Pemerintah China akan Tindak Keras Pesta Pernikahan Mewah
Asia

Pemerintah China akan Tindak Keras Pesta Pernikahan Mewah

Berita Internasional >> Pemerintah China akan Tindak Keras Pesta Pernikahan Mewah

Pengeluaran warga China untuk pernikahan rupanya telah berlipat ganda. Hal itu membuat pemerintah China mengeluarkan larangan dan tindakan keras terhadap pesta pernikahan mewah. Kementerian Urusan Sipil mengklaim bahwa upacara mewah merupakan laknat terhadap “nilai-nilai sosialis.”

Oleh: Gordon Watts (Asia Times)

Baca Juga: Jangan Andalkan Gencatan Senjata dalam Perang Dagang Trump-China

Menjatah anggaran untuk confetti mungkin bukanlah jawabannya. Dalam keputusan kebijakan utama, Kementerian Urusan Sipil China telah mengumumkan tindakan keras terhadap pernikahan mewah setelah sebuah laporan industri mengungkapkan bahwa pengeluaran untuk upacara mewah akan berlipat ganda menjadi 3 triliun yuan (US$ 440 miliar) pada tahun 2021.

Tahun lalu, sektor ini bernilai 1,47 triliun yuan dan diproyeksikan akan meningkat lebih dari 24 persen pada tahun 2018, menurut sebuah penelitian yang dirilis oleh ASKCI Consulting, sebuah perusahaan riset pasar yang berbasis di Shenzhen.

Meskipun jumlah keseluruhan orang yang menikah telah menurun sesuai dengan data pemerintah, industri pernikahan masih booming.

“Meskipun dividen demografi menghilang, potensi pasar masih sangat besar karena negara memiliki basis populasi yang sangat besar,” menurut laporan ASKCI Consulting.

“Selain itu, permintaan industri pernikahan tetap tinggi. Peningkatan jumlah per transaksi membawa dorongan baru untuk industri pernikahan.”

Tapi lonjakan pengeluaran ini telah memicu reaksi dari Partai Komunis yang berkuasa, dengan Kementerian Urusan Sipil mengklaim bahwa upacara mewah merupakan laknat terhadap “nilai-nilai sosialis.”

‘Nilai-nilai sosialis’

Sebaliknya, pernikahan harus “mengintegrasikan nilai-nilai sosialis inti dan budaya tradisional Republik Rakyat Tiongkok ke dalam konstruksi pernikahan dan keluarga,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Survei yang dirilis tahun lalu oleh spesialis pernikahan China, Hunliji, menunjukkan bahwa 42 persen dari pasangan yang baru menikah menghabiskan antara 50.000 hingga 100.000 yuan pada hari besar mereka.

Setidaknya 23 persen menyisihkan anggaran antara 100.000 hingga 200.000 yuan sementara 5 persen menghabiskan lebih dari 300.000 yuan.

Memamerkan kekayaan dengan cara ini telah dikecam oleh Kementerian Urusan Sipil.

“[Kita] harus mematuhi tata cara pernikahan sederhana [yang] harus [sesuai] dengan kecenderungan sosial yang baik yang mendorong ketekunan dan penghematan, dan menentang pemborosan,” kata kementerian itu.

Sekarang, siapa bilang uang tidak bisa membelikanmu cinta?

Baca Juga: Donald Trump Lucuti Amerika dalam Pertemuan Langsung dengan China

Keterangan foto utama: Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok keluarkan larangan melakukan pesta pernikahan mewah. (Foto: iStock)

Pemerintah China akan Tindak Keras Pesta Pernikahan Mewah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top