Politik Indonesia
Titik Harian

#DildoForIndonesia, Oase di Tengah Teriknya Tahun Politik Indonesia

Berita Internasional >> #DildoForIndonesia, Oase di Tengah Teriknya Tahun Politik Indonesia

Musim kampanye yang tengah berlangsung membuat banyak orang lelah di tahun politik Indonesia. Belum lagi kedua kubu utama, untuk Pilpres 2019, terus saling serang, menjatuhkan, dan mengeluarkan berbagai hoaks. Tak heran jika kemudian muncul tokoh fiktif, ‘capres’ Nurhadi-Aldo, yang seperti menjadi pengingat bagi mereka yang tengah berlaga.

Baca juga: Analisis Spektrum Politik Indonesia: Benarkah Semua Parpol Sama Saja?

Oleh: Mata Mata Politik

Tahun 2019 baru berjalan sepekan, tetapi tahun politik Indonesia sesungguhnya telah berjalan lama dan akan terus memanas hingga berlangsungnya perhelatan pilpres pada bulan April mendatang. Di tengah perdebatan dan saling serang antar kedua kubu pendukung maupun tim kampanye pasangan kandidat petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, media sosial dihebohkan oleh keberadaan poros ketiga Nurhadi-Aldo.

Nurhadi-Aldo yang diusung Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik adalah sosok pasangan capres-cawapres fiktif yang memenuhi laman media sosial Facebook, Twitter, hingga Instagram. Diawali dari komunitas pengunggah meme alias shitposting, kehadiran keduanya bagaikan oase yang pada gilirannya mendinginkan panasnya pertikaian antar warga Indonesia dalam musim pemilu 2019.

Tak hanya lewat guyonan sederhana hingga menjurus mesum, gambar-gambar kampanye paslon “DildoForIndonesia menampilkan sindiran segar terhadap kedua kandidat nomor 01 dan 02.

Warganet di berbagai platform media sosial terlihat saling berlomba memamerkan kreativitas, memajang foto diri mereka bersanding dengan slogan kampanye caleg (calon anggota legislatif) Nurhadi-Aldo. Meski fiktif, slogan kampanye yang beredar di media sosial dengan satir menyoroti permasalahan sehari-hari masyarakat, mulai dari isu signifikan hingga sepele.

Beberapa pihak khawatir bahwa kemunculan “poros ketiga” ini akan menjadi pengalihan isu atau bahkan mendorong para calon pemilih untuk golput pada Pilpres 2019 kelak. Salah satu anggota Tim Sukses Nurhadi-Aldo, berbicara dengan BBC Indonesia, Kamis (3/1) berdalih, “Di berbagai sosial media sekarang banyak kampanye hitam saling menjelekkan. Masyarakat mulai terkotak-kotak. Nurhadi-Aldo hadir untuk meredam itu, untuk meredam konflik antar kubu.”

Dalam dua pekan, akun Nurhadi-Aldo di Facebook telah punya lebih dari 81.000 pengikut, 18,600 di Twitter, dan 73.000 di Instagram. Penggagasnya? Delapan pemuda usia dari 17-23 tahun non-partisan yang tinggal di beberapa kota di Indonesia. “Kalau kita lihat di kolom komentar partai politik, pasti ada debat ini itu. Di kolom komentar Nurhadi-Aldo, tidak ada pertengkaran. Adem ayem, semua orang tertawa,” pungkasnya, menegaskan popularitas paslon fiktif Nurhadi-Aldo bagi semua kalangan.

Hurriyah, dosen ilmu politik di Universitas Indonesia, menyebut akun media sosial Nurhadi-Aldo menjadi ruang ekspresi terhadap pillpres 2019.

“Fenomena ini adalah respon terhadap jargon dan program yang disampaikan kedua kubu,” ujarnya saat dihubungi BBC Indonesia, Senin (7/1). “Ini menjadi peringatan bahwa publik muak pada konstetasi politik yang semakin tidak sehat. Sudah dekat pemilu, kedua kubu bahkan belum membicarakan program yang akan mereka tawarkan,” kata Hurriyah.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai bahwa satir politik akun Nurhadi-Aldo harus dipandang sebagai kritik bagi dua kubu yang berlaga di Pilpres 2019. Selama ini, Ujang menilai, kampanye pilpres diisi hoax, saling serang, dan tidak mencerminkan pemimpin yang punya kapabilitas memimpin sebuah negara. “Ini harusnya dipandang sebagai kritik pedas pada elite politik yang sering mengeluarkan pernyataan tidak substansif,” ucap Ujang kepada Tirto.

Saat dihubungi Kumparan, Nurhadi yang merupakan tukang pijat di Kudus, Jawa Tengah mengaku bahwa dirinya tidak keberatan dijadikan bahan meme. Menurutnya, asal tidak merugikan orang lain, hidup ini harus berguna. Nurhadi juga menyarankan agar masyarakat Indonesia tetap yakin, tidak golput, dan kembali bersaudara.

Sementara itu, netizen terus memberikan dukungan mereka pada “kubu” ketiga ini:

Hastari Wulan Istri‏ @WulanIstri

Quotes Mantap dari @nurhadi_aldo hari ini: “Jangan sampai golput, karena golput hanyalah pilihan orang yang bingung.” “1 bermakna Illahi, 0 bermakna ikhlas.” “Mereka itu mengolok-olok yang menurut saya itu bodoh.” #SmackQueenYaQueen

NEG‏ @negativisme 

Selamat Vagi Sobat Poros Ketiga, Puyeng nomor satu dan nomor dua yang biasa-biasa aja?, mari dukung yang luar biasa dan tronjal-tronjol #McQueenYaQueen

Baca juga: Seberapa Korup Politik Indonesia?

D Setiawan‏ @dwisetiawan_stw 

Saya merasa bahagia ketika sang penengah hadir untuk kebaikan negeri ini. Mari kita support Nurhadi-Aldo untuk Indonesia lebih maju. Merdeka!

Otak Kiri‏ @yogixpatolan

Negara itu bubar dan punah bukan karena orang jahat tapi karena banyaknya orang baik yg Diam! Mari dukung capres alternatif NURHADI-ALDO untuk Indonesia tanpa KAMPRET dan CEBONG!

Twitter: TheHashSlingingSlasher @pguritno_

Twitter: danasmoro brahmantyo @dbrahmantyo

Twitter: Fiqmal Zulfikar @fiqmalzulfikar_

Twitter: Safran Achmad @SafranAchmad

Twitter: Asumsi @asumsico

Twitter: Tamimi @Tamimi27368238

Twitter: Nurhadi – Aldo @nurhadi_aldo

 Keterangan foto utama: Kehadiran “capres” alternatif Nurhadi-Aldo memberikan angin segar bagi masyarakat yang penat dengan musim kampanye jelang Pilpres 2019.

#DildoForIndonesia, Oase di Tengah Teriknya Tahun Politik Indonesia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top