cawapres ulama jokowi
Berita Tentang Indonesia

Pilpres 2019: Jokowi Tekankan Nilai Nasionalis-Religius

Presiden Indonesia Joko Widodo melambai kepada para pendukung, setelah mendaftarkan diri dan pasangan ulamanya, Ma'ruf Amin, untuk Pemilihan Presiden 2019, di Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 2018. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)
Home » Berita Tentang Indonesia » Pilpres 2019: Jokowi Tekankan Nilai Nasionalis-Religius

Presiden Indonesia Joko Widodo menekankan nilai nasionalis dan religiusnya pada Jumat (10/8), setelah memilih ulama Islam Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya. Analis politik Indonesia Marcus Mietzner mengatakan bahwa penunjukan Amin sebagai Cawapres Jokowi dapat menetralkan serangan terhadap Jokowi yang dituduh kurang religius, dan dapat mengangkat tema nasionalis dalam kampanye pemilu. Intinya, dengan dihadirkannya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Joko Widodo ingin menekankan sisi nasionalis sekaligus religius.

Oleh: Reuters/Channel NewsAsia

Dalam keputusan pada menit-menit terakhir, Jokowi mengumumkan pada Kamis (9/8), bahwa Ma’ruf Amin—yang mengepalai dewan penasihat organisasi Muslim terbesar di negara itu, Nahdlatul Ulama (NU)—akan menjadi calon wakil presiden untuk pemilu pada bulan April mendatang.

Baca Juga: Sebuah Panduan untuk Hadapi Musim Pemilu di Indonesia

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini akan ditantang oleh mantan jenderal Prabowo Subianto dan pengusaha swasta dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno.

Mengenakan kemeja putih bersih yang dihiasi dengan slogan “Bersih. Merakyat. Kerja Nyata”, Jokowi mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dia akan “melindungi sumber daya nasional kita”.

Sebagai bukti, dia mengutip kebijakan untuk menasionalisasi aset minyak dan gas dan merebut kepemilikan mayoritas dari tambang emas dan tembaga Grasberg dari Freeport-McMoran yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

“Ini adalah bukti bahwa kita berdaulat,” katanya.

Amin selaku Cawapres Jokowi kemudian memimpin doa, dan meminta Tuhan untuk “memberi kita kemampuan dan semangat untuk melindungi kita dari kekuatan yang mencoba menghancurkan, melemahkan kita dan negara kita, atau memisahkan kita”.

Pasangan ini meninggalkan panggung seiring nyanyian Islamis—yang dinyanyikan dalam bahasa Arab—dimainkan.

Ma’ruf Amin kemudian dijadwalkan untuk menyampaikan khotbah pada salat Jumat di masjid terbesar di Jakarta.

Prabowo dan Sandiaga Uno tadinya berencana melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut, sebelum secara resmi mendaftar sebagai kandidat di Komisi Pemilihan Umum (KPU), tetapi mengubah rencana mereka, dan melaksanakan salat Jumat di masjid lain, menurut akun twitter Partai Gerindra Prabowo.

Analis politik Indonesia Marcus Mietzner mengatakan bahwa penunjukan Amin dapat menetralkan serangan terhadap Jokowi yang dituduh kurang religius, dan dapat mengangkat tema nasionalis dalam kampanye pemilu.

Pemilu di Indonesia

Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo (tengah) menjawab pertanyaan dari media di Jakarta pada tanggal 23 Juli 2014, ketika ia kembali bekerja setelah Komisi Pemilihan Umum menyatakan dia sebagai pemenang Pemilu Presiden 2014. (Foto: AFP)

“(Pihak oposisi) mungkin akan mengalihkan fokus mereka ke tema-tema ultra-nasionalis: penjualan habis-habisan ke China, invasi para pekerja asing, impor jahat, investor pemangsa,” katanya kepada Reuters dalam komentar yang dikirim melalui email.

“Ini adalah tema klasik Prabowo, tetapi mereka akan menjadi lebih jelas kali ini.”

Jokowi dan Prabowo memperebutkan pemilihan presiden terakhir, pada tahun 2014. Jokowi menang, tetapi popularitasnya merosot di tengah-tengah kampanye, setelah laporan palsu tersebar di internet bahwa ia adalah seorang Kristen dan keturunan etnis China.

‘BERGANTUNG’

Menurut para pejabat partai dari koalisi presiden, Jokowi telah memiliki calon alternatif, yaitu mantan hakim Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Dalam sebuah wawancara televisi, Mahfud mengatakan bahwa ia diminta “secara rinci” untuk mempersiapkan diri menjadi kandidat, dan bersiap-siap untuk ditetapkan pada Kamis (9/8).

Baca Juga: Nama Cawapres Diumumkan, Koalisi Oposisi Dilanda Keributan

Tapi, seperti dikutip oleh portal berita detik.com, pemimpin NU Robikin Emhas mengatakan bahwa para pemimpin NU—termasuk Amin—mengatakan kepada Jokowi bahwa mereka tidak dapat mendukung Mahfud.

Mietzner mengatakan bahwa Jokowi awalnya telah mengabaikan penolakan NU untuk Mahfud.

“Implikasinya adalah bahwa empat tahun masa kepresidenannya, Jokowi masih jauh lebih bergantung pada partai pendukungnya daripada yang ia akui. (Ini) menunjukkan berlanjutnya kelemahannya,” ujarnya.

Seorang pemimpin Partai Kebangkitan Nasional (PKB), Muhaimin Iskandar, mengatakan kepada para wartawan pada Kamis (9/8), bahwa Amin telah dipilih secara mengejutkan, dan bahwa Mahfud adalah preferensi awal Jokowi.

“Saya pikir Mahfud terpilih. Tapi ternyata itu Ma’ruf Amin,” katanya.

Harian Kompas mengutip seorang pemimpin PKB lainnya, Abdul Kadir Karding, yang mengatakan bahwa keputusan untuk memilih Amin terjadi pada Kamis (9/8) sore.

Keterangan foto utama: Presiden Indonesia Joko Widodo melambai kepada para pendukungnya, setelah mendaftarkan diri dan pasangan ulamanya, Ma’ruf Amin, untuk Pemilihan Presiden 2019, di Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 2018. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Pilpres 2019: Jokowi Tekankan Nilai Nasionalis-Religius
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top