Peluang Terungkapnya Kedalaman Sesungguhnya dari Kekejaman Donald Trump
Amerika

Peluang Terungkapnya Kedalaman Sesungguhnya dari Kekejaman Donald Trump

Berita Internasional >> Peluang Terungkapnya Kedalaman Sesungguhnya dari Kekejaman Donald Trump

Sepanjang masa jabatannya selama dua tahun ini, Donald Trump sama sekali tidak mendapatkan pengawasan yang layak dari Parlemen yang dikuasai oleh Partai Republik (GOP). Hal ini membuat tidak adanya pengecekan atas berbagai keputusan dan kebijakan yang diambil oleh Trump. Bahkan walau kebijakan-kebijakan itu terlihat jelas kejam dan tidak masuk akal. 

Oleh: Greg Sargent (Washington Post)

Baca Juga: Dua Jawaban Kunci Donald Trump untuk Penyelidikan Mueller

Kegagalan total DPR GOP Amerika Serikat terhadap peran pengawasan telah terjadi lebih dari sekadar melindungi Presiden AS Donald Trump dalam hal-hal yang melibatkan keuangannya dan kolusi Rusia. Hal tersebut juga mengakibatkan hampir tidak adanya pengawasan yang serius terhadap kedalaman sesungguhnya dari rasionalitas yang kejam, tidak manusiawi, dan berkeyakinan jahat yang mendorong aspek-aspek penting dari agenda kebijakan Trump, khususnya, pada masalah imigrasinya.

Hal itu akan segera berubah.

Dalam sebuah wawancara dengan penulis, ketua Komite Keamanan Dalam Negeri AS yang akan datang bersumpah bahwa ketika Partai Demokrat mengambil alih pada bulan Januari 2019, mereka akan melakukan pengawasan menyeluruh dan luas terhadap pembenaran dan eksekusi di balik poin teratas dalam agenda imigrasi Trump, mulai dari perpisahan keluarga, larangan Muslim yang terselubung, hingga penanganan gejolak saat ini yang melibatkan migran di perbatasan.

“Kami akan mengunjungi perbatasan,” tutur Representatif Bennie Thompson (Demokrat, Mississippi), yang diperkirakan akan memimpin komite yang memiliki yurisdiksi atas Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS/Department of Homeland Security). “Kami akan mengadakan dengar pendapat di komite tentang semua aspek DHS secara menyeluruh. Kami tidak akan mundur dari masalah ini.”

Pengawasan ini, yang dapat menghasilkan permintaan kesaksian dari Stephen Miller, arsitek agenda imigrasi Trump, akan mencakup pengawasan terhadap pembenaran administrasi untuk kebijakannya. Yang penting, Thompson memberi tahu penulis bahwa Partai Demokrat akan berusaha untuk menginterogasi para pejabat tentang apa yang masuk ke dalam pernyataan publik Trump tentang berbagai aspek masalah, yang banyak di antaranya adalah kepalsuan.

Mengenai isu pencari suaka, misalnya, alasan publik Trump dalam berbagai upaya untuk membatasi kemampuan mereka untuk mengajukan permohonan suaka (yang merupakan hak mereka secara sah), didasarkan pada kebohongan tentang ancaman kriminal mereka dan upaya mendramatis yang berlebihan dan tidak masuk akal tentang frekuensi para migran tidak muncul untuk sidang.

Untuk memperjelas, Trump telah menggunakan alasan-alasan ini untuk membenarkan kebijakan-kebijakan aktual dengan dampak dunia nyata, seperti upaya untuk secara kejam membatasi aplikasi suaka hanya di pelabuhan masuk resmi. Trump juga mengancam penutupan perbatasan secara total. Dengar pendapat dapat mengungkapkan bahwa pembenaran itu tidak masuk akal, dan menyoroti sifat sewenang-wenang dan kejam mereka yang sebenarnya (terlepas untuk saat ini bahwa motif mereka yang sebenarnya adalah etno-nasionalisme).

“Semua sindiran ini yang kita dengar tentang penjahat yang datang dalam caravan migran, kami ingin tahu, bagaimana Anda memvalidasi ini?” tanya Thompson, menambahkan bahwa pejabat DHS akan dipanggil dalam sidang untuk menjelaskan klaim Trump. “Kebijakan harus didukung dengan bukti. Jadi kami akan melakukan pengawasan yang ketat.”

Hal ini juga akan mencakup penggunaan gas air mata kepada para migran baru-baru ini, dan pernyataan publik pemerintah tentang hal itu dan pembenaran, kata Thompson. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kirstjen Nielsen membela fakta bahwa gas air mata tampaknya telah berdampak pada anak-anak, dengan mengklaim bahwa mereka digunakan sebagai “perisai manusia.”

Penggunaan militer sebagai propaganda

Thompson mengatakan bahwa pengawasan semacam itu bisa sesuai dengan pemeriksaan penggunaan Trump atas militer di perbatasan sebagai propaganda kampanye, meskipun pengawasan itu mungkin melibatkan Komite Pelayanan Bersenjata DPR AS. “Kami harus mendapatkan pengungkapan penuh dalam situasi publik atau rahasia,” kata Thompson. “Kami akan mendapatkan informasi dalam situasi apapun.”

