pilpres 2019
Berita Tentang Indonesia

Pilpres 2019: Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Prabowo Subianto. (Foto: Aktual.com)
Home » Berita Tentang Indonesia » Pilpres 2019: Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno

Didorong oleh naluri politik, Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya, sementara Prabowo memilih Sandiaga Uno untuk maju dalam Pilpres 2019 pada bulan April mendatang. Pemilu Presiden mendatang pun akan mengadu Jokowi Ma’ruf VS Prabowo Uno, di mana keduanya harus mendaftarkan diri ke KPU paling lambat pada Jumat (10/8).

Baca juga: Ma’ruf Amin: Ulama Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Oleh: Leo Jegho (Global Indonesian Voices)

Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo mengejutkan banyak orang di Indonesia, ketika ia mendeklarasikan seorang ulama Muslim terkemuka sebagai pasangannya dalam Pilpres 2019 mendatang, pada Kamis (9/8).

Spekulasi merebak bahwa Ma’ruf Amin yang berusia 75 tahun adalah pilihan Presiden tersebut di ‘menit-menit terakhir,’ di mana profesor hukum populer Mahfud MD telah secara luas diperkirakan akan menjadi pilihan Jokowi. Nama dan foto Mahfud menjadi viral selama beberapa hari terakhir.

Pada kesempatan yang sama, Presiden tersebut juga menyatakan keputusannya untuk maju kembali dalam pemilu tahun depan, yang dianggap bukan hal baru bagi publik.

Presiden Jokowi mengatakan dalam pidato deklarasinya seperti dilansir Detik.com, “Saya telah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024.”

“Keputusan ini merupakan tanggung jawab besar, yang erat kaitannya dengan aspirasi kami untuk mempertahankan impian besar kami untuk Indonesia yang maju, yang melanjutkan pembangunan sementara menegakkan keadilan bagi rakyat di seluruh negeri.” Acara ini berlangsung di Restoran Pelataran Menteng di Jakarta Pusat.

Presiden itu kemudian berkata, “Setelah mempertimbangkan dan menerima masukan dari berbagai elemen di komunitas kami, saya telah memutuskan, dengan persetujuan dari partai politik dari Koalisi Indonesia Kerja, Profesor Ma’ruf Amin akan berpasangan dengan saya sebagai calon wakil presiden untuk periode 2019-2024.” Ma’ruf saat ini adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam pidatonya, Jokowi menyebut latar belakang Ma’ruf Amin, termasuk menjadi pemimpin agama yang bijaksana, mantan anggota badan perwakilan (DPRD, DPR, dan MPR), dan sekarang anggota Dewan Penasihat Presiden.

Seiring menjabat sebagai Ketua MUI, Ma’ruf saat ini adalah anggota badan pengawas Dewan Pusat Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan organisasi massa berbasis Islam terbesar di Indonesia. Ma’ruf juga merupakan anggota Unit Kerja Pembinaan (ideologi negara) Pancasila. “Kami saling melengkapi, nasionalis dan religius,” kata Presiden itu, menurut laporan Kompas.com.

Sembilan partai politik dari koalisi pimpinan PDI-P akan mendaftarkan Jokowi dan Ma’ruf sebagai calon presiden dan wakil presiden mereka di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (10/8). Periode pendaftaran adalah dari tanggal 4 hingga 10 Agustus, sebagaimana ditentukan oleh undang-undang pemilu yang ada.

Nama Ma’ruf Amin sebenarnya telah disebutkan dalam beberapa minggu terakhir sebagai salah satu dari sepuluh calon pasangan Jokowi yang potensial. Nama lainnya termasuk Mahfud MD—mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang dikenal relatif dekat dengan ulama Muslim dan sosok yang bersih ketika menjabat sebagai politisi dan birokrat. Mahfud yang berusia 61 tahun, juga dikenal sebagai pembicara yang fasih dengan gaya yang sederhana.

Sementara itu—bahkan tanpa disebutkan oleh Presiden Jokowi—banyak di antara masyarakat yang sepenuhnya sadar bahwa dengan Ma’ruf sebagai wakil presiden, Jokowi akan merasa lebih mudah untuk ‘menjinakkan’ radikalisme, ekstremisme, intoleransi, sektarianisme, dan rasisme di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim, yang juga telah menjadi masalah global saat ini.

Dengan meningkatkan perdamaian dan stabilitas, pemerintah dapat melaksanakan program pembangunannya dengan lebih baik.

Mengenai pilihan Jokowi untuk berpasangan dengan Ma’ruf Amin, Pemimpin Redaksi MetroTV, Don Bosco Salamun mengatakan dalam acara bincang-bincang pada Kamis (9/8) malam, “(Memilih Ma’ruf) menunjukkan kecerdasan Presiden dalam membaca tanda-tanda zaman.”

Seorang politisi senior dari partai Nasdem—yang merupakan bagian dari koalisi Jokowi—memiliki pandangan yang sama dengan Don Bosco. Politisi tersebut mengatakan dalam acara bincang-bincang yang sama, bahwa pilihan Jokowi adalah cerminan yang kuat dari situasi nyata di Indonesia akhir-akhir ini. Dia menunjuk pada peningkatan politik identitas di negara ini.

Gambaran Agenda Ekonomi Indonesia Pasca Pemilu 2014

Kedua pasangan kandidat presiden-wakil presiden Indonesia dalam salah satu acara debat calon presiden pemilu 2014 yang disiarkan di televisi. (Foto: AP.)

Prabowo – Sandiaga Uno

Sementara itu, acara politik lain yang juga sudah ditunggu-tunggu pada Kamis (9/8) malam, menjadi kenyataan. Setelah menonton laporan media tentang deklarasi Jokowi, masyarakat segera menantikan kemungkinan Gerindra dan partai-partai koalisinya secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden mereka, untuk pemilu tahun depan.

Para pemimpin partai koalisi oposisi sebelumnya mengatakan, bahwa deklarasi akan berlangsung pada Kamis (9/8). Mantan jenderal bintang tiga Prabowo Subianto mendirikan dan masih memimpin Partai Gerindra, sementara Sandiaga saat ini adalah Wakil Gubernur Jakarta. Prabowo dan pasangannya sebelumnya, Hatta Rajasa, kalah tipis dari Jokowi dan pasangannya Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden 2014.

Baca juga: Gerindra: Mundur Jadi Wagub DKI, Sandiaga Uno Maju Jadi Cawapres Prabowo

Pada Kamis (9/8) malam—beberapa jam setelah deklarasi Jokowi—Prabowo mengunjungi rumah Ketua Partai Demokrat dan mantan presiden negara itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta Selatan.

Menurut Detik.com, Sandiaga Uno tidak menghadiri pertemuan kedua pemimpin tersebut. Laporan bahwa Prabowo memilih wakil gubernur tersebut sebagai pasangannya, mengejutkan banyak orang di masyarakat dan dilaporkan membuat marah para pemimpin partai lain dalam koalisi pimpinan Gerindra.

Laporan berita itu beredar luas di tengah spekulasi bahwa Susilo Bambang Yudhoyono masih membujuk Prabowo dan yang lainnya dalam koalisi pimpinan Gerindra untuk menjadikan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi pasangan ketua Gerindra tersebut. AHY adalah mantan mayor angkatan darat yang meninggalkan militer untuk menjadi politisi, yang diduga atas saran ayahnya.

Leo Jegho adalah jurnalis yang berbasis di Jakarta dan Koresponden Senior GIV.

Keterangan foto utama: Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Prabowo Subianto. (Foto: Aktual.com)

Pilpres 2019: Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top