Timur Tengah

Perjanjian Hamas-Qatar: 50.000 Warga Palestina Terima Pembayaran

Berita Internasional >> Perjanjian Hamas-Qatar: 50.000 Warga Palestina Terima Pembayaran

Ribuan warga Palestina berkumpul di berbagai kantor post di penjuru Jalur Gaza untuk menerima pembayaran. Lebih dari 50.000 keluarga Palestina mendapatkan manfaat dari Dana Bantuan Qatar–sebesar $15 juta–yang distribusinya sempat tertahan selama 3 minggu. Hamas sebelumnya sempat menolak dana bantuan dari Qatar ini.

Baca Juga: Qatar Janjikan Investasi Senilai $15 Miliar untuk Bantu Krisis Keuangan Turki

Oleh: Khaled Abu Toameh (The Jerusalem Post)

Qatar mulai mendistribusikan bantuan keuangan mereka pada hari Sabtu kepada ribuan keluarga di Jalur Gaza. Tindakan itu dilakukan satu hari setelah utusan Qatar Mohammed El-Amadi mengumumkan bahwa bagian ketiga dari dana bantuan negaranya untuk Jalur Gaza—sebesar $15 juta—akan digunakan untuk mendanai berbagai proyek di daerah kantong pesisir dalam kerja sama dengan PBB dan untuk mendukung keluarga-keluarga miskin di sana.

Pengumuman El-Amadi secara efektif mengakhiri krisis sehubungan dana Qatar, yang pecah setelah Hamas mengumumkan Kamis lalu penolakannya untuk menerima dana itu.

Khalil al-Hayya, pejabat senior Hamas di Jalur Gaza, menjelaskan bahwa gerakan ini tidak akan menerima suatu situasi dimana mereka menjadi terekspos kepada “pemerasan politik” Israel.

Hamas, ia menambahkan, tidak ingin menjadi bagian dari kampanye pemilu Israel. Ia mengacu pada kontroversi yang pecah di Israel sehubungan keputusan Kabinet Keamanan untuk menyetujui pengantaran uang Qatar ke Jalur Gaza setelah tiga minggu penundaan.

Israel mengizinkan pentransferan dana itu pada hari Kamis, setelah menahannya selama beberapa hari karena meningkatnya kekerasan di perbatasan Israel-Gaza.

Ribuan warga Palestina berkumpul di berbagai kantor pos di penjuru Jalur Gaza untuk menerima pembayaran, yang akan diberikan di bawah pengawasan Komite Qatar untuk Rekonstruksi Jalur Gaza, yang dikepalai oleh El-Amadi.

Masing-masing keluarga akan menerima $400, ujar sumber-sumber di Jalur Gaza, dan setidaknya 50.000 keluarga akan mendapat manfaat dari dana Qatar. Sisa dana yang diberikan akan diinvestasikan untuk proyek-proyek infrastruktur dan kemanusiaan, yang akan dilakukan dengan bekerja sama dengan PBB dalam beberapa bulan ke dapan.

Baca Juga: Qatar Bantah Tempatkan Mata-Mata di Bahrain

Saleh al-Arouri, seorang pejabat senior Hamas yang berbasis di Libanon, mengatakan pada hari Jumat bahwa gerakannya “tidak akan mengizinkan Israel untuk menyelak persetujuan” sehubungan Jalur Gaza yang dicapai di bawah pengawasan Qatar, Mesir, dan PBB. Hamas, tambahnya “tidak menerima pemerasan.”

Arouri mengatakan jaringan TV Hamas Al-Quds bahwa Jalur Gaza adalah gunung berapi yang nyaris meletus melawan Israel. Hamas tidak mencapai kesepakatan damai sementara maupun permanen dengan Israel, tambahnya. Ia juga menuduh Israel berusaha untuk “mengubah realita untuk menggoncang kesepakatan” tentang Jalur Gaza.

Arouri dan beberapa pemimpin kelompok-kelompok Palestina di Jalur Gaza mengatakan bahwa demonstrasi mingguan di dekat perbatasan dengan Israel akan terus berlanjut sampai blokade terhadap daerah kantong pesisir Hamas dihentikan.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, penolakan gerakannya untuk menerima dana Qatar bertujuan untuk mengirimkan satu pesan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

“Kebijakan menukarkan peran (antara Netanyahu dan Abbas) untuk menindas dan memeras Jalur Gaza tidak akan berhasil,” ujar Abu Zuhri.

Osama Qawassmeh, juru bicara untuk faksi yang dipimpin Abbas, Fatah, mencela penolakan Hamas untuk menerika dana Qatar.

“Hamas tidak menolaknya prinsip masuknya ke Jalur Gaza,” ujarnya. “Alih-alih, Hamas menolak jumlahnya dan cara memalukan uangnya itu diantarkan.”

Menurut Qawassmeh, Hamas menuntut dana sebesar $20 juta alih-alih %15 yang seharusnya mereka terima. Hamas, klaimnya, juga menuntut agar dana itu diantarkan ke Jalur Gaza jauh dari perhatian media.

Keterangan foto utama: Pegawai negeri sipil yang dipekerjakan oleh Hamas Palestina menerima gajinya yang dibayar oleh Qatar, di Khan Younis yang terletak di selatan Jalur Gaza, 7 Desember 2018. (Foto: Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)

Perjanjian Hamas-Qatar: 50.000 Warga Palestina Terima Pembayaran

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top