Opini: Cara Menangkan Perang Dagang dengan China
Asia

Perang Dagang Semakin Meningkat, Media China: ‘Tak Ada yang Bisa Jatuhkan Kami’

Berita Internasional >> Perang Dagang Semakin Meningkat, Media China: ‘Tak Ada yang Bisa Jatuhkan Kami’

Media-media China menuliskan kepercayaan diri pemerintah mereka. Beberapa surat kabar di negara itu mengatakan, China tetap tulus dalam upayanya untuk perjanjian perdagangan yang adil, berbeda dengan “penindasan perdagangan” AS. Mereka juga memperingatkan, efek perang dagang antara AS dan China yang berkepanjangan dapat mempengaruhi pasar global secara negatif.

Oleh: Harini V (CNBC)

Media yang dikelola pemerintah China menyuarakan nada percaya diri dalam editorial hari Senin (24/9), dan memperingatkan bahwa tekanan perdagangan Amerika Serikat (AS) terhadap negara itu tidak hanya akan membebani hubungan bilateral antara kedua negara, tetapi dapat secara negatif mempengaruhi ekonomi Amerika dan pasar global yang lebih luas.

Reaksi tersebut menyusul putaran terbaru tarif timbal balik yang menargetkan barang-barang AS dan China yang mulai berlaku pada Senin (24/9), yang meningkatkan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Tarif yang dipungut AS sebesar 10 persen terhadap $200 miliar produk China, di mana tarif tersebut ditetapkan untuk meningkat menjadi 25 persen pada akhir tahun ini. Pemerintah China membalas dengan tarif atas 5.207 barang impor AS senilai sekitar $60 miliar. Sebelum tarif pada Senin (24/9) mulai berlaku, AS dan China telah menerapkan tarif hingga $50 miliar terhadap barang masing-masing.

Dalam editorial hari Senin (24/9), surat kabar yang dikontrol pemerintah China seperti Global Times dan halaman editorial China Daily, dengan cepat mengklaim bahwa Beijing tetap tenang dan adil dalam menghadapi tekanan perdagangan Washington.

Jika AS menggunakan tekanan perdagangan sebagai taktik negosiasi melawan Beijing, itu akan membahayakan ekonomi kedua negara dan dampaknya akan menyebar ke ekonomi global yang lebih luas, tulis perangeditorial yang diterbitkan oleh China Daily pada Senin (24/9).

Baca Juga: Perang Dagang Donald Trump dengan China yang Kian Membesar

“Langkah perdagangan sepihak AS tidak hanya merusak kegiatan perdagangan China-AS yang normal, tetapi juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dunia,” surat kabar yang dikelola pemerintah China melaporkan. “Jadi, jika pemerintahan Trump terus mempertahankan sikap sepihak dan proteksionisnya, dan menolak menghormati norma-norma fundamental dari prinsip saling menghormati dan konsultasi,  akan sulit bagi kedua pihak untuk membuat kemajuan substansial dalam setiap perundingan perdagangan mendatang.”

Editorial itu menambahkan bahwa China tetap tulus dalam upayanya untuk perjanjian perdagangan yang adil, berbeda dengan “penindasan perdagangan” AS.

Editorial media lainnya menyoroti erosi yang lebih luas dari hubungan AS-China, sebagai akibat dari tuduhan Washington tentang praktik bisnis dan peraturan yang tidak adil yang menguntungkan Beijing.

Misanya saja, China Daily mengklaim dalam editorial lain bahwa tuduhan Amerika bahwa China terlibat dalam “pencurian” dan transfer paksa kekayaan intelektual dan praktik perdagangan yang “tidak adil” lainnya, dapat mengganggu konsensus yang sudah berlangsung lama antara kedua negara tersebut.

Dengan demikian, jika langkah perdagangan AS terhadap China dimaksudkan sebagai tawar-menawar dalam perundingan, “mereka mungkin akhirnya akan membuat hubungan keduanya menjadi jauh lebih sulit, atau bahkan mustahil,” kata editorial tersebut.

Untuk bagiannya, Global Times—tabloid yang dikelola Partai Komunis China yang hiper-nasionalis—dalam editorial hari Senin (24/9) menyerukan agar Amerika mengakui kekuatan China dalam sengketa perdagangan ini.

“China melakukan apa yang seharusnya. China jujur ​​dan berprinsip, dan merupakan sebuah kekuatan perdagangan besar dengan kekuatan intensif. Tidak ada yang bisa menjatuhkan kami,” katanya.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Perang Dagang Trump yang Meningkat dengan China

Nyshka Chandran dari CNBC berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump. (Foto: Getty Images)

Perang Dagang Semakin Meningkat, Media China: ‘Tak Ada yang Bisa Jatuhkan Kami’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top