Ilhan Omar
Amerika

Penyiar Fox News Pertanyakan Hijab Ilhan Omar

Berita Internasional >> Penyiar Fox News Pertanyakan Hijab Ilhan Omar

Seorang pembicara untuk Fox News mempertanyakan, apakah hijab yang dikenakan oleh anggota kongres Ilhan Omar tanda bahwa ia lebih setia terhadap hukum Syariah dibanding konstitusi Amerika Serikat. Ilhan Omar adalah seorang anggota kongres berdarah Somalia, beragama Islam dan mengenakan hijab. Ia menjadi sorotan setelah beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang dianggap anti-Semit. 

Baca juga: Kontroversi Ilhan Omar dan Standar Ganda Amerika yang Memuakkan

Oleh: David Goldman (CNN)

Jeanine Pirro dari Fox News pada hari Sabtu (9/3), mempertanyakan apakah agama Islam perwakilan kongres Ilhan Omar akan menjadi penghalang terhadap Konstitusi Amerika Serikat.

Pernyataan kontroversial Ilhan Omar tentang Israel telah menempatkannya dalam sorotan.

Pirro menyiratkan dalam acaranya, bahwa keyakinan Omar tentang Israel berasal dari agamanya. Omar adalah Somalia-Amerika dan seorang Muslim yang menggunakan hijab.

“Coba pikirkan: Omar mengenakan hijab,” ujar Pirro dalam acara “Justice” di Fox News. “Apakah kepatuhannya terhadap doktrin Islam ini mengindikasikan kepatuhannya kepada hukum Syariah, yang pada dasarnya berlawanan dengan Konstitusi AS?”

Juru bicara Fox tidak merespons permintaan komentar. Namun, seorang staf Fox News melawan pernyataan Pirro.

Hufsa Kamal, seorang produser untuk acara “Special Report with Bret Baier” Fox, menulis twit, “@JudgeJeanine bisakah Anda berhenti menyebarkan narasi yang salah bahwa Muslim membenci Amerika dan wanita yang menggunakan hijab tidak cukup Amerika? Ada orang-orang Muslim yang bekerja di jaringan TV yang sama dengan Anda, termasuk saya.”

Baca juga: Ilhan Omar Tidak Memahami Mengapa Amerika Mendukung Israel

Omar telah lama menjadi pengkritik kebijakan Palestina Israel, dan seorang pendukung gerakan Boikot-Divestasi-Sanksi di Amerika Serikat yang mengutuk kebijakan-kebijakan pemerintah Israel.

Langkah-langkahnya itu tidaklah anti-semit. Namun Omar telah mengeluarkan beberapa pernyataan tentang Israel dalam beberapa bulan terakhir yang menggemakan ekspresi anti-Semit tentang kesetiaan ganda, uang dan kekuasaan Yahudi.

Sebagai contoh, ia mempertanyakan kenapa tindakan para pendukung Israel “untuk mendorong aliansi dengan negara asing” bisa diterima. Sebagai tanggapan atas twit jurnalis Glenn Greenwald tentang politisi yang mendukung Israel, Omar menjawab, “Semuanya tentang uang.” Dan dalam tanggapan tentang siapa yang ia yakini membayar para politisi Amerika yang pro-Israel, Omar merespons “AIPAC!”, mengacu pada grup lobi pro-Israel.

Setelah pernyataan kontroversial Omar yang terakhir tentang para pendukung Israel, DPR AS pada hari Kamis meloloskan satu resolusi yang secara luas mengutuk kebencian dan intoleransi, termasuk diskriminasi anti-Semit dan anti-Muslim.

“Kami sangat banggat bisa menjadi bagian dari badan yang telah mengedepankan pengecaman untuk segala bentuk kefanatikan (bigotry) termasuk anti-Semit, rasisme, dan supremasi kulit putih,” ujar Omar dalam pernyataan gabungan dengan rekan-rekan sesama anggota kongres Demokrat, Rashida Tlaib dan Andre Carson—ketiganya adalah Muslim.

“Di waktu ketika eksremisme sedang meningkat, kita harus secara eksplisit mengutuk intoleransi beragam dalam segala bentuk, dan mengakui rasa sakit yang dirasakan oleh semua komunitas,” ujar mereka. “Negara kita sedang melakukan pembicaraan yang sulit dan kami yakin ini adalah progres yang besar.”

Pertanyaan Pirro tentang kesetiaan Omar serupa dengan pertanyaan-pertanyaan Omar tentang kesetiaan para pendukung Israel: Omar bertanya kenapa bisa diterima bagi seorang Amerika untuk pro-Israel, Pirro mempertanyakan bagaimana seorang Muslim bisa mengikuti aturan religius Islam dan hukum konstitusi Amerika pada saat yang sama.

Baca juga: Dua Wanita Muslim Anggota Kongres AS Jadi Target Serangan Saudi-Israel

Hukum Syariah mengacu pada serangkaian prinsip yang mengatur kehidupan moral dan keagamaan umat Muslim. Kepatuhan para Muslim kepada hukum Syariah beragam di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Selayaknya dengan agama-agama besar, pada cendikiawan telah menginterpretasikan Alquran dan teks-teks lainnya dalam berbagai cara. Dan Musli dari berbagai aliran, wilayah, dan negara yang berbeda mempraktikkan dengan cara yang berbeda, dan dengan perbedaan tingkat kepatuhan.

Atribut keagamaan, termasuk hijab, habits (penutup kepala biarawati, dan yarmulkes (peci orang Yahudi), dilundingi oleh konstitusi AS. Komentar Pirro menggemakan keyakinan anti-Islam bahwa Muslim lebih setia kepada hukum Syariah dibanding hukum Amerika.

Keterangan foto utama: Representatif Ilhan Omar dari Partai Demokrat. (Foto: Lorie Shaull/Flickr)

Penyiar Fox News Pertanyakan Hijab Ilhan Omar

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top