Pangkalan Rudal Korut
Asia

Perluas Pangkalan Rudal, Korea Utara Bisa Serang Amerika

Korea Utara memperluas pangkalan rudal, yang akan menjadi salah satu situs paling mungkin untuk menyebarkan rudal balistik antarbenua yang mampu mencapai Amerika Serikat, menurut penelitian baru berdasarkan citra satelit di atas. (Foto: DigitalGlobe via Middlebury Institute of International Studies)
Berita Internasional >> Perluas Pangkalan Rudal, Korea Utara Bisa Serang Amerika

Korea Utara terus memperluas pangkalan rudalnya, terlepas dari klaim berulang Presiden Trump tentang kemajuan dalam upaya denuklirisasi Korea Utara. Kegiatan di pangkalan rudal Korut, Yeongjeo-dong, dekat perbatasan Korea Utara dengan China dan perluasan fasilitas rudal baru di dekatnya, adalah indikasi terbaru bahwa Korea Utara meningkatkan kemampuan rudal balistik antarbenua yang mampu mencapai Amerika Serikat, kata dua ahli nuklir.

Baca juga: Pangkalan Rudal Korea Utara Lainnya Terungkap, KTT Kim-Trump Dipertanyakan

Oleh: Choe Sang-hun (The New York Times)

Korea Utara memperluas pangkalan rudal penting yang akan menjadi salah satu situs paling mungkin untuk menyebarkan rudal balistik antarbenua yang mampu mencapai Amerika Serikat (AS), dua ahli terkait program rudal Korea Utara mengatakan pada Kamis (6/12), mengutip penelitian baru berdasarkan citra satelit.

Kegiatan di pangkalan rudal Korut, Yeongjeo-dong, dekat perbatasan Korea Utara dengan China dan perluasan fasilitas rudal baru yang berjarak tujuh mil, adalah indikasi terbaru bahwa Korea Utara terus meningkatkan kemampuan rudalnya, kata Jeffrey Lewis dan David Schmerler dari Middlebury Institute of International Studies di Monterey di California. Dan itu terjadi terlepas dari klaim berulang Presiden Trump tentang kemajuan dalam upaya denuklirisasi Korea Utara.

Dr Lewis dan Schmerler mengatakan bahwa mereka masih tidak yakin apakah Yeongjeo-dong dan fasilitas baru yang sedang dibangun di dekat Hoejung-ni—keduanya di daerah pegunungan dekat perbatasan pusat Korea Utara dengan China—adalah pangkalan atau bagian terpisah dari operasi tunggal yang lebih besar.

Tetapi lokasi geografis mereka membuat mereka ideal untuk menjadi “pangkalan rudal jarak jauh,” kata mereka dalam laporan yang mereka siapkan.

“Pangkalan itu terletak di pedalaman Korea Utara, yang membelakangi perbatasan China,” kata mereka. “Ini adalah lokasi yang membuat kita percaya bahwa ini adalah kandidat kuat untuk penyebaran rudal masa depan yang dapat menyerang Amerika Serikat.”

Perencana militer di Seoul dan Washington telah lama menduga bahwa Korea Utara akan menyebarkan rudal balistik antarbenua sedekat mungkin dengan China, untuk mengurangi kemungkinan serangan pencegahan dari Amerika Serikat.

Kegiatan di pangkalan rudal Yeongjeo-dong dekat perbatasan Korea Utara dengan China dan perluasan fasilitas rudal baru di dekatnya, adalah indikasi terbaru bahwa Korea Utara terus meningkatkan kemampuan rudalnya, kata dua ahli nuklir. (Foto: Google/ Middlebury Institute of International Studies)

“Ini adalah salah satu lokasi penting di Korea Utara yang diawasi oleh militer kami dengan bekerja sama dengan Amerika Serikat,” kata Roh Jae-cheon, juru bicara militer Korea Selatan pada Kamis (6/12), tentang pangkalan Korea Utara itu. Dia menolak untuk membagikan rincian lebih lanjut.

Setelah pertemuan puncak bulan Juni di Singapura dengan Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara, Trump mengklaim bahwa “tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara.” Pemerintahannya juga berulang kali mengklaim kemajuan dalam pembicaraan dengan Korea Utara, mengutip kurangnya uji coba rudal nuklir dan balistik sejak negara itu meluncurkan rudal balistik antar-benua Hwasong-15 pada November tahun lalu.

Rudal itu dianggap oleh beberapa ahli dapat mencapai bagian mana pun di daratan Amerika Serikat, meskipun Korea Utara belum diyakini memiliki kemampuan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir pada rudal tersebut.

