pemberontak papua
Berita Politik Indonesia

Pemberontak Papua Tewas dalam Baku Tembak dengan TNI

Berita Internasional >> Pemberontak Papua Tewas dalam Baku Tembak dengan TNI

Perseteruan dan baku tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan separatis Papua masih berlanjut. Laporan terbaru mengungkapkan, seorang pemberontak Papua tewas dan seorang TNI terluka. Sebelumnya, separatis Papua telah menegaskan, serangan mereka tidak akan berhenti sampai ada intervensi internasional dan pengakuan kemerdekaan.

Baca Juga: Tak Mau Menyerah, Separatis Papua Tuntut Referendum

Oleh: Associated Press/StarTribune

Militer Indonesia mengatakan bahwa seorang pemberontak Papua telah terbunuh dan seorang tentara terluka dalam baku tembak pada hari Rabu (9/1), dalam gelombang kekerasan terbaru yang melanda wilayah paling timur Indonesia yang bermasalah.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Provinsi Papua Kolonel Muhammad Aidi mengatakan bahwa pejuang separatis menyergap tentara dalam misi logistik ke Bandara Sinak di pegunungan Puncak Jaya. Dia mengatakan para pemberontak melarikan diri ke hutan setelah diusir dan satu orang ditemukan telah tewas oleh tentara yang menyisir daerah itu, dengan membawa bendera Bintang Kejora yang merupakan simbol perjuangan kemerdekaan Papua.

Seorang tentara yang menderita luka tembak di kakinya dievakuasi ke kota pertambangan Timika. Jenazahnya, yang tidak membawa identitas, diserahkan kepada kepala desa untuk dimakamkan, kata Aidi. Pejuang separatis pada awal bulan Desember 2018 telah menewaskan 19 orang yang bekerja di jalan trans-Papua yang merupakan bagian penting dari upaya Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo untuk mengembangkan wilayah tersebut.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat telah mengatakan bahwa tanggal 2 Desember 2019, yang merupakan tanggal serangan terhadap pekerja konstruksi, adalah awal dari perang melawan “kolonial” Indonesia. Serangan mereka tidak akan berhenti sampai ada intervensi internasional dan pengakuan kemerdekaan.

Baca Juga: Jelang Natal, Gubernur Papua Serukan Penghentian Perburuan Pemberontak

Secara terpisah pada hari Rabu (9/1), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan dalam pidato tahunannya tentang kebijakan luar negeri bahwa negara “tidak akan mundur bahkan satu inci” dalam mempertahankan kedaulatannya. Kekerasan separatis terhadap warga sipil harus dihukum, tetapi konflik tidak akan mengurangi komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua, katanya.

Gerakan kemerdekaan dan pemberontakan tingkat rendah telah membara di wilayah Papua sejak awal tahun 1960-an ketika Indonesia menguasai bekas wilayah Belanda tersebut. Kontrol Indonesia diresmikan pada tahun 1969 dengan referendum yang dikenal sebagai “Penentuan Pendapat Rakyat” (Pepera). Pepera diadakan dalam suasana intimidasi berat, di mana hanya 1.026 orang Papua diizinkan memilih.

Saat ini, orang asli Papua, yang sebagian besar tidak menguasai perekonomian wilayah mereka, cenderung lebih miskin, sakit, dan lebih mungkin meninggal di usia muda daripada rakyat yang tinggal di tempat lain di Indonesia.

Keterangan foto utama: Indonesia telah memerangi kelompok pemberontak Organisasi Papua Merdeka (OPM) selama puluhan tahun. (Foto: AFP)

Pemberontak Papua Tewas dalam Baku Tembak dengan TNI

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top