Pasukan Indonesia
Titik Harian

Lakukan Serangan, Separatis Papua Harus Diadili

Korban yang selamat dari serangan kelompok separatis (tengah), dibawa oleh personel militer setibanya di bandara di Timika, provinsi Papua, Indonesia, pada Kamis, 6 Desember 2018. Pasukan keamanan berusaha mengumpulkan jasad 31 pekerja konstruksi dan seorang tentara yang tewas dalam salah satu serangan separatis terburuk di Provinsi Papua yang bergolak di Indonesia, kata para pejabat. (Foto: Associated Press/Mujiono)
Berita Internasional >> Lakukan Serangan, Separatis Papua Harus Diadili

Penembakan puluhan pekerja bangunan di Papua menghebohkan Indonesia. Para pekerja bangunan pada proyek jembatan yang jadi bagian dari proyek Trans Papua itu dipekerjakan oleh PT Istaka Karya. Peristiwa itu memicu perang informasi antara aparat Indonesia dengan kelompok separatis Papua, Organisasi Papua Merdeka (OPM). Berbagai pihak pun menyerukan agar para pelaku penyerangan diadili.

Baca juga: Pemberontak Tuntut Negosiasi Kemerdekaan Papua

Oleh: Mata Mata Politik

Situasi keamanan di Papua memang sudah lama jadi sorotan, dan kerap menimbulkan kontroversi. Beberapa pihak menyebut pemerintah telah berupaya membangun wilayah paling timur Indonesia tersebut, namun pihak lainnya mengklaim telah terjadi pelanggaran HAM oleh aparat pemerintahan di sana.

Mengenai peristiwa penembakan pekerja di Nduga, Papua, pada Minggu (2/12) itu, pemerintah Indonesia bersumpah untuk mengangkap para pelakunya. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, para pelaku akan “’ditumpas sampai ke akar-akarnya.” Sementara itu, pihak militer Indonesia menuntut pelaku menyerahkan diri tanpa syarat.

(Tangkapan layar Twitter/@jokowi)

Namun di sisi lain, kelompok separatis Papua mengatakan mereka sudah merencanakan serangan tersebut, dan menyatakan bahwa 31 orang yang tewas adalah prajurit TNI, bukan pekerja bangunan. Peristiwa ini menarik banyak komentar dari berbagai pihak.

Koordinator Juru Bicara Tim Prabowo-Sandi dan Wakil Ketua LHKP Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahnil A. Simanjuntak berharap agar para “teroris” tersebut bisa segera diamankan.

(Tangkapan layar Twitter/@Dahnilanzar)

Sedangkan menurut pengacara hak asasi manusia Veronica Koman, kronologi kejadian versi selain versi aparat keamanan belum diketahui, dan foto korban yang beredar adalah foto lama, bukan foto korban penembakan di Nduga.

(Tangkapan layar Twitter/@VeronicaKoman)

Banyak warganet menyerukan penangkapan terhadap para pelaku:

@felagonna: Untuk Keadilan Sosial tak ada kata takut, para korban adalah pahlawan Nawa Cita, Pahlawan “Membangun dari Pinggiran”, Pahlawan Infrastruktur. #DoaUntukPahlawanPapua

@UdiKurdi: Innalillahi wainnailaihi rojingun, semoga almarhum para Pahlawan Pembangunan Indonesia Khusnul khotimah. Tindak tegas para pelaku, Indonesia tidak boleh kalah dgn penjahat/negara lain yg ikut terlibat, pembangunan di Papua tetap berlanjut, agar terwujud keadilan.

Baca juga: TNI Janji Akan Buru Pelaku Serangan Papua

@vio_blackrose30: Setuju pak, jgn lelah membangun bangsa demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rkyt indonesia. Tp baiknya esensi keadilan jgn hny ditikberatkan pd infrastruktur aja. Keadilan hukum di negara ini jg mohon diperhatikan. Berantas semua yg ingin merusak kebhinekaan RI.

@dakoe99: Ini salah satu bukti jika keinginan merdeka itu tidak bisa dipenuhi, keamanan sipil saja mereka ga bisa jaga, dan menjadi alasan kuat jika itu hanya kepentingan segelintir orang yg ga kebagian hasil papua.

@Akumilihjokowi: Smoga pihak TNI dan Kepolisian Menangkap mrk dan di serah kan ke rakyat papua dan  di adili oleh  hukum  adat papua. krn mrk sdh menghalangi pembangunan di papua. papua mulai membangun agar setara dgn daerah lain yg sdh maju. kita doa kan aja smoga tertangkap.

@Edi68470082: Menurut saya masyarakat papua punya potensi jd orang cerdas, tp krn keterbelakangn pendidikan yg mmbuat  mereka mudah dimanfaatkan fihak yg tak brtanggