Muslim Cyber Army: Benarkah Ada Operasi ‘Berita Palsu’ yang Memicu Perpecahan di Indonesia?
Titik Harian

Muslim Cyber Army Ditangkap Karena Berpotensi Memecah-belah

Anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang ditangkap. (Foto: Antara Foto/Reno Esnir)
Berita Internasional >> Muslim Cyber Army Ditangkap Karena Berpotensi Memecah-belah

Oknum yang mengaku anggota sindikat Muslim Cyber Army (MCA) oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri. Namun di balik penangkapan oknum MCA, sosok Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua DPR justru pasang badan membela mereka. Terkait hal ini, Wasekjen PB PMII Faikar Romdhon mengaku sangat menyayangkan sikap politisi Gerindra yang cenderung menyudutkan upaya aparat kepolisian.

Oleh: Tsani Itsna Ariant

Belakangan ramai terdengar kabar tertangkapnya oknum yang mengaku anggota sindikat Muslim Cyber Army (MCA) oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri. Sebagian kalangan merasa lega karena konten ujaran kebencian dan hoax di media sosial akan terhenti.

Namun di balik penangkapan oknum MCA, sosok Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua DPR justru pasang badan membela mereka. Fadli menyebut upaya pembongkaran sindikat MCA merupakan langkah untuk mematikan demokrasi Indonesia.

    Baca Juga : Indonesia Butuh China untuk Kembali pada Rencana Pembangunan Infrastruktur

Terkait hal ini, Wasekjen PB PMII Faikar Romdhon mengaku sangat menyayangkan sikap politisi Gerindra yang cenderung menyudutkan upaya aparat kepolisian.

“Sangat disayangkan jika seorang Wakil Ketua DPR RI sekelas Fadli Zon menganggap pengungkapan MCA oleh kepolisian merupakan upaya untuk mematikan demokrasi. Bagi saya, ini adalah upaya menyelamatkan bangsa dari konflik SARA,” ujarnya dalam keterangan yang diterima MONITOR, Jumat (2/3).

Sebagai seorang pejabat negara, kata dia, seharusnya Fadli mengapresiasi kinerja Polri yang telah berhasil mencegah konflik SARA yang disebabkan oleh ujaran kebencian, hoax, dan fitnah berbasis agama yang disebarkan oleh MCA.

“Sebagai pejabat negara, Bapak Fadli Zon seharusnya juga ikut serta menjaga harmonisasi di masyarakat dan mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah berhasil mencegah konflik SARA karena ulah MCA,” tegasnya.

Mantan Ketua Umum PC PMII Jakarta Timur ini menilai, MCA merupakan kelompok sistematis karena memiliki beberapa kelompok yang memiliki tugas masing-masing. Ada yang bertugas memproduksi konten hoax, menyebarkan konten, hingga mereport dan menyebarkan virus pada akun-akun yang mereka anggap sebagai musuh.

Bahkan, Faikar menengarai ada kelompok tertentu yang mendanai sindikat MCA demi suatu kepentingan. “Jadi MCA ini sistematis, pembagian kelompoknya sudah tertata rapi. Saya berasumsi ada yang mendanainya untuk suatu kepentingan. Jadi bisa saja bukan hanya MCA, tapi juga masih ada berbagai kelompok lain dengan latar belakang yang berbeda-beda,” paparnya.

    Baca Juga : Australia Desak Indonesia untuk Tidak Berikan Keringanan terhadap Abu Bakar Baasyir

Kendati demikian, ia meminta aparat keamanan tidak hanya fokus membongkar sindikat MCA, tetapi juga kelompok-kelompok lain yang memiliki keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa sebagaimana modus yang dijalankan MCA.

“Seluruh aparat keamanan baik Polri, BIN dan Instansi terkait harus bekerja sama membongkar dalang di balik MCA yang mengatasnamakan agama, tetapi melakukan hal yang jelas dilarang agama. Tentunya bukan hanya MCA, tapi juga seluruh kelompok penebar hoax, fitnah dan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat yang pada akhirnya bisa memecah belah persatuan masyarakat,” imbuhnya.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang ditangkap. (Foto: Antara Foto/Reno Esnir)

Muslim Cyber Army Ditangkap Karena Berpotensi Memecah-belah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top