Paris Akan Cabut Gelar Kehormatan Kebebasan Aung San Suu Kyi
Global

Paris Akan Cabut Gelar Kehormatan Kebebasan Aung San Suu Kyi

Wali Kota Paris Anne Hidalgo memutuskan untuk mencabut gelar Kehormatan Kebebasan Aung San Suu Kyi di ibu kota Prancis, karena "pelanggaran ganda hak asasi manusia" di Myanmar terhadap minoritas Rohingya. (Foto: AFP/Lillian Suwanrumpha)
Berita Internasional >> Paris Akan Cabut Gelar Kehormatan Kebebasan Aung San Suu Kyi

Dianggap gagal dalam melawan penindasan terhadap minoritas Rohingya di Myanmar, Paris akan mencabut gelar Kehormatan Kebebasan Kanselir Myanmar Aung San Suu Kyi. Wali Kota Paris telah menulis kepada Aung San Suu Kyi akhir tahun lalu, untuk “menyatakan kekhawatirannya dan menyerukan penghormatan atas hak minoritas Rohingya”, tetapi surat itu tidak dijawab.

Oleh: AFP/Channel NewsAsia

Baca Juga: Akhir Kejayaan Aung San Suu Kyi sebagai Ikon Gerakan Hak Asasi Manusia

Kota Paris akan mencabut gelar Kehormatan Kebebasan Aung San Suu Kyi di ibu kota Prancis, atas kegagalannya untuk menentang tindakan keras terhadap minoritas Rohingya Myanmar, kata seorang juru bicara wali kota, pada Jumat (30/11).

Wali Kota Anne Hidalgo memutuskan untuk mencabut kehormatan itu karena “beberapa pelanggaran hak asasi manusia yang tercatat di Myanmar, dan kekerasan serta penindasan oleh pasukan keamanan Myanmar terhadap minoritas Rohingya,” kata juru bicara itu kepada AFP.

Langkah itu—menyusul keputusan serupa oleh Glasgow, Edinburgh, dan Oxford—akan menjadikan pemimpin de facto Myanmar tersebut sebagai orang pertama yang kehilangan Kehormatan Kebebasan ibu kota Prancis—sebuah penghargaan simbolis murni.

Langkah itu akan diselesaikan oleh dewan kota pada pertemuan di pertengahan Desember, kata juru bicara itu.

Peraih Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi—yang pernah dijadikan ikon demokrasi seperti Nelson Mandela karena memimpin oposisi melawan junta militer Myanmar—telah gagal di Barat karena kelambanannya dalam menghadapi penindasan terhadap Muslim Rohingya.

Lebih dari 700 ribu orang Rohingya melarikan diri dari kekerasan di negara mayoritas Buddha tersebut pada tahun lalu, sebagian besar ke Bangladesh.

Sebuah tim hak asasi PBB menemukan bukti pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, dan pembakaran secara luas, dan menyerukan para jenderal agar dituntut atas genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kantor Hidalgo mengatakan bahwa Wali Kota itu menulis kepada Aung San Suu Kyi akhir tahun lalu, untuk “menyatakan kekhawatirannya dan menyerukan penghormatan atas hak minoritas Rohingya”, tetapi surat itu tidak dijawab.

Pendukung Aung San Suu Kyi berpendapat bahwa dia tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan tentara.

Dia telah dicopot dari gelar kehormatannya di Kanada dan “Duta Penghargaan Hati Nurani” dari Amnesty International.

Baca Juga: Mahathir Mohamad: ‘Tidak Ada Dukungan untuk Aung San Suu Kyi’

Keterangan foto utama: Wali Kota Paris Anne Hidalgo memutuskan untuk mencabut gelar Kehormatan Kebebasan Aung San Suu Kyi di ibu kota Prancis, karena “pelanggaran ganda hak asasi manusia” di Myanmar terhadap minoritas Rohingya. (Foto: AFP/Lillian Suwanrumpha)

Paris Akan Cabut Gelar Kehormatan Kebebasan Aung San Suu Kyi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top