Penutupan Pemerintahan AS
Amerika

Penutupan Pemerintahan AS: Belum Ada Titik Terang

Berita Internasional >> Penutupan Pemerintahan AS: Belum Ada Titik Terang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana liburannya untuk tetap di Washington. Demokrat terus menolak permintaannya untuk membangun dinding perbatasan. Senat AS tidak akan melangsungkan pertemuan sampai sesudah Natal.

Baca Juga: Sekali Lagi, Semua Pakar Salah Memprediksi Trump

Oleh: Deutche Welle (DW)

Penutupan pemerintahan Amerika Serikat sebagian akan terus berlanjut setidaknya sampai lima hari ke depan. Hal ini terjadi karena para pembuat kebijakan di Senat tidak mendapatkan progres pada hari Sabtu (22/12) atas kebuntuan untuk dana tembok perbatasan Presiden Donald Trump.

Penutupan pemerintahan, pada malam dimulainya liburan Natal, adalah yang ketiga kalinya sejak presiden naik jabatan kurang dari dua tahun lalu. Hal ini terjadi pada masa-masa sulit Gedung Putih, di tengah pengunduran diri Kepala Staf John Kelly dan mundurnya Menteri Pertahanan Jim Mattis yang mengejutkan.

Trump memicu penutupan pemerintahan ini ketika ia menolak untuk menandatangani tagihan bujet jangka pendek karena tagihan itu tidak memasukkan biaya $5,7 miliar untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

Walaupun tidak ada cukup suara di Senat untuk meloloskan tagihan itu, presiden melipatgandakan apa yang ia sebut sebagai janji kampanye yang membuatnya terpilih.

“Saya berada di Gedung Putih, bekerja keras,” twit Trump pada Sabtu pagi. “Krisis aktivitas ilegal di Perbatasan Selatan sungguh benar dan tidak akan berhenti sampai kita membangun Pembatas Besi besar atau Tembok,” ujarnya dalam twit yang lain.

Trump seharusnya berangkat ke Florida pada hari Jumat untuk menghabiskan waktu Natal bersama keluarganya di Mar-a-Lago. Namun, karena kericuhan politik, ia akan menghabiskan hari liburya di Washington, dan keluarganya berangkat dari ibu kota ke West Palm Beach, ujar Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders.

Senator Pulang untuk Merayakan Natal

Senat melangsungkan suatu sesi pada Sabtu sore. Namun para pembuat kebijakan itu mengatakan, tidak ada progres yang dicapai dan beberapa jam kemudian, sesi itu diakhiri.

Baca Juga: Drama Penutupan Pemerintahan Amerika Kedua dalam Tiga Minggu Akhirnya Usai

“Pertemuan Senat selanjutkan akan dilangsungkan pada hari Senin, tanggal 24. Sesi yang sudah dijadwalkan selanjutnya adalah pada tanggal 27 Desember,” ujar Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell, seorang Republik. Hal itu mengonfirmasi bahwa tidak akan ada pemungutan suara yang akan dilangsungkan dalam lima hari ke depan.

“Dengar, apa saja bisa terjadi,” ujar McConnell pada para wartawan setelah menutup sesi Senat. Pemimpin Republik kebanyakan memilih untuk tetap berada di garis belakang negosiasi, dengan McConnell mengatakan, kesepakatan apapun untuk membuka pemerintahan akan membutuhkan sebuah resolusi antara presiden dan Demokrat.

Senator Richard Shelby dari Alabama, kepala dari Appropriations Committee yang mengurus masalah bujet, mengatakan akhir yang cepat dari penutupan pemerintahan “tidaklah memungkinkan.”

Demokrat Bersikukuh

Demokrat bersikukuh pada posisi mereka, menekankan bahwa mereka telah menawarkan untuk meneruskan batas pengeluaran apda angka $1,3 miliar untuk pembangunan pagar perbatasan dan keamanan lainnya. tapi mereka tidak akan memberikan suara untuk tambahan biaya baru untuk rencana tembok Trump, yang mereka sebut mahal dan tidak efektif.

Wakil Presiden Mike Pence mendatangi Capitol Hill pada hari Sabtu untuk secara pribadi mengantarkan penawaran baru kepada Demokrat. Namun, pertemuan itu tidak berhasil.

Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer mengakui adanya pertemuan itu tapi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua sisi akan tetap berada di “jarak yang jauh.”

Schumer mengatakan “penutupan pemerintahan Trump” bisa berakhir segera jika saja Trump mau membatalkan permintaan untuk uang untuk membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko.

“Jika Anda ingin membuka pemerintahan, Anda harus melupakan tembok itu,” ujarnya.

Sementara itu, di DPR (Kongres), Nancy Pelosi, yang kemungkinan besar akan menjadi ketua, mengirimkan surat pada koleganya pada hari Sabtu mengatakan bahwa “sampai Presiden Trump secara publik berkomitmen pada resolusi bipartisan, tidak akan ada kesepakatan sampai Januari saat Kongres Mayoritas Demokrat akan secara cepat meloloskan perundangan untuk membuka kembali pemerintahan.”

Keterangan foto utama: Penutupan pemerintahan Amerika Serikat belum temukan titik terang. (Picture-alliance/dpa/J.Scott Applewhite)

Penutupan Pemerintahan AS: Belum Ada Titik Terang

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top