Bagaimana ‘Penghargaan Berita Palsu’ Trump Langgar Aturan Etika
Amerika

Peringatan Terakhir: Amerika Sedikit Lagi Menuju Perang dengan Korea Utara

Presiden Donald Trump berbicara pada sidang Majelis Umum PBB ke-72 di Markas Besar PBB di New York. (Foto: Reuters)
Home » Featured » Amerika » Peringatan Terakhir: Amerika Sedikit Lagi Menuju Perang dengan Korea Utara

Presiden Trump sedang mempersiapkan serangan terakhir untuk Korut, menurut pensiunan Jenderal AS. Dia menekankan, Amerika saat ini sedang berada pada titik terdekatnya untuk berperang dengan Korea Utara. Namun Jon Wolfsthal, yang bekerja untuk mantan presiden Barack Obama, telah melihat naskah laporan peninjauan nuklir terbaru Pentagon, dan mengatakan bahwa rencana tersebut sangat “buruk.”

Oleh: The New Zealand Herald

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempersiapkan sebuah “serangan terakhir” untuk Korea Utara, seiring Amerika Serikat (AS) yang semakin mendekati perang nuklir dengan negara “nakal” tersebut, kata seorang pensiunan jenderal AS .

Mantan Wakil Kepala Staf AS Jack Keane mengatakan kepada Fox News bahwa Trump telah berjanji untuk “mengurus” rezim Kim Jong-un yang kejam tersebut.

Dia memperingatkan bahwa AS “benar-benar” berada pada titik terdekatnya untuk berperang dengan Korea Utara.

“Kami berada pada titik yang lebih dekat untuk berperang dengan Korea Utara daripada sebelumnya.”

“Ya, karena pemerintahan ini sangat bertekad—tidak seperti dua pemerintahan sebelumnya, sebenarnya, tiga pemerintahan sebelumnya—pemerintahan ini bertekad untuk tidak membiarkan Korea Utara mengancam rakyat Amerika dengan senjata nuklir.”

“Mereka tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

“Mike Pompeo menegaskan sekali lagi bahwa hanya tinggal beberapa bulan lagi sebelum Korea Utara mencapai tujuan akhir teknologinya dari ICBM yang mampu kembali masuk dari luar angkasa.”

“Jika memang begitu, maka kita akan segera menyaksikan sebuah serangan terakhir.”

Menurut New York Times, pakar keamanan menekankan bahwa, “Tidak ada pilihan militer yang masuk akal untuk menahan Korea Utara, tanpa melibatkan hilangnya nyawa yang tidak dapat diterima.”

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang berbasis di Atlanta menjadwalkan sebuah “Tanggapan Kesehatan Masyarakat terhadap sebuah Ledakan Nuklir” pada tanggal 16 Januari, dimana para pejabat pemerintah akan menginformasikan kepada masyarakat mengenai persiapan apa yang telah dilakukan.

“Walau ledakan nuklir kemungkinan tidak terjadi, namun ledakan ini akan berdampak kehancuran, dan akan terdapat waktu yang terbatas untuk melakukan langkah-langkah perlindungan yang penting,” kata kelompok tersebut.

“Terlepas dari ketakutan seputar kejadian semacam itu, perencanaan dan persiapan bisa mengurangi kematian dan penyakit. Misalnya, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa berlindung di suatu tempat setidaknya selama 24 jam, sangat penting untuk menyelamatkan jiwa dan mengurangi paparan radiasi. Sementara badan-badan federal, negara, dan lokal, akan memimpin upaya tanggapan segera, kesehatan masyarakat akan memainkan peran utama dalam memberi tanggapan.”

Jenderal Jack Keane adalah seorang jenderal bintang empat pensiunan yang bertugas di Angkatan Darat AS selama hampir empat dasawarsa.

Jenderal Jack Keane adalah seorang jenderal bintang empat pensiunan yang bertugas di Angkatan Darat AS selama hampir empat dasawarsa. (Foto: via PBS)

Uji coba rudal terbaru Korea Utara berlangsung pada tanggal 29 November, dan rezim tersebut mengatakan bahwa rudal Hwasong-15 terbang sejauh 590 mil selama penerbangan 53 menit, sebelum mendarat di laut di dekat Jepang.

Peringatan tersebut dikeluarkan hanya seminggu setelah Kim Jong-un menyatakan bahwa “sebuah tombol nuklir selalu berada di meja saya”, dalam sebuah pidato di Hari Tahun Baru.

Dia juga mengatakan bahwa Korea Utara memiliki senjata yang mampu menjangkau AS dan bahwa perang adalah “kenyataan, bukan ancaman.”

Meski pun terdapat banyak ancaman dari Trump dan Kim Jong-un, Keane mengatakan bahwa perang tidak akan dimulai tanpa persiapan militer yang jelas dan rencana untuk melindungi masyarakat sipil.

“Jika perang sudah dekat, kita akan melihat operasi udara, laut, dan darat terjadi, beberapa di antaranya tidak bisa kita sembunyikan.”

“Kedua, kami mungkin akan memberikan beberapa peringatan kepada ratusan ribu masyarakat Amerika yang berada di Korea Selatan, termasuk keluarga tentara kami yang berada di sana, dan memberi mereka arahan apakah mereka harus dievakuasi atau tidak.”

“Dan hal-hal tersebut belum terjadi.”

Jon Wolfsthal, yang bekerja untuk mantan presiden Barack Obama, telah melihat naskah laporan peninjauan nuklir terbaru Pentagon, dan mengatakan bahwa rencana tersebut sangat “buruk.”

“Apa yang diberi tahu kepada saya oleh orang-orang yang menulis laporan tersebut adalah, bahwa apa yang mereka coba lakukan adalah mengirim pesan yang sangat jelas untuk menakut-nakuti Rusia, Korea Utara, dan China,” katanya kepada Guardian.

Dalam upaya untuk menghentikan Korea Utara, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara menyusul uji coba rudal yang terus berlanjut.

Keterangan foto utama: Presiden Donald Trump berbicara pada sidang Majelis Umum PBB ke-72 di Markas Besar PBB di New York. (Foto: Reuters)

Peringatan Terakhir: Amerika Sedikit Lagi Menuju Perang dengan Korea Utara
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top