Pensiunan Jenderal Korsel Beri Gambaran Betapa Kuatnya Militer Korea Utara Saat Ini
Asia

Pensiunan Jenderal Korsel Beri Gambaran Betapa Kuatnya Militer Korea Utara Saat Ini

Angkatan udara tua Korea Utara akan mudah kalah oleh Korea Selatan, dan senjata yang paling mengancam adalah milik divisi militer lainnya. (Foto: KCNA/Reuters)
Home » Featured » Asia » Pensiunan Jenderal Korsel Beri Gambaran Betapa Kuatnya Militer Korea Utara Saat Ini

Pensiunan jenderal Korea Selatan yang terpandang di negaranya menjabarkan kekuatan militer Korut, dan kemampuan mereka untuk bertahan dan menghancurkan, kepada orang Amerika. Menurutnya, walaupun harus mempersiapkan diri, perang harus menjadi opsi terakhir.

Oleh: Kim Hjelmgaard (USA Today)

Seorang jenderal pensiunan terkemuka Korea Selatan mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) ke Korea Utara akan dipenuhi oleh tentara bersenjata yang berjuang dengan semangat religius untuk membela tanah air mereka.

“Saya mencoba menjelaskan kepada orang Amerika—jika mereka harus pergi ke Korea Utara, tidak akan seperti pergi ke Irak atau Afghanistan. Ini tidak akan seperti menggulingkan (mantan Presiden Irak Saddam) Hussein. lebih seperti mencoba untuk menyingkirkan Allah,” kata Letnan Jenderal (purn) I.-B. Chun, mengacu pada kata Bahasa Arab untuk “Tuhan.”

Chun, yang berbicara di sebuah wadah pemikir di London Rabu (10/1) malam, mengatakan. “Saya berkata kepada tim saya: Dapatkah Anda membayangkan seperti apa tampangnya? (Pemimpin Korea Utara) Raja Jong Un dan keluarganya adalah pemujaan di Korea Utara.”

Siapakah Kim Jong Un Sebenarnya: Mitos dan Fakta Pemimpin Korea Utara

Kim Jong Un berdiri di samping istrinya Ri Sol Ju saat mereka menonton Lomba Penerbangan Tempur 2014 di antara perwira komando Angkatan Udara Rakyat Korea dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA di Pyongyang, 10 Mei 2014. (Foto: KCNA via Reuters)

Dinasti Kim telah memerintah Korea Utara sejak didirikan pada tahun 1948. Tiga pemimpinnya—yang pertama Kim Il Sung, kemudian Kim Jong Il dan sekarang Kim Jong Un—telah menarik para pengikut yang intens dan penuh dedikasi yang telah membuat mereka tetap berkuasa.

Dalam bukunya yang baru, North Korea: The Country We Love to Hate, analis politik Loretta Napoleoni menggambarkan filosofi “juche” yang terisolasi yang menghargai kemandirian dan nasionalisme ekstrem “sebagai agama modern, serupa dengan Scientology, non-transendental doktrin dengan sedikit absurditas dan banyak dogma.”

    Baca juga: Jelang Olimpiade Musim Dingin, Korea Utara Tetap Gelar Parade Militernya

“Saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan militer Korut yang telah membelot ke Korea Selatan—dan Anda tidak dapat membayangkan bagaimana mengindoktrinasi mereka,” kata Chun. “Ini adalah orang-orang yang telah membelot, namun masih ada kepercayaan bawaan terhadap sistem mereka yang mendekati konyol.”

Chun, yang pensiun 18 bulan yang lalu setelah bertugas di militer Korea Selatan selama hampir 40 tahun, menyandang pangkat setinggi wakil komandan Angkatan Darat Korea Selatan Pertama, sebuah posisi yang juga melibatkan pemimpin pasukan khusus negara tersebut.

Menurut Chun, yang tinggal hanya 35 mil dari perbatasan Utara, inilah beberapa tantangan yang akan dihadapi pasukan sekutu dalam hal perang:

Mayoritas infrastruktur militer Korut berada di bawah tanah, sebuah reaksi pencegahan akibat trauma pemboman besar-besaran oleh pasukan AS selama Perang Korea, yang berakhir pada tahun 1953 dengan sebuah gencatan senjata dan bukan sebuah perjanjian damai.

Setiap orang Korea Utara, mulai usia 14, mendapat pelatihan 100 jam setiap tahun tentang cara menembak senjata, menembakkan granat berpeluncur roket, melempar granat, memasang tenda dan keterampilan bertahan lainnya. “Korea Utara dimiliterisasi jauh melampaui imajinasi (Barat),” kata Chun.

Sementara persenjataan angkatan udara militer Korut secara signifikan ketinggalan jaman dengan sekitar 1.000 jet tempur tua, pesawat ini akan digunakan untuk serangan gaya kamikaze alih0-alih pertarungan udara. “Mereka akan memuatnya dengan banyak bahan bakar, beberapa bom, dan memberi tahu pilotnya, ‘Itu adalah target Anda dan Anda perlu menghancurkannya,'” katanya.

