amerika serikat
Timur Tengah

Pesawat Tempur Koalisi Pimpinan AS Serang Pasukan Suriah

Berita Internasional >> Pesawat Tempur Koalisi Pimpinan AS Serang Pasukan Suriah

Media pemerintah Suriah, mengutip sumber militer, mengatakan koalisi pimpinan Amerika Serikat telah menyerang pasukan Suriah. Juru bicara koalisi mengatakan, mereka hanya menggunakan haknya untuk membela diri. Serangan itu melukai dua tentara dan menghancurkan perangkat senjata.

Baca Juga: Kepresidenan Liar Amerika: Era Pembatasan Trump telah Berakhir

Oleh: Reuters

Media pemerintah Suriah, mengutip satu sumber militer, mengatakan pesawat tempur koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menyerang pasukan Suriah yang diposisikan di dekat garis depan pertempuran melawan daerah kantong ISIS, Sabtu malam. Serangan itu menyebabkan kerusakan dan korban cidera.

Seorang juru bicara untuk koalisi pimpinan AS, yang memerangi daerah kantong terakhir ISIS di timur Ifrit, mengatakan sekutu lokal mereka telah diserang dan mereka “menggunakan hak mereka untuk mempertahankan diri”, menambahkan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki.

“Pesawat udara koalisi US meluncurkan serangan malam ini melawan formasi pasukan Suriah Arab yang dioperasikan di wilayah Albukamal di tenggara pedesaan Deir al-Zor,” kutip kantor berita pemerintah Suriah, SANA, mengutip satu sumber militer, Minggu (3/2) pagi waktu setempat.

Serangan itu melukai dua tentara dan menghancurkan perangkat senjata, tambah sumber tadi.

Juru bicara koalisi, Kol. Sean Ryan mengatakan dalam email: “Pasukan mitra kami diserang dan mereka menggunakan haknya untuk mempertahankan diri.”

Koalisi itu mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sekumpulan milisi Suriah yang dipucuki oleh YPG Kurdi.

Baca Juga: Amerika Mundur, Perseteruan Antara Sekutu Meningkat

ISIS sekarang menduduki sejumlah desa di Suriah, setelah kehilangan sebagian besar teritorinya pada tahun 2017 terhadap dua saingan penyerang, satunya kepada SDF, dan yang lain oleh pasukan Suriah dan milisi sekutu yang didukung oleh Rusia.

Kelompok jihadis itu juga menduduki daerah kantong di gurun yang dikelilingi oleh pasukan Suriah di tengah negara.

Teritor merka di Ifrit sudah berkurang “hanya tinggal dua desa terakhir”, ujar Ryan, menambahkan bahwa koalisi berharap hal itu akan “segera tuntas”, dan para pejuang ISIS yang tersisa kebanyakan orang asing.

Rusia dan AS mempertahankan komunikasi militer untuk mencegah konflik tidak terencana antara kedua pasukan yang memerangi ISIS. Namun, perseteruan keduanya tetap pernah terjadi.

Dilaporkan oleh Angus McDowall; Disunting oleh Raissa Kasolosky

Keterangan foto utama: Para pejuang dari Pasukan Demokratik Suriah mempersiapkan diri mereka sebelum apa yang mereka sebut sebagai serangan terhadap militan ISIS untuk mengambil kendali bendungan Tishrin, di selatan Kobani, Suriah, tanggal 26 Desember 2015. (Foto: Reuters/Rodi Said)

Pesawat Tempur Koalisi Pimpinan AS Serang Pasukan Suriah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top