Polandia Sangkal Tuduhan Lakukan Pawai Neo-Nazi
Eropa

Polandia Sangkal Tuduhan Lakukan Pawai ‘Neo-Nazi’

Home » Featured » Eropa » Polandia Sangkal Tuduhan Lakukan Pawai ‘Neo-Nazi’

Presiden Polandia pada Jumat (17/11) menyangkal ucapan yang dilontarkan oleh seorang anggota senior Parlemen Eropa yang mengatakan bahwa puluhan ribu orang yang menghadiri pawai Hari Kemerdekaan Polandia yang kontroversial adalah para “Fasis” dan “neo-Nazi”. Para peserta pawai ini pun menyangkal bahwa mereka adalah anggota atau memiliki simpati terhadap kelompok-kelompok ekstrem sayap kanan, dan menegaskan bahwa mereka hanya ingin memperingati hari tersebut.

Oleh: AFP/Channel NewsAsia

Polandia Sangkal Tuduhan Lakukan Pawai Neo-Nazi

Digelar sejak tahun 2009 oleh kelompok-kelompok sayap kanan, acara Hari Kemerdekaan di Warsawa menarik banyak orang pada tahun ini. (Foto: AFP/Janek Skarzynski)

WARSAWA: Presiden Polandia pada Jumat (17/11) menyangkal ucapan yang dilontarkan oleh seorang anggota senior Parlemen Eropa yang mengatakan bahwa puluhan ribu orang yang menghadiri Hari Kemerdekaan Polandia yang kontroversial adalah para “Fasis” dan “neo-Nazi”.

Presiden Andrzej Duda menyebut ucapan pemimpin liberal di Parlemen Eropa Guy Verhofstadt, saat perdebatan pada Rabu (15/11), “adalah skandal” dan “tidak dapat diterima”.

Mantan Perdana Menteri Belgia Verhofstadt mengatakan bahwa pada “Sabtu, 60 ribu orang-orang Fasis berbaris di jalan-jalan di Warsawa—para neo-Nazi, supremasi kulit putih.”

“Saya tidak berbicara mengenai Charlottesville di Amerika, saya berbicara mengenai Warsawa, Polandia, 300 km kurang lebih dari Auschwitz dan Birkenau (kamp mematikan Jerman Nazi pada Perang Dunia II),” ujarnya menambahkan.

Digelar sejak tahun 2009 oleh kelompok-kelompok sayap kanan, acara Hari Kemerdekaan di Warsawa menarik banyak orang pada tahun ini.

Namun begitu, banyak peserta pawai ini yang menyangkal bahwa mereka adalah anggota atau memiliki simpati terhadap kelompok-kelompok ekstrem sayap kanan, dan menegaskan bahwa mereka hanya ingin memperingati hari tersebut.

Selain para peserta yang disebut berasal dari kelompok sayap kanan Polandia, acara tersebut juga menarik perwakilan dari partai-partai serupa dari Inggris, Hongaria, Italia, dan Slovakia, dan yang lainnya.

Gambar-gambar dramatis dari acara tersebut menunjukkan para peserta yang mengangkat papan yang bertuliskan “Darah murni” dan “Eropa akan menjadi putih”, sementara yang lainnya berteriak, “Polandia yang murni, Polandia yang putih” dan “Para pengungsi harus pergi”, yang memicu protes keras baik dari dalam maupun luar negeri.

Duda sendiri telah menegaskan bahwa “tidak ada tempat di negara ini bagi xenophobia (ketakutan terhadap orang asing), dan tidak ada tempat di negara ini bagi anti-semitisme (kebencian terhadap kaum Yahudi.”

Komite Yahudi Amerika (AJC) mendesak “Pemerintah Polandia untuk menyampaikan pertentangan terhadap kebencian yang didorong oleh kelompok ekstrem sayap kanan Polandia.”

AJC menambahkan bahwa pawai tersebut “digunakan untuk mendorong slogan-slogan supremasi kulit putih dan gagasan neo-Nazi.”

 

Polandia Sangkal Tuduhan Lakukan Pawai ‘Neo-Nazi’
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top