pemimpin isis
Timur Tengah

Pemimipin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi Sebut Kekalahan Ujian dari Allah

Berita Internasional >> Pemimipin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi Sebut Kekalahan Ujian dari Allah

ISIS media al-Furqan merilis video yang kabarnya berisi rekaman audio dari pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara pria, diyakini suara pemimpin ISIS tersebut, mengatakan kekalahan yang mereka derita baru-baru ini adalah sebuah ujian dari Allah. Rekaman itu dirilis Rabu (22/8).

Oleh: Mohammed Tawfeeq dan Steve Almasy (CNN)

Baca Juga: Irak Serang Ruang Operasi ISIS di Suriah

Untuk pertama kalinya dalam hampir satu tahun, ISIS telah merilis apa yang dikatakannya sebagai pesan audio baru dari pemimpinnya Abu Bakr al-Baghdadi.

Dalam pesan itu, pria yang ada dalam rekaman mengakui bahwa kelompok ISIS kalah, dan itu adalah ujian dari Allah, dan mengatakan bahwa mereka harus tetap bersama.

Pria itu mengatakan bahwa para pengikutnya sedang diuji dengan “rasa takut dan lapar”, tetapi mengatakan bahwa “kabar gembira” akan diberikan kepada mereka yang “sabar bertahan.”

Pesan audio itu dipublikasikan oleh sayap media ISIS al-Furqan pada Rabu (22/8).

CNN tidak dapat secara independen mengkonfirmasi bahwa suara pada rekaman itu adalah suara pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

“Komando Pusat Amerika Serikat (AS) mengetahui tentang dugaan rekaman audio tersebut,” kata juru bicara Komando Pusat Kapten William Urban. “Saya tidak akan mengomentari penilaian kami tentang rekaman itu. Kami tidak tahu di mana Abu Bakr al-Baghdadi saat ini, tetapi dia terus menjadi seseorang yang kami tertarik untuk singkirkan dari medan perang.”

“Saya tidak percaya bahwa sumber resmi pemerintah AS pernah mengklaim bahwa dia sudah mati.” Ketika ditanya apakah itu berarti para pejabat AS percaya bahwa pemimpin ISIS masih hidup, Urban berkata, “Ya.”

Jika rekaman itu dari Baghdadi, ini adalah pesan audio pertama darinya yang dirilis, sejak jatuhnya Raqqa pada Oktober 2017, seiring wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah terus berkurang.

Pria dalam rekaman itu menyebut tentang kekalahan besar ISIS. “Bagi mujahidin yang percaya, skala kemenangan atau kekalahan tidak dilihat dari kota yang direbut atau dilihat dari mereka yang memiliki superioritas udara, atau rudal antar-benua atau bom pintar, dan bukan dari seberapa banyak pengikut yang mereka miliki,” katanya.

“Skala itu tergantung pada seberapa besar iman yang dimiliki oleh para penyembah,” tambahnya.

Rekaman audio itu berlangsung selama sekitar 55 menit.

Sang pembicara merujuk pada peristiwa baru-baru ini, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Turki. Dia mengacu pada sanksi yang dikenakan Amerika Serikat pada Turki pada tanggal 1 Agustus, “hanya untuk membebaskan pendeta”—mengacu pada pendeta AS Andrew Brunson, yang ditahan di Turki.

Pria itu juga mengatakan bahwa Rusia dan Iran berusaha memberontak melawan sanksi dan menghindari situasi yang serupa dengan Korea Utara. Suara itu mengatakan bahwa Amerika menggunakan “kebijakan geng” dan itu adalah sebuah “tanda kelemahan.”

Pria itu juga menyebutkan kota Idlib di Suriah, dan mengatakan bahwa militer Rusia dan Suriah akan menyerbunya “dengan bantuan para pengkhianat”—merujuk pada beberapa pemberontak Suriah. Dan pembicara itu memanggil para Muslim Sunni untuk menggulingkan pemerintah Yordania, yang merupakan sekutu Amerika Serikat dan Inggris.

Pesan langka

Baghdadi hanya sekali tampil di depan publik, pada Juli 2014, di Masjid al-Nuri di Mosul, yang direbut kembali oleh pasukan keamanan Irak pada Juni tahun lalu.

Sejak itu, ISIS merilis berbagai pesan audio yang diklaimnya dari Baghdadi—yang paling baru, adalah rekaman pada September 2017 yang muncul untuk merujuk pada acara berita, yang terjadi setelah Rusia mengklaim bahwa dia sudah mati.

Pada bulan Februari, beberapa pejabat AS yang berbicara secara eksklusif kepada CNN mengatakan, bahwa Baghdadi telah terluka dalam serangan udara pada Mei 2017, dan harus melepaskan kendali atas kelompok teror tersebut hingga lima bulan, karena luka-lukanya.

Penilaian badan intelijen AS itu didasarkan pada laporan dari tahanan ISIS dan pengungsi di Suriah Utara, yang muncul beberapa bulan setelah serangan udara itu, para pejabat tersebut menambahkan.

Baca Juga: Pakai Senapan Usang, Sniper SAS Tembak Mati Komandan ISIS dari Jauh

Diyakini serangan udara itu terjadi dekat dengan tanggal yang diberikan oleh militer Rusia pada bulan Juni, ketika mereka mengklaim telah membunuh atau melukai pemimpin ISIS tersebut.

Pada saat itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, mereka sedang menyelidiki laporan bahwa Baghdadi telah tewas dalam serangan udara pada tanggal 28 Mei di pinggiran Raqqa—markas utama kelompok itu—yang didukung oleh pasukan AS pada bulan Oktober lalu.

Para analis memperingatkan pada waktu itu, bahwa laporan kematian Baghdadi harus dilihat dengan skeptis mengingat tingginya jumlah laporan palsu sebelumnya.

Barbara Starr dan Nick Paton Walsh dari CNN berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Dalam foto yang diambil dari sebuah video propaganda, Abu Bakr al-Baghdadi berbicara di depan para jemaah, di sebuah masjid di kota Mosul Irak utara yang dikuasai militan, pada tanggal 5 Juli 2014. (Foto: AFP/Getty Images)

Pemimipin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi Sebut Kekalahan Ujian dari Allah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top