih presiden dan parlemen Minggu, 24 Juni 2018. Seorang di antaranya memuji “keberanian” Erdogan karena mengadopsi sikap terkemuka dalam isu-isu Muslim. “Pemerintahan Turki adalah suara bagi mereka yang tak punya suara,” kata mereka.

Oleh: Cansu Dikme (Anadolu Agency)

   Baca Juga: Pemilu Turki: Erdogan Menangkan Masa Jabatan Kedua sebagai Presiden

Di bawah naungan Direktorat Urusan Agama Turki, sekelompok pemimpin opini Muslim Amerika dan pendeta membayar kunjungan selama seminggu ke Turki, dimulai pada hari Minggu (24/6).

Presiden Recep Tayyip Erdogan memenangkan suara mayoritas mutlak dalam pemilu Turki untuk memilih presiden dengan 52,5 persen suara, sementara saingan terdekatnya tertinggal di belakang 30,6 persen.

“Saya percaya bahwa dia (Erdogan) dan partainya yang akan berkuasa lagi akan membawa masa depan yang lebih baik bagi Turki,” kata Naiim Baig, direktur Pusat Islam Dar Al-Hijrah di Virginia, kepada Anadolu Agency.

Naig memuji “keberanian” Erdogan karena mengadopsi sikap terkemuka dalam isu-isu Muslim.

“Sayangnya, tidak banyak pemimpin Muslim yang memiliki keberanian untuk mengambil sikap terhadap Muslim global dan masalah mereka,” tambahnya.

Asuh kuda dari negara bagian Ohio mengatakan dia menari dan bahkan meneteskan air mata sukacita ketika hasil diumumkan.

“Pemilihan itu sangat penting bagi kami karena pemerintah Turki adalah suara untuk mereka yang tak punya suara,” kata Noah, memuji dukungan kemanusiaan Turki untuk dunia Muslim.

Horsed Noah, yang berasal dari Somalia, menekankan “keterikatan emosional” Somalia dengan Turki, dengan alasan dukungannya terhadap negara dalam keamanan dan infrastruktur, serta dalam perang melawan teroris.

“Dan itulah mengapa nama wanita paling umum di Somalia adalah Istanbul,” kata Noha.

‘Pendapat rakyat dihormati’

Ieasha Prime, direktur eksekutif Barakah Inc. di Washington D.C., senang melihat “semangat ceria” di jalanan ibu kota pada malam pemilihan.

“Saya senang melihat bahwa orang-orang Turki bersatu di bawah panji kemajuan, di bawah panji-panji memastikan bahwa orang-orang didengar,” kata Prime.

“Sangat senang melihat bahwa pendapat orang itu dihormati,” tambahnya.

Jumlah pemilih dalam pemilu Turki untuk memilih presiden dan parlemen hampir 90 persen.

   Baca Juga: Perdana Menteri Sebut Pemilu Turki Sebuah ‘Titik Balik’

Abdel Hafid Djemil, kepala Meclis-i Shura dari Dewan Kepemimpinan Islam New York dari beberapa masjid di New York, juga bergabung dengan para pemimpin dunia dalam memberi selamat kepada Erdogan dan orang-orang Turki untuk “pemilihan yang berhasil.”

“Pemilihan ini menunjukkan bahwa orang-orang Turki sudah dewasa dan berada pada tingkat tanggung jawab, pada tingkat yang beradab untuk melakukan pemilihan tanpa insiden, itu adalah salah satu hal terbesar,” kata Djemil.

Dia menambahkan bahwa Turki adalah contoh di antara negara-negara Muslim dalam dukungannya kepada kaum tertindas di seluruh dunia.

Keterangan foto utama: Pemerintahan Turki adalah suara bagi mereka yang tak punya suara, menurut para pemimpin Muslim Amerika. (Foto: Anadolu Agency)

1 Comment

1 Comment

  1. Shen

    June 29, 2018 at 3:49 pm

    I also can feel happy…. congrat erdogan…

Beri Tanggapan!

To Top