Setelah uji coba Hwasong-15, Kim mengatakan bahwa dia memiliki “tombol nuklir” di mejanya yang dapat mengirim rudal yang meluncur ke arah daratan Amerika Serikat. Pada bulan April, ia memberlakukan moratorium uji coba nuklir atau rudal jarak jauh, dan mengatakan bahwa negaranya tidak lagi perlu melakukan itu. Dia kemudian menutup satu-satunya situs uji coba nuklirnya di negara itu, dan menawarkan untuk melumpuhkan lokasi untuk menguji coba mesin rudal.

Dalam pertemuannya dengan Trump, Kim membuat janji samar-samar untuk “bekerja menuju denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea”, sebagai imbalan untuk hubungan “baru” dan jaminan keamanan dari Washington.

Namun Kim belum mengklarifikasi apakah dan kapan dia akan membongkar hulu ledak nuklir dan rudalnya. Ia juga tidak mencabut instruksi untuk “memproduksi massal” senjata-senjata, seperti yang ia sampaikan pada pidato Tahun Baru-nya pada bulan Januari tahun ini.

Dalam laporan yang dipublikasikan bulan lalu, sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Washington, Pusat Studi Strategis dan Internasional, mengatakan bahwa mereka telah menemukan lebih dari selusin pangkalan rudal Korea Utara masih beroperasi.

Dalam laporan baru mereka, Dr. Lewis dan Schmerler mengatakan bahwa walau menutup lokasi uji coba akan menyulitkan Korut untuk merancang jenis-jenis rudal baru, “namun itu tidak akan mencegah Korea Utara melanjutkan produksi massal dan menyebarkan jenis rudal bersenjata nuklir yang bisa menyerang Amerika Serikat.”

Para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak yakin apakah Yeongjeo-dong dan fasilitas baru yang sedang dibangun, adalah pangkalan atau bagian terpisah dari operasi tunggal yang lebih besar. (Foto: DigitalGlobe, via Middlebury Institute of International Studies)

Rudal-rudal itu sedang dikerahkan di pangkalan di seluruh Korea Utara terlepas dari pertemuan Singapura, kata mereka.

“Setiap perjanjian denuklirisasi akan mengharuskan Korea Utara untuk mengizinkan pengawas internasional untuk menentukan bahwa unit-unit ini tidak lagi dipersenjatai dengan senjata nuklir,” kata mereka.

Banyak dari pangkalan-pangkalan ini—termasuk fasilitas Yeongjeo-dong—telah diketahui oleh para analis luar. Tetapi Dr. Lewis dan Schmerler mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah memperluas secara signifikan apa yang tampaknya menjadi pangkalan rudal lain di Hoejung-ni.

Dengan menggunakan citra satelit, mereka menemukan terowongan di Yeongjeo-dong yang mungkin digunakan untuk menyimpan rudal dan pembangunan pangkalan baru, serta sepasang shelter drive-through di Hoejung-ni yang cocok untuk rudal balistik besar, dan “sebuah fasilitas bawah tanah yang sangat besar” sedang dalam pembangunan lebih lanjut di sebuah lembah sempit.

Serangkaian resolusi PBB mengharuskan Korea Utara untuk menghentikan program rudal balistiknya. Tetapi Korea Utara tidak pernah menandatangani perjanjian apa pun yang membatasi atau membongkar kemampuan rudalnya.

Sejak pertemuan di Singapura, perundingan antara Korea Utara dan Amerika Serikat terhenti tentang bagaimana cara memberantas program senjata nuklir Korea Utara.

Baca juga: Satelit Ungkap Pangkalan Militer Rahasia Iran, dengan Rudal yang Mampu Targetkan Israel

Korea Utara bersikeras mengambil langkah-langkah menuju denuklirisasi, hanya jika Washington melakukan tindakan timbal balik yang “simultan”, seperti mengurangi sanksi. Tetapi Washington ingin Korut berkomitmen terlebih dahulu terhadap peta jalan yang rinci untuk denuklirisasi lengkap dan dapat diverifikasi, dimulai dengan mengungkapkan semua senjata nuklir dan bahan fisilnya.

Terlepas dari kebuntuan ini, Trump mengatakan bahwa dia dan Kim “berteman dengan sangat baik” dan memiliki “hubungan yang baik.” Pada Sabtu (1/12), dia mengatakan kepada para wartawan bahwa pertemuan berikutnya dengan Kim kemungkinan akan terjadi pada bulan Januari atau Februari.

Keterangan foto utama: Korea Utara memperluas pangkalan rudal, yang akan menjadi salah satu situs paling mungkin untuk menyebarkan rudal balistik antarbenua yang mampu mencapai Amerika Serikat, menurut penelitian baru berdasarkan citra satelit di atas. (Foto: DigitalGlobe via Middlebury Institute of International Studies)

Perluas Pangkalan Rudal, Korea Utara Bisa Serang Amerika

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top