Pejuang Kemerdekaan Papua
Berita Politik Indonesia

Pasukan Bentrok dengan Pemberontak, 3 Orang Tewas di Papua

Para aktivis Papua Barat membawa spanduk dan gambar bendera 'Bintang Kejora' terlarang, yang dipegang oleh aktivis Papua Barat, selama demonstrasi di kantor PBB di Jakarta, Indonesia, 3 April 2017. (Foto: NurPhoto via AFP/Dasril Roszandi)
Berita Internasional >> Pasukan Bentrok dengan Pemberontak, 3 Orang Tewas di Papua

Tiga orang tewas dalam bentrokan antara pejuang kemerdekaan Papua dengan pasukan keamanan pemerintah. Pasukan keamanan terus berupaya menangkap Purom Wenda, Komandan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Wenda mengatakan bahwa dua pejuangnya tewas dalam baku tembak dengan polisi dan tentara, setelah kelompoknya menembak mati seorang pengemudi sepeda motor yang mereka yakini memata-matai untuk pasukan keamanan Indonesia.

Baca juga: Warga Polandia Penyelundup Senjata ke Papua Berisiko Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Oleh: The Associated Press/ABC News

Dua pejuang kemerdekaan Papua dan satu orang ketiga telah tewas, dalam satu minggu yang penuh pertempuran senjata api dengan pasukan keamanan di dataran tinggi wilayah Papua yang terpencil di Indonesia, kedua belah pihak dalam konflik tersebut mengatakan.

Sebuah operasi polisi dan militer Indonesia sedang berusaha menangkap Purom Wenda, komandan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat yang telah buron selama 15 tahun, tetapi disebut oleh pihak berwenang sebagai mantan penjahat ‘kelas teri’ dengan “tingkat intelektual rendah.”

Penduduk desa telah melarikan diri ke hutan karena pertempuran tersebut, yang menurut laporan telah meningkat di distrik dataran tinggi itu selama beberapa bulan.

Wenda—dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui seorang aktivis pada Jumat (9/11)—mengatakan bahwa dua pejuangnya tewas dalam baku tembak dengan polisi dan tentara di distrik Lanny Jaya yang bergunung-gunung, setelah kelompoknya menembak mati seorang pengemudi sepeda motor yang mereka yakini memata-matai untuk pasukan keamanan Indonesia.

Militer mengatakan bahwa pria itu—seorang migran dari Sulawesi—adalah seorang warga sipil yang tidak bersalah.

Pemberontakan telah meletus di wilayah Papua yang dulu dikuasai Belanda, sejak Papua Barat menjadi bagian dari Indonesia lebih dari setengah abad lalu.

Baca juga: Presiden ODC: ‘Hentikan Pertumpahan Darah di Papua Barat’

“Perjuangan kami di hutan telah berlangsung selama beberapa dekade,” kata pernyataan Wenda. “Banyak orang telah mati untuk perjuangan ini. Indonesia mengatakan bahwa mereka telah memberi kami otonomi khusus, infrastruktur, dan alasan lainnya. Kami tidak menginginkan semua itu. Kami hanya menginginkan kebebasan.”

Juru bicara militer Provinsi Papua, Kolonel Muhammad Aidi, mengatakan bahwa Wenda melarang warga desa mengambil jasad pria yang mereka tembak pada Sabtu (3/11), dalam upaya untuk menjebak pasukan keamanan.

Dia mengatakan bahwa polisi dan tentara yang menggunakan tiga kendaraan untuk mengambil jasad tersebut, saling bertukar tembakan dengan pemberontak selama 30 menit, kemudian menemukan bahwa dua orang tewas, dan juga menyita sejumlah besar amunisi.

Keterangan foto utama: Para aktivis Papua Barat membawa spanduk dan gambar bendera ‘Bintang Kejora’ terlarang, yang dipegang oleh aktivis Papua Barat, selama demonstrasi di kantor PBB di Jakarta, Indonesia, 3 April 2017. (Foto: NurPhoto via AFP/Dasril Roszandi)

 

Pasukan Bentrok dengan Pemberontak, 3 Orang Tewas di Papua

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top