Presiden Rouhani dan Ayatollah Sayyid Mahmoud Hashemi Shahroudi.
Eropa

Politisi Jerman Tuntut Calon Pemimpin Tertinggi Iran Atas Pembunuhan Massal

Keterangan foto utama: Presiden Iran Hassan Rouhani dan Ayatollah Sayyid Mahmoud Hashemi Shahroudi. (Foto: via ABNA)

Menurut politisi Jerman Volker Beck, merupakan kesalahan besar jika pemerintah federal Jerman memberi kekebalan diplomatik kepada Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi, yang dituding sebagai pelaku pembunuhan massal melalui sistem peradilan Iran. “Jerman tidak boleh menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang seperti itu, katanya. Shahroudi adalah pengikut anti-Barat Khamenei, dan mantan murid pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Oleh: Benjamin Weinthal (The Jerusalem Post)

Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi, yang dianggap sebagai penerus Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menghadapi demonstrasi dan kemungkinan tuntutan pidana di Jerman karena eksekusi terhadap warga Iran yang meluas, yang terjadi saat ia menjadi menteri kehakiman negara tersebut.

Politisi Partai Hijau Jerman Volker Beck, mengajukan sebuah tuntutan kriminal pada Minggu (7/1) terhadap Shahroudi, yang berada di sebuah pusat perawatan neurologis di Hanover, di mana 200 demonstran muncul pada Sabtu (6/1), untuk memprotes kehadirannya. Beck mengatakan bahwa pembunuhan massal Shahroudi dapat dituntut di bawah hukum Jerman yang mencakup kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Saya mengajukan tuntutan kriminal,” kata Beck kepada The Jerusalem Post. “Jerman seharusnya tidak menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang seperti itu, dimana di negara mereka, mereka menganiaya orang lain karena alasan politik atau agama, dan mengancam dengan kematian. Rezim Iran menganiaya wanita yang diperkosa, homoseksual, Baha’is, Kurdi, dan ateis.”

Ia menambahkan, “Akan menjadi kesalahan besar jika pemerintah federal memberikan kekebalan diplomatik di sini, kepada pelaku pembunuhan massal melalui sistem peradilan Iran. Kita seharusnya tidak menjadi tempat perlindungan bagi pelanggar hak asasi manusia, justru mereka harus dimintai pertanggung-jawabannya.”

Masyarakat melakukan demonstrasi menentang eksekusi oleh Iran terhadap 20 orang Kurdi di Gerbang Brandenburg, Jerman.

Masyarakat melakukan demonstrasi menentang eksekusi oleh Iran terhadap 20 orang Kurdi. (Foto: Reuters)

Selama masa jabatannya pada tahun 1999 sampai 2009, Shahroudi melakukan lebih dari 2.000 eksekusi, termasuk kepada remaja, meskipun Iran telah menandatangani Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak, yang melarang pembunuhan seperti itu. Ia juga mengizinkan penangkapan sewenang-wenang terhadap para aktivis politik dan aktivis hak asasi manusia, penyiksaan terhadap para tahanan, dan penutupan surat kabar reformis.

Ia adalah pengikut anti-Barat Khamenei yang tegas, dan mantan murid pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang merupakan pendiri revolusioner dari Republik Islam Iran.

Selain tuntutan kriminal Beck, Shahroudi hadir di Hanover untuk diselidiki oleh jaksa negara bagian Lower Saxony, sementara pusat kebudayaan Kargah di Hanover telah mengajukan tuntutan pidana kedua terhadapnya.

Saba Farzan, Direktur Eksekutif Lingkaran Kebijakan Luar Negeri Jerman-Iran—sebuah wadah pemikir strategi di Berlin—mengatakan kepada the Post pada Senin (8/1), “Sekarang ketika pejabat rezim itu berada di Jerman, tindakan hukum terhadap kejahatan yang ia lakukan adalah hal yang benar untuk ditempuh. Keadilan harus ditegakkan, mengingat semua pelanggaran hak asasi manusia yang harus dipertanggungjawabkan oleh orang ini. Dan harus ditekankan sekali lagi, bahwa perwakilan dari kediktatoran Islam ini seharusnya tidak berada di wilayah Eropa sama sekali.”

“Eropa dan Jerman pada khususnya, harus mengakhiri selamanya kebijakan terbuka bagi segala jenis tokoh diktator. Para pelanggar hak asasi manusia ini harus belajar bahwa mereka tidak dapat merampas hak rakyatnya sendiri dan kemudian mendapatkan perlakuan mewah—baik medis maupun politik—pada saat yang bersamaan. ”

Keterangan foto utama: Presiden Iran Hassan Rouhani dan Ayatollah Sayyid Mahmoud Hashemi Shahroudi. (Foto: via ABNA)

Politisi Jerman Tuntut Calon Pemimpin Tertinggi Iran Atas Pembunuhan Massal
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top