Kepolisian Indonesia sedang mengamankan Gereja Kathedral pada saat perayaan Natal tahun 2016 lalu. Kredit: EPA
Berita Politik Indonesia

Pendidik Katolik kembali menawarkan Indonesia untuk menghentikan intoleransi

Kepolisian Indonesia sedang mengamankan Gereja Kathedral pada saat perayaan Natal tahun 2016 lalu. Kredit: EPA
Home » Berita Politik Indonesia » Pendidik Katolik kembali menawarkan Indonesia untuk menghentikan intoleransi

Pendidik Katolik di Indonesia menyambut baik rencana pemerintah untuk melibatkan sekolah dan guru dalam memerangi intoleransi dengan meminta mereka mengajarkan nilai-nilai falsafah negara. Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengatakan baru-baru ini bahwa kementerian akan mengajarkan prinsip-prinsip Pancasila ( “lima prinsip”) di semua SD dan SMP melalui kegiatan khusus dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Dia menyarankan bahwa sekolah harus menghabiskan delapan jam seminggu pada mata pelajaran ini, di kelas dan selama kegiatan ekstra kurikuler.

Pastor Vinsensius Darmin Mbula, Ketua Dewan Nasional Pendidikan Katolik, mengatakan bahwa rencana pemerintah ini sejalan dengan prinsip-prinsip yang ditekankan oleh sekolah-sekolah Katolik. “Sekolah-sekolah Katolik telah lama berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai ini pada siswa,” katanya kepada ucanews.com. Namun, dengan meningkatnya intoleransi di negeri ini, semua upaya harus diarahkan untuk kembali mengaktualisasikan-nilai tradisional dan mendukung pendidik serta lembaga-lembaga Indonesia jika diperlukan, kata imam itu.

Pancasila, dasar resmi filosofis negara Indonesia menetapkan keyakinan pada satu Tuhan, masyarakat yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, demokrasi terpimpin oleh konsensus, dan keadilan sosial bagi seluruh warga negara. Membuat prinsip-prinsip ini benar dipahami dan ditinggali dalam kehidupan sehari-hari dapat berfungsi sebagai solusi untuk mengekang intoleransi dan radikalisme yang mengancam persatuan nasional.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta guru dan sekolah untuk fokus pada kegiatan pembangunan karakter dan mengajar siswa nilai-nilai demokrasi, menyusul serangkaian aksi massa yang disponsori oleh kelompok garis keras Front Pembela Islam pada tahun 2016 di Jakarta untuk menuntut Gubernur Kristen Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama agar dihukum mati untuk penghujatan. (Sumber: UCAN)

Sumber : http://en.radiovaticana.va/news/2017/01/30/catholic_educators_back_indonesias_bid_to_stop_intolerance/1289231

Pendidik Katolik kembali menawarkan Indonesia untuk menghentikan intoleransi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top