Indonesia
Berita Politik Indonesia

Pemerintah Indonesia: Separatis Papua Bunuh Puluhan Pekerja

Berita Internasional >> Pemerintah Indonesia: Separatis Papua Bunuh Puluhan Pekerja

Puluhan pekerja konstruksi Trans Papua “dibantai secara sadis” oleh kelompok separatis Papua. Hal itu disampaikan oleh Kolonel Muhammad Aidi. Setidaknya 24 pekerja telah terbunuh.

Oleh: Reuters

Baca Juga: Warga Papua Barat Unjuk Rasa Tuntut Kemerdekaan dari Indonesia

Pasukan keamanan di provinsi paling timur Indonesia, Papua, sedang memburu kelompok separatis yang diduga membunuh setidaknya 24 pekerja konstruksi yang membangun jembatan di daerah terpencil, kata juru bicara militer, Selasa (4/12).

Papua telah mengalami konflik separatis yang bergejolak sejak Papua dimasukkan ke Indonesia setelah referendum yang didukung oleh PBB pada tahun 1969 dan tetap menjadi salah satu wilayah termiskinnya.

Kolonel Muhammad Aidi mengatakan pasukan keamanan sedang mencoba untuk mengkonfirmasi laporan dari seorang pendeta bahwa 24 pria dari perusahaan konstruksi PT Istaka Karya yang bekerja di distrik Yigi telah “dibantai secara sadis” oleh kelompok separatis kriminal bersenjata.

Polisi dan personil militer telah berusaha menuju ke daerah itu setelah menerima laporan melalui transmisi radio meskipun komunikasi sulit karena kurangnya listrik di daerah itu, kata Aidi.

“Menurut laporan yang kami terima, kejadian itu dimulai dengan kelompok separatis kriminal bersenjata yang mengadakan upacara untuk memperingati apa yang mereka klaim sebagai hari kemerdekaan mereka pada 1 Desember,” kata Aidi kepada Metro TV.

Aidi mengatakan bahwa salah satu pekerja tampaknya telah mengambil foto yang membuat marah kelompok itu dan memicu pembunuhan tersebut.

Beberapa orang Papua menganggap 1 Desember sebagai hari kemerdekaan mereka dari kekuasaan kolonial Belanda, mengibarkan bendera separatis terlarang dan menggelar unjuk rasa.

Pada akhir pekan, polisi menahan lebih dari 500 orang Papua yang menggelar unjuk rasa untuk memperingati apa yang mereka yakini sebagai peringatan 57 tahun kemerdekaan Papua di beberapa kota di seluruh Indonesia, termasuk 233 pelajar di kota terbesar kedua di Indonesia di Surabaya, menurut situs media Tempo.com.

Aidi mengatakan mayat para pekerja konstruksi diyakini berada di dekat jembatan yang mereka bangun.

Sejak berkuasa pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo telah berjanji untuk mempercepat pembangunan dan membuka akses ke provinsi yang kaya sumber daya termasuk melalui proyek jalan Trans Papua untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil di provinsi ini.

Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan jembatan yang ditujukan untuk menghubungkan jalan Trans Papua itu akan ditunda sampai daerah itu diamankan.

Walaupun separatis sering disalahkan karena melakukan serangan, Komisi Hak Asasi Manusia Indonesia juga mendesak Presiden Widodo untuk mengakhiri pelanggaran hak oleh pasukan keamanan di Papua, area di mana akses oleh media asing sering dibatasi.

Baca Juga: Negara dan Gereja Bekerja Sama untuk Pendidikan di Papua

Dilaporkan oleh Gayatri Suroyo dan Agustinus Beo Da Costa; Ditulis oleh Ed Davis; Disunting oleh Michael Perry

Keterangan foto utama: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menunjukkan peta Papua selama konferensi pers setelah setidaknya 24 pekerja konstruksi yang membangun jembatan di daerah terpencil di provinsi Papua diduga dibunuh oleh kelompok separatis, di Jakarta, Indonesia, 4 Desember, 2018. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Pemerintah Indonesia: Separatis Papua Bunuh Puluhan Pekerja

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top