Rezim Kim juga memiliki senjata kimia dan biologi, yang diperkirakan Chun berjumlah antara 2.500 dan 5.000 ton. Selain itu, Korea Utara memiliki artileri dan roket yang secara langsung mengancam ibukota Korea Selatan Seoul, salah satu wilayah metropolitan terbesar di dunia dengan populasi 25 juta orang.

Militer Korut memiliki 1,3 juta anggota aktif dan 7,7 juta anggota cadangan. Mereka memiliki 200.000 pasukan khusus, yang nama resminya diterjemahkan sebagai “unit monyet,” sebuah rujukan, kata Chun, kepada “peran pengecoh dan pengganggu yang akan mereka mainkan” dalam konflik apapun.

Bagian terbesar militer adalah Angkatan Darat Rakyat Korea, yang mencakup sekitar 1,2 juta personil aktif dan jutaan lebih banyak warga sipil yang secara efektif menjadi cadangan.

Bagian terbesar militer adalah Angkatan Darat Rakyat Korea, yang mencakup sekitar 1,2 juta personil aktif dan jutaan lebih banyak warga sipil yang secara efektif menjadi cadangan. (Foto: KCNA/Reuters)

Jika terjadi serangan atau invasi asing, warga Korea Utara akan tetap setia kepada Kim dalam waktu dekat. “Mereka memiliki sistem di mana lima sampai 10 keluarga diorganisir menjadi sebuah kelompok, dan jika satu orang dari kelompok tersebut berperilaku tidak baik, maka keseluruhan lima atau 10 keluarga pergi ke gulag atau dieksekusi. Jadi, semua orang memata-matai orang lain. Mekanisme besar untuk menjaga dan mengendalikan orang,” katanya.

    Baca juga: Ini yang Mungkin Akan Terjadi Jika Korea Utara Menembakkan Senjata Nuklir ke Amerika

Chun juga merupakan penasihat keamanan nasional untuk Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat dia mencalonkan diri untuk jabatan. Dia pertama kali menjadi terkenal di Korea Selatan pada tahun 1983 sebagai letnan muda ketika mendapat kredit karena menyelamatkan nyawa seorang jenderal senior Korea Selatan selama sebuah pemboman teroris di Burma. Kemudian, dia menjadi salah satu kontak paling senior untuk komandan militer AS di Korea Selatan.

Dia memberikan penilaiannya terhadap ancaman yang dihadapi Seoul dan Washington di tengah laporan, termasuk di The Wall Street Journal, bahwa meskipun ada pelonggaran ketegangan setelah pembicaraan minggu ini antara Korea Utara dan Selatan untuk pertama kalinya dalam dua tahun, administrasi Trump masih tertatih-tatih antara melakukan serangan pencegahan terhadap Pyongyang karena mengupayakan senjata nuklir, atau bertahan dalam diplomasi.

“Banyak pembicaraan bagus sedang berlangsung—banyak energi bagus, saya menyukai apa yang saya lihat,” kata Presiden Trump pada hari Rabu. Korea Utara setuju untuk mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korea Selatan dan mengadakan perundingan militer yang bertujuan untuk meredakan kebencian di garis depan.

Namun, Chun mengatakan Pyongyang siap berperang dan “satu barak besar.”

Dia mengatakan uji coba rudal terbaru Korea Utara pada bulan November mengindikasikan bahwa pihaknya memiliki rudal balistik antar benua yang mampu menyerang daratan AS, termasuk Washington, D.C.

Meski 'tak canggih' dan tua, pasukan kapal selam Korea Utara adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Meski ‘tak canggih’ dan tua, pasukan kapal selam Korea Utara adalah salah satu yang terbesar di dunia. (Foto: KCNA/Reuters)

“Tapi dengan asumsi (rudal) itu hanya memiliki hulu ledak 150 kilogram,” kata Chun. “Jika memiliki hulu ledak 500 kilogram—yang menurut kami memiliki kemampuan nuklir—mungkin tidak akan sampai ke ibu kota. Korea Utara tidak benar-benar memiliki kemampuan itu, dan inilah kekurangan yang masih ada pada mereka, Jika mereka ingin menjadi perantara kesepakatan dengan Amerika, mereka perlu melakukannya sekarang. ”

Chun mengatakan bahwa selama karir militernya dia menjadi yakin “jika Anda menginginkan kedamaian, satu-satunya pelajaran yang terbukti adalah Anda harus mempersiapkan diri untuk perang. Ya, ada pilihan militer untuk Korea Utara. Tapi seperti sakit gigi, dan harus mencabut semua gigi Anda, itu harus menjadi pilihan terakhir—semoga kita tak harus menggunakannya.”

Keterangan foto utama: Angkatan udara tua Korea Utara akan mudah kalah oleh Korea Selatan, dan senjata yang paling mengancam adalah milik divisi militer lainnya. (Foto: KCNA/Reuters)

Pensiunan Jenderal Korsel Beri Gambaran Betapa Kuatnya Militer Korea Utara Saat Ini

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top