Omong-omong: Bahkan jika Anda mendengarkan beberapa keluhan Trump tentang pencarian suaka dengan serius, ada masalah serius dengan penumpukan kasus yang memiliki konsekuensi nyata, Anda harus menginginkan pengawasan ini. Jika dilakukan dengan baik, hal itu bisa menjelaskan masalah yang sebenarnya, seperti peran penundaan administrasi yang disengaja dalam memproses pencari suaka dalam menciptakan kekacauan perbatasan saat ini, dengan kebutuhan nyata untuk mengatur kembali birokrasi untuk mengurangi penumpukan dan mengejar solusi regional ke akar masalah penyebab lonjakan migrasi.

Tujuan keseluruhan, kata Thompson, adalah ini: “Sebagai bangsa imigran sendiri, kami ingin memastikan bahwa proses imigrasi kami yang mencakup pencari suaka berlaku secara konstitusional dan mewakili nilai-nilai Amerika.”

Pemisahan keluarga dan larangan bepergian

Thompson mengatakan kepada penulis bahwa komite juga akan mengawasi proses yang mengarah pada larangan bepergian, yang terus berlaku meskipun ada fakta bahwa dua analisis internal Keamanan Dalam Negeri melemahkan alasan keamanan nasionalnya.

Demokrat dapat menuntut pejabat DHS membenarkan kebijakan itu. “Apa yang Anda gunakan untuk memberlakukan larangan bepergian ini? Bagaimana Anda memilih negara-negara ini?” tanya Thompson, melihat pratinjau penyelidikan dan bersumpah akan mengeluarkan subpoena jika perlu. “Kami akan meminta dokumentasi tertulis yang ditujukan untuk menempatkan larangan itu, siapa saja yang dijadikan sarana konsultasi, dan bagaimana prosesnya.”

Thompson juga mengatakan bahwa hal-hal menjelang implementasi kebijakan pemisahan keluarga dan alasannya akan menerima pengawasan yang sama, serta pada kondisi di mana anak-anak telah ditahan, seperti “kota tenda” Texas sesuai yang dilaporkan. “Seseorang harus datang dan memberi tahu kami, ‘Apakah ini cara yang paling efisien untuk mengelola situasi?’” kata Thompson. Tetapi juga: “Bagaimana bisa kita sampai di situasi ini?”

Baca Juga: Donald Trump Kewalahan oleh Munculnya Rincian Penyelidikan Mueller

Apa yang bisa dilakukan Demokrat?

Satu pertanyaan besar: Apa yang akan dilakukan DPR Demokrat secara legislatif terhadap kebijakan-kebijakan seperti itu? Thompson menyatakan bahwa tujuannya adalah mengamankan kerja sama dengan DHS, tetapi dalam kasus di mana badan tersebut meneruskan kebijakan yang menurut Demokrat sangat disalahgunakan atau telah terjadi pelanggaran serius, mereka dapat mencoba untuk membuat undang-undang untuk melawan.

Hal itu akan mengarah ke Trump dan Senat yang dikendalikan GOP, di mana pada satu titik dapat mengawasi diskusi tentang target kebijakan tertentu, meskipun hingga kini masih belum bisa ditentukan apakah hal itu akan terjadi atau bagaimana kelak kelihatannya.

“Menurut saya, tidak ada pilihan yang tidak akan dibahas,” kata Thompson. Beberapa DPR Demokrat yang lebih moderat yang memenangkan distrik-distrik yang lebih keras mungkin akan menolak sikap seperti itu, tetapi Thompson mengatakan: “Setiap komite memiliki tanggung jawab dan kami harus melaksanakannya.”

Kisah besar di sini ialah bahwa Trump telah mengandalkan dari pengabaian sepenuhnya terhadap perhitungan faktual oleh pemerintahannya sendiri untuk membenarkan banyak kebijakan, tidak hanya pada imigrasi, tetapi juga dengan dorongannya untuk melemahkan upaya-upaya memerangi pemanasan global, meskipun laporan secara umum memperingatkan adanya ancaman mengerikan.

Pemerintahan Trump akan sangat menentang pengawasan oleh Demokrat, dan penulis tidak ingin melebih-lebihkan apa yang dapat dicapai. Namun, DPR Demokrat setidaknya harus mencoba untuk ikut berperang melawan Trump dalam hal fakta dan empirisme jika memungkinkan. Terkait dengan krisis kemanusiaan Trump dalam hal imigrasi, ini sangat mendesak.

Greg Sargent menulis blog The Plum Line. Dia bergabung dengan The Washington Post pada tahun 2010, setelah menjalankan tugas di Talking Points Memo, New York Magazine, dan New York Observer.

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AP/Alex Brandon)

Peluang Terungkapnya Kedalaman Sesungguhnya dari Kekejaman Donald Trump

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top