anwar ibrahim bebas
Asia

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Akhirnya Bebas dari Penjara

Anwar Ibrahim disambut oleh para pendukungnya. (Foto: Reuters)
Home » Featured » Asia » Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Akhirnya Bebas dari Penjara

Ada perubahan yang luar biasa awal tahun ini, ketika mantan musuh politik Anwar Ibrahim, Mahathir Mohamad, mengumumkan dia akan bergabung dengan oposisi dan kembali mencalonkan diri untuk jabatan tertinggi. Mahathir berjanji untuk turun agar Anwar dapat menjadi perdana menteri dalam waktu dua tahun.

    Baca juga: Pemimpin Politik Malaysia Anwar Ibrahim Akan Dibebaskan dari Penjara

Oleh: BBC News

Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim, telah dibebaskan dari penjara, membuka jalan baginya untuk kembali ke dunia politik.

Setelah diprediksi akan menjadi calon pemimpin masa depan, dia telah dipenjara atas tuduhan sodomi dan korupsi setelah berselisih dengan pemerintah.

Perdana Menteri baru Malaysia, Mahathir Mohamad, meminta pengampunan untuk Anwar, yang dikabulkan pada Rabu (16/5) pagi.

Mahathir berjanji untuk turun agar Anwar dapat menjadi perdana menteri dalam waktu dua tahun.

Politisi itu dipenjara untuk kedua kalinya tiga tahun lalu atas apa yang dia katakan sebagai tuduhan sodomi palsu.

Selama bertahun-tahun ia telah memimpin gerakan oposisi Malaysia, yang baru saja mengalahkan partai yang berkuasa sebelumnya untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu.

Kemenangan pemilu yang mengejutkan pekan lalu menyusul rekonsiliasi antara Anwar dan Mahathir, yang berusia92 tahun, yang memecat dan memenjarakannya 20 tahun lalu selama menjabat pertama kali sebagai perdana menteri.

Mahathir Mohamad: Perdana Menteri 92 Tahun, Inspirasi bagi Anda yang Merasa Tua

Mahathir Mohamad kembali berkuasa di Malaysia setelah 15 tahun pensiun. Dia sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri sebelumnya, selama 22 tahun.  (Foto: Reuters/Lai Seng Sin)

Anwar Ibrahim keluar dari rumah sakit di ibu kota Kuala Lumpur di mana dia telah menjalani perawatan.

Para pendukungnya yang berkemah di rumah sakit mengikutinya ke istana Negara di mana ia bertemu dengan Mahathir.

“Hidup Anwar,” para pendukung yang mengendarai sepeda motor berteriak ketika mereka berhenti di kompleks kerajaan untuk mendukung pemimpin mereka yang baru dibebaskan.

“Dia adalah simbol kebebasan bagi orang Malaysia seperti saya,” kata Ahmad Samsuddin, yang berusia 59 tahun, kepada BBC.

“Akhirnya. Rasanya seperti gelombang perubahan sedang berputar di Malaysia setelah ketidakadilan selama bertahun-tahun. Hari ini adalah hari bersejarah dan dengan pembebasan Anwar semua akan menjadi lebih baik.”

Pendukung Anwar merayakan pembebasannya. (Foto: BBC)

Pendukung Anwar merayakan pembebasannya. (Foto: BBC)

Liku-liku luar biasa

Kisah tentang hubungan Mahathir dan Anwar adalah salah satu lika-liku yang luar biasa.

Selama tahun 1990-an mereka adalah sekutu politik, masing-masing menjabat sebagai perdana menteri dan wakil.

Tetapi Anwar Ibrahim dipecat pada tahun 1998 setelah berselisih dengan mentor politiknya dan dipenjara setahun kemudian karena penyalahgunaan kekuasaan. Pada tahun 2000 ia dihukum karena sodomi, dan diberi tambahan hukuman selama sembilan tahun.

    Baca juga: Mahathir Mohamad Ambil Alih Kepemimpinan Oposisi, Pendukung Anwar Berang

Pada tahun 2004, hukumannya dijatuhkan dan dia memimpin oposisi untuk mendapatkan keuntungan yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya—meskipun tetap kekurangan suara untuk menang—dalam pemilu tahun 2008 dan 2013.

Satu tahun kemudian ketika dia maju dalam pemilu nasional dan ada kemungkinan untuk menang, dia dikirim kembali ke penjara.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dari partai Barisan Nasional berbicara dengan media setelah partainya kalah dalam pemilihan umum ke-14 di Kuala Lumpur pada 10 Mei 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Mohd Rasfan)

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dari partai Barisan Nasional berbicara dengan media setelah partainya kalah dalam pemilihan umum ke-14 di Kuala Lumpur pada 10 Mei 2018. Najib secara konsisten telah membantah tuduhan korupsi. (Foto: AFP/Getty Images/Mohd Rasfan)

Ada perubahan yang luar biasa awal tahun ini, ketika mantan musuh politiknya Mahathir Mohamad mengumumkan dia akan bergabung dengan oposisi dan kembali mencalonkan diri untuk jabatan tertinggi.

Mahathir mengatakan dia muak dengan tuduhan korupsi yang meliputi Najib Razak, salah satu mantan sekutunya.

Satu syarat agar Mahathir diizinkan memimpin koalisi adalah dia harus setuju untuk memberikan pengampunan kerajaan untuk Anwar yang tetap populer di kalangan pendukungnya.

Mahathir setuju, dan selanjutnya mengatakan ia berniat menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar dalam waktu dua tahun.

Keterangan foto utama: Anwar Ibrahim disambut oleh para pendukungnya. (Foto: Reuters)

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Akhirnya Bebas dari Penjara

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top