Putusan Pengadilan Terorisme
Berita Politik Indonesia

Pengadilan Jatuhi Hukuman 11 Tahun Penjara terhadap Terdakwa Teroris

Militan Wawan Kurniawan memberi isyarat selama persidangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat di Jakarta, Indonesia, Kamis, 13 September 2018. Pengadilan Indonesia menghukum militan tersebut 11 tahun penjara karena melakukan pelatihan sebagai persiapan serangan terorisme. (Foto: AP Photo/Tatan Syuflana)
Home » Berita Politik Indonesia » Pengadilan Jatuhi Hukuman 11 Tahun Penjara terhadap Terdakwa Teroris

Wawan Kurniawan—seorang terdakwa teroris yang mempersiapkan serangan terorisme di Riau dan juga terlibat dalam kerusuhan di Mako Brimob pada bulan Mei lalu—dijatuhi hukuman 11 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Kamis (13/9). Jaksa menuntut hukuman 13 tahun penjara, namun putusan pengadilan terorisme meringankan hukuman karena Wawan bersikap sopan dan belum pernah dijatuhi hukuman pidana sebelumnya.

Baca juga: Insiden Mako Brimob Pertanda ISIS Masih Mematikan di Indonesia

Oleh: The Associated Press

Pengadilan Indonesia menghukum seorang militan Islam pada Kamis (13/9) hingga 11 tahun penjara, setelah menemukan bahwa dia bersalah karena melakukan pelatihan dalam persiapan untuk serangan terorisme.

Wawan Kurniawan ditangkap bersama dengan empat militan lainnya pada Oktober lalu oleh pasukan anti-teror di Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.

Hakim Suhartono—yang memimpin persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat—mengatakan bahwa Wawan telah terbukti bersalah di bawah undang-undang anti teror.

Wawan (43 tahun), adalah pemimpin lokal Jemaah Anshorut Daulah—jaringan militan Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok ISIS yang telah terlibat dalam berbagai serangan di negara tersebut.

Wawan dituduh telah memprovokasi kerusuhan pada bulan Mei di Mako Brimob, di mana enam petugas tewas oleh para napi militan yang mengambil alih sebagian penjara dekat ibu kota Indonesia tersebut. Seorang militan juga terbunuh.

Seminggu kemudian, empat lelaki bersenjata yang diduga tergabung dalam Jemaah Anshorut Daulah menyerang markas polisi di Pekanbaru dan ditembak mati oleh polisi. Orang kelima yang mengendarai kendaraan mereka ditangkap ketika mencoba melarikan diri. Satu petugas tewas dan dua lainnya terluka.

Baca juga: Opini: Sejauh Mana Upaya Indonesia Berantas Akar Masalah Terorisme?

Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita Aamaq.

Jaksa telah menuntut hukuman 13 tahun penjara untuk Wawan, tetapi panel hakim mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk meringankannya karena kesopanan Wawan selama persidangan, dan karena dia tidak pernah dijatuhi hukuman dalam kasus pidana sebelumnya.

Indonesia telah melakukan tindakan keras terhadap militan sejak pengeboman oleh kelompok radikal yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Bali pada tahun 2002 yang menewaskan 202 orang.

Keterangan foto utama: Militan Wawan Kurniawan memberi isyarat selama persidangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat di Jakarta, Indonesia, Kamis, 13 September 2018. Pengadilan Indonesia menghukum militan tersebut 11 tahun penjara karena melakukan pelatihan sebagai persiapan serangan terorisme. (Foto: AP Photo/Tatan Syuflana)

Pengadilan Jatuhi Hukuman 11 Tahun Penjara terhadap Terdakwa Teroris

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top