Pemerintahan Trump Akan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Amerika

Pemerintahan Trump Akan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia

Bendera AS terbang dekat bendera Rusia dari gedung utama Kedutaan Besar AS di Moskow pada hari Selasa, sementara hubungan antara kedua negara memburuk. (Foto: EPA-EFE/Shutterstock/Sergei Ilnitsky)
Home » Featured » Amerika » Pemerintahan Trump Akan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia

Amerika diperkirakan akan menargetkan orang-orang dalam daftar pemimpin politik dan bisnis Rusia yang berpengaruh, yang dirilis oleh Departemen Keuangan pada bulan Januari. Pemerintahan Trump juga dapat menerapkan sanksi untuk menargetkan siapa pun yang melakukan bisnis signifikan dengan intelijen dan sektor pertahanan Rusia.

    Baca juga: Amerika Jatuhkan Sanksi bagi 13 Orang Rusia yang Didakwa Mueller

Oleh: John Hudson, Josh Dawsey, dan Shane Harris (The Washington Post)

Amerika Serikat (AS) yang berada dibawah kepemimpinan pemerintahan Trump diperkirakan akan memberlakukan sanksi tambahan terhadap Rusia pada Jumat (6/4), menurut para pejabat AS.

Sanksi tersebut bersifat ekonomi dan dirancang untuk menargetkan oligarki yang memiliki hubungan dengan Presiden Vladimir Putin, kata para pejabat. Jumlah terakhir warga Rusia yang menghadapi tindakan hukuman masih berubah-ubah, kata para pejabat AS, tetapi AS diperkirakan akan memasukkan setidaknya enam orang di bawah sanksi yang diberikan kepada presiden tersebut oleh Kongres.

Dalam beberapa pekan terakhir, penasihat keamanan nasional Trump telah mendorong lebih banyak sanksi, setelah kasus keracunan terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris, campur tangan dalam pemilu AS tahun 2016, dan serangan siber yang disebut paling merusak dan mahal dalam sejarah.

Para pejabat berbicara tentang sanksi tersebut tanpa mau menyebutkan namanya, karena mereka tidak berwenang untuk membahas tindakan yang masih tertunda tersebut.

Pada Selasa (3/4) malam, penasihat keamanan nasional H.R. McMaster, meminta Amerika Serikat untuk mengambil garis keras terhadap Moskow, dan mengatakan, “Kami telah gagal untuk memberlakukan tanggung jawab yang cukup.”

Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden Trump mengatakan dalam konferensi pers Gedung Putih bahwa “tidak ada yang lebih tegas terhadap Rusia daripada saya.”

Para pejabat Rusia, sementara itu, telah menyatakan kekesalannya terhadap Amerika Serikat. Duta Besar Moskow untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov, mengatakan bahwa “atmosfer di Washington adalah racun.”

“Ini atmosfer beracun,” katanya kepada NBC News.

Amerika Serikat diperkirakan akan menargetkan orang-orang dalam daftar pemimpin politik dan bisnis Rusia yang berpengaruh, yang dirilis oleh Departemen Keuangan pada bulan Januari, kata para pejabat.

Amerika Serikat juga dapat menerapkan sanksi berdasarkan kekuatan yang diberikan oleh Kongres untuk menargetkan siapa pun yang melakukan bisnis signifikan dengan intelijen dan sektor pertahanan Rusia.

    Baca juga: Perang Dagang Amerika-China: Jadi Target Sanksi Perdagangan, China Serang Balik Trump dengan Tarif

“Jika mereka melakukan sesuatu yang tegas seperti ini, mungkin akan lebih sulit dalam meyakinkan anggota Kongres yang marah, dan masyarakat yang melihat masa jabatan paruh waktu, dan bertanya-tanya apakah pemerintahan ini fokus pada ancaman Rusia dan mengambil langkah untuk mengatasinya,” kata Liz. Rosenberg, mantan pejabat Departemen Keuangan yang berada di Pusat Keamanan Amerika Baru.

Juru bicara Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri menolak berkomentar.

Langkah yang tertunda dari Departemen Keuangan ini dikeluarkan ketika pemerintahan Trump mengambil sikap yang semakin keras terhadap Moskow, atas desakan para ajudan senior presiden dan sekutu utama AS.

Pekan lalu, Amerika Serikat mengusir 60 mata-mata dan diplomat Rusia sebagai tanggapan atas keracunan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, yang merupakan pengusiran terbesar Rusia dalam sejarah AS.

Pada awal Maret, pemerintah juga menjatuhkan sanksi baru pada para peretas dan agen mata-mata pemerintah Rusia karena ikut campur dalam pemilu tahun 2016 dan serangan siber.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintahan Trump telah mempertimbangkan tindakan tambahan untuk mengecam agresi Rusia secara terbuka. Pada Jumat (30/3) lalu, Duta Besar AS untuk Rusia, Jon Huntsman Jr., mengatakan kepada para pejabat pemerintah bahwa ia ingin mengadakan konferensi pers di Moskow tentang pengusiran Rusia terhadap para diplomat AS dari negara itu, menurut para pejabat yang akrab dengan masalah ini.

Pada akhirnya, pemerintah memilih untuk tidak mengadakan konferensi pers tersebut karena alasan yang masih belum jelas, tetapi Huntsman benar-benar muncul dalam sebuah video di YouTube yang menjelaskan keputusan Washington.

Di Kongres, pemerintahan Trump terus menghadapi tekanan di kedua partai untuk mengambil tindakan agresif terhadap Putin. Dalam sebuah wawancara, Senator Lindsey O. Graham (R-S.C.), mengatakan bahwa walau dia mengagumi langkah-langkah pemerintahan tersebut, namun dia yakin mereka telah diadili oleh pemerintahan lain dan telah gagal. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat harus membantu negara-negara yang bergantung pada Rusia untuk minyak dan gas, untuk menemukan peluang baru.

“Kami harus menyerang mereka dengan merebut pelanggan mereka,” katanya.

Philip Rucker berkontribusi dalam laporan ini.

 

Keterangan foto utama: Bendera AS terbang dekat bendera Rusia dari gedung utama Kedutaan Besar AS di Moskow pada hari Selasa, sementara hubungan antara kedua negara memburuk. (Foto: EPA-EFE/Shutterstock/Sergei Ilnitsky)

Pemerintahan Trump Akan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top