Pasukan Indonesia
Berita Politik Indonesia

Pasukan Indonesia Temukan 16 Tubuh Korban Tewas di Papua

Korban yang selamat dari serangan kelompok separatis (tengah), dibawa oleh personel militer setibanya di bandara di Timika, provinsi Papua, Indonesia, pada Kamis, 6 Desember 2018. Pasukan keamanan berusaha mengumpulkan jasad 31 pekerja konstruksi dan seorang tentara yang tewas dalam salah satu serangan separatis terburuk di Provinsi Papua yang bergolak di Indonesia, kata para pejabat. (Foto: Associated Press/Mujiono)
Berita Internasional >> Pasukan Indonesia Temukan 16 Tubuh Korban Tewas di Papua

Pasukan Indonesia telah menemukan 16 tubuh korban tewas dalam serangan mematikan oleh kelompok separatis di Papua. Polisi sebelumnya mengatakan bahwa 31 pekerja dan seorang tentara tewas pada Minggu (2/12), ketika kelompok bersenjata menyerbu sebuah proyek konstruksi pemerintah di sebuah desa terpencil di distrik Nduga. Delapan korban selamat, termasuk seorang bocah lelaki berusia 4 tahun.

Baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Perburuan Pembunuh Pekerja di Papua

Oleh: Alfian Kartono (AP/The Washington Post)

Pasukan Indonesia telah menemukan jasad 16 orang dan seorang tentara yang tewas dalam salah satu serangan separatis paling berdarah di provinsi Papua yang bergolak di Indonesia, seorang pejabat militer mengatakan pada Kamis (6/12).

Helikopter-helikopter militer mengangkut delapan mayat dan delapan korban yang selamat, termasuk seorang bocah lelaki berusia 4 tahun, dari sebuah desa terpencil di pegunungan di distrik Nduga, kata juru bicara militer Provinsi Papua, Kolonel Muhammad Aidi.

Baku tembak antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata yang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menghambat upaya untuk memulihkan delapan jasad lainnya, katanya.

Daerah ini adalah markas dari kubu separatis yang berjuang melawan kekuasaan Indonesia selama setengah abad.

Polisi sebelumnya mengatakan bahwa 31 pekerja dan seorang tentara tewas pada Minggu (2/12), ketika kelompok bersenjata menyerbu sebuah proyek konstruksi pemerintah di sebuah desa terpencil di distrik Nduga, mengutip laporan dari para saksi.

Pihak berwenang pada Rabu (5/12) merevisi angkanya menjadi 19 warga sipil, termasuk pekerja, dan seorang tentara, berdasarkan laporan korban yang selamat.

Pasukan keamanan pada Selasa (4/12) menyelamatkan 12 orang yang selamat, termasuk lima pekerja konstruksi yang terluka.

Tim forensik di sebuah rumah sakit di kota tambang gunung Timika, sedang menentukan apakah delapan jenazah itu adalah pekerja konstruksi lain yang dipekerjakan oleh PT. Istaka Karya—sebuah perusahaan konstruksi milik negara—untuk membangun jembatan di bagian jaringan jalan trans-Papua yang akan menghubungkan kota dan kabupaten di provinsi ini.

Papua Barat

Seorang aktivis Papua yang dahinya dicat dengan bendera kelompok separatis terlarang, “Bintang Kejora” berbaris dengan warga Papua Barat lainnya selama unjuk rasa memperingati ulang tahun ke-57 dari upaya gagal oleh kepala suku Papua dalam mendeklarasikan kemerdekaan dari pemerintah kolonial Belanda, di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, Sabtu, 1 Desember 2018. Indonesia mengambil alih Papua Barat dari penjajahan Belanda pada tahun 1963 dan meresmikan kedaulatannya atas kawasan itu pada tahun 1969 melalui pemungutan suara oleh sekitar 1.000 pemimpin masyarakat, yang oleh para kritikus dianggap sebagai palsu. Sebuah kelompok separatis yang disebut “Gerakan Papua Merdeka” telah berjuang melawan pemerintahan Indonesia sejak itu. (Foto: Associated Press/Trisnadi)

Pemerintah Indonesia—yang selama beberapa dekade memiliki kebijakan mengirim orang Jawa dan orang Indonesia lainnya untuk menetap di Papua—sekarang berusaha memacu pembangunan ekonomi untuk meredam gerakan separatis.

Para pekerja tersebut dianggap sebagai orang luar oleh para separatis itu.

“Kami masih mencari mayat warga sipil lainnya yang mungkin dibunuh oleh kelompok bersenjata,” kata Aidi kepada The Associated Press.

Dia mengatakan bahwa tubuh seorang tentara yang ditembak pada Senin (3/12) ketika sebuah kelompok bersenjata menyerang sebuah pos militer di desa Mbua di distrik yang sama, telah diterbangkan ke Sorong di Provinsi Papua Barat untuk pemakaman militer.

Seorang juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat—sayap militer Organisasi Papua Merdeka—tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Rabu (5/12), dan memerintahkan militer dan polisi untuk menangkap para pelaku serangan separatis terburuk selama pemerintahannya itu.

Baca juga: Indonesia Ultimatum Separatis Papua: ‘Menyerah atau Kami Habisi’

“Tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok kriminal bersenjata di Papua atau di seluruh negeri,” kata Jokowi di istana kepresidenan di Jakarta.

Dia mengatakan bahwa serangan itu tidak akan menghalangi pemerintahnya untuk terus mengembangkan Papua, termasuk pembangunan jalan trans-Papua sepanjang 4.600 kilometer (2.875 mil), yang menurut pemerintahnya didukung secara luas oleh masyarakat setempat.

Jalan tersebut—yang akan membentang dari Sorong di Provinsi Papua Barat ke Merauke di Provinsi Papua—diharapkan akan selesai tahun depan dan membantu meningkatkan pembangunan ekonomi di kedua provinsi.

Papua—bekas koloni Belanda di bagian barat Nugini—dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969 setelah pemungutan suara yang disponsori oleh PBB, yang secara luas dilihat sebagai pemilu palsu. Sekelompok kecil separatis yang bersenjata lemah, telah berjuang untuk kemerdekaan sejak saat itu.

Pemberontakan tingkat rendah telah melanda kawasan kaya mineral itu, yang secara etnis dan budaya berbeda dari sebagian besar wilayah Indonesia lainnya.

Penulis Associated Press Niniek Karmini di Jakarta berkontribusi untuk laporan ini.

Pasukan Indonesia Temukan 16 Tubuh Korban Tewas di Papua

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top