Sandiaga Uno
Berita Politik Indonesia

Cawapres Oposisi Sandiaga Uno Ingin Fokus pada Reformasi Ekonomi

Calon wakil presiden Indonesia Sandiaga Uno memberi isyarat saat dia berjalan di depan rumahnya di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 26 September 2018. Foto diambil pada 26 September 2018. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Berita Internasional >> Cawapres Oposisi Sandiaga Uno Ingin Fokus pada Reformasi Ekonomi

Calon wakil presiden dari pihak oposisi Sandiaga Uno mengatakan bahwa timnya akan fokus pada reformasi ekonomi untuk Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Dia menambahkan bahwa dia dan Prabowo akan memprioritaskan industri penciptaan lapangan kerja, investasi, dan ekspor, jika terpilih. Hal ini dikatakannya di tengah gejolak ekonomi Indonesia, di mana mata uang Indonesia mengalami penurunan nilai.

Baca juga: Sandiaga Uno Kritik Kebijakan Penyelamatan Rupiah Pemerintahan Jokowi

Oleh: Kanupriya Kapoor (Reuters)

Kecintaannya berlari maraton dan bermain bola basket sudah membuat Sandiaga Uno—cawapres dari pihak oposisi dalam pemilihan presiden Indonesia tahun depan—terkenal baik secara offline maupun di media sosial.

Eksekutif ekuitas swasta berusia 49 tahun tersebut—yang merupakan calon wakil presiden untuk purnawirawan jenderal militer Prabowo Subianto—berencana untuk menggunakan popularitas ini untuk mengatasi masalah yang membebani negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu, termasuk mata uang yang jatuh dan pengeluaran pemerintah yang “tidak perlu.”

Pasangan ini melawan Joko Widodo (Jokowi) yang populer, dalam perlombaan untuk memimpin negara demokrasi ketiga terbesar di dunia tersebut. Kedua belah pihak mengusung agenda ekonomi nasionalistis, tetapi isu agama dan etnis diperkirakan akan menonjol dalam kampanye enam bulan ini.

Mengenakan kemeja biru pucat tanpa kerah, celana khaki, dengan kacamata tebal dan sandal, Uno menampilkan citra yang sangat berbeda dari cawapres Jokowi—seorang ulama konservatif Muslim yang berumur tujuh puluh tahun—dan salah satu yang telah terbukti populer di kalangan pemilih muda dan pemilih perempuan.

“Generasi millenial mudah terpecah, dan kami memiliki tugas yang sulit dalam meyakinkan mereka,” katanya dalam sebuah wawancara di markas kampanyenya di lingkungan pemukiman yang rimbun di Jakarta Pusat.

“Kami perlu membawa isu-isu relevan yang cukup menarik bagi generasi milenial, sehingga mereka hadir untuk memilih.”

Pihak oposisi telah memusatkan perhatian pada terjun bebasnya nilai rupiah sebesar sembilan persen tahun ini, untuk menyoroti apa yang disebut Uno sebagai “ketiadaan pemerintahan yang kuat.”

“Kami akan memasuki masa ekonomi yang bergejolak… Kami membutuhkan pemimpin yang kuat dengan cengkeraman yang kuat pada isu-isu seperti pekerjaan dan harga,” kata Uno.

“Kami perlu mengirim sinyal yang tepat ke kancah domestik dan dunia luar, bahwa Indonesia mengambil kendali atas ekonominya sendiri.”

Jajak pendapat memberi Jokowi keunggulan dua digit atas Prabowo, tetapi beberapa jajak pendapat menunjukkan kesenjangan yang menyempit.

Cawapres Oposisi Sandiaga Uno Ingin Fokus pada Reformasi Ekonomi

Calon wakil presiden Indonesia Sandiaga Uno memberi isyarat selama wawancara di rumahnya di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 26 September 2018. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Mengkritik landasan dari pemerintahan Jokowi—dengan adanya ledakan pembangunan jalan, bandara, kereta api, dan pemotongan dramatis birokrasi—Uno mengatakan bahwa Prabowo akan meluncurkan “reformasi struktural mendalam” dengan pemotongan anggaran belanja, reformasi pajak, dan memberikan sektor swasta bagian yang lebih besar dari pembangunan infrastruktur.

“Yang kita butuhkan lebih sederhana… pemerintah yang lebih kuat,” katanya.

Dia menambahkan bahwa dia dan Prabowo akan memprioritaskan industri penciptaan lapangan kerja, investasi, dan ekspor, jika terpilih.

Prabowo dan Uno masing-masing berasal dari kalangan elit militer dan bisnis, tetapi tidak memiliki rekam jejak yang panjang dalam jabatan terpilih, menyoroti 10 bulan terakhir Uno sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Uno memenangkan posisi itu setelah pemilu kontroversial yang menimbulkan perpecahan agama dan etnis yang mendalam di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia itu. Timnya—yang didukung oleh Prabowo—terlihat seperti menunggangi gelombang protes massa Islam yang meruntuhkan Gubernur Jakarta saat itu, seorang Kristen beretnis China.

Baca juga: Jelang Pilpres 2019: Indonesia Lakukan Briefing Mingguan untuk Lawan ‘Berita Palsu’

Baik Prabowo maupun Uno memelihara hubungan dengan kelompok Islam yang disebut garis keras, beberapa di antaranya telah dikenal mengintimidasi minoritas.

Para aktivis HAM telah mengajukan kekhawatiran tentang kebangkitan baru-baru ini dari Islamisme garis keras, yang mereka katakan mengancam reputasi lama Indonesia yang memegang teguh pluralisme dan toleransi terhadap agama minoritas dan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Tetapi hak LGBT tidak mungkin ditampilkan secara jelas dalam kampanye.

Uno mengatakan bahwa pihaknya akan mempertahankan fokus pada isu-isu ekonomi dan tidak mungkin dipengaruhi oleh kelompok Islam konservatif.

“Kami memiliki big data yang menunjukkan bahwa masyarakat lelah dengan kampanye yang memecah belah,” katanya. “Kami pikir orang akan memilih berdasarkan masalah ekonomi… Kami tidak ingin gagal mengarahkan fokus.”

Keterangan foto utama: Calon wakil presiden Indonesia Sandiaga Uno memberi isyarat saat dia berjalan di depan rumahnya di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 26 September 2018. Foto diambil pada 26 September 2018. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Cawapres Oposisi Sandiaga Uno Ingin Fokus pada Reformasi Ekonomi

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top