Pertamina
Berita Politik Indonesia

Pertamina Butuh Belanjakan $100 M untuk Tingkatkan Produksi Minyak

Truk bahan bakar melewati tangki penyimpanan setelah memuat bahan bakar di depot bahan bakar Pertamina di Jakarta, Indonesia, 8 Mei 2018. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)
Berita Internasional >> Pertamina Butuh Belanjakan $100 M untuk Tingkatkan Produksi Minyak

Produksi minyak Indonesia menurun lebih dari yang diantisipasi. Sehingga, untuk mendorong pertumbuhan output minyak negara, Pertamina memerlukan $100 miliar, dalam 12 tahun ke depan. Memiliki blok baru juga berarti perusahaan minyak negara ini membutuhkan lebih banyak modal.

Baca juga: Dirut Baru Pertamina di Tengah Kebijakan BBM Satu Harga

Oleh: Jessica Jaganathan, Seng Li Peng (Reuters)

Perusahaan energi milik negara, Pertamina, membutuhkan $100 miliar selama 12 tahun ke depan untuk mendorong pertumbuhan output minyak, kata seorang pejabat senior pada hari Selasa (25/9).

Pengeluaran itu diperlukan untuk memenuhi permintaan minyak Indonesia, Ernie D Ginting, wakil presiden perusahaan perencanaan strategis bisnis Pertamina, mengatakan selama Konferensi Petroleum Asia Pasifik (APPEC) di Singapura.

Tujuh puluh persen dari jumlah tersebut harus berasal dari dana eksternal dan kemitraan, katanya di sela-sela konferensi.

Pertamina juga berencana akan mengakuisisi blok minyak di luar negeri, tambahnya.

“Salah satu strategi kami adalah meningkatkan produksi kami,” katanya. “Mungkin di Irak, Asia Tengah.”

Output minyak Indonesia menurun lebih dari yang telah diantisipasi perusahaan, Ginting menambahkan.

“Penurunan alami lebih tinggi dari yang kami harapkan… tetapi permintaan masih terus berkembang,” katanya.

“Tidak ada lagi temuan baru yang besar di ladang tambang kami, jadi kami sedang berlomba dengan penurunan hasil tambang alami.”

Produksi minyak mentah Indonesia telah menurun selama beberapa dekade, dari puncaknya di lebih dari 1,5 juta barel per hari (bph) pada pertengahan 1990-an, hingga di bawah 800.000 bph sekarang, menurut data industri.

Kegagalan negara untuk menarik investasi asing baru di sektor hulu berarti bahwa perizinan dan pengeboran pembangunan telah turun ke tingkat terendah dalam satu dekade ini, Den Syahril, seorang analis minyak senior di konsultan FGE kepada Reuters pada bulan Agustus.

Baca juga: Jokowi Kritik Pertamina Terkait Aturan Energi yang ‘Berbelit’

Modal $100 miliar itu akan digunakan untuk membantu Pertamina memenuhi permintaan Indonesia yang meningkat sebagai pengganti kegiatan pembangunan lainnya, katanya, menambahkan bahwa kemitraan dan keahlian diperlukan.

“Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Meskipun kami mendapat blok baru, itu berarti kami juga membutuhkan lebih banyak modal untuk mengembangkan dan memelihara blok tersebut, oleh karena itu kami membutuhkan kemitraan,” katanya.

Keterangan foto utama: Truk bahan bakar melewati tangki penyimpanan setelah memuat bahan bakar di depot bahan bakar Pertamina di Jakarta, Indonesia, 8 Mei 2018. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Pertamina Butuh Belanjakan $100 M untuk Tingkatkan Produksi Minyak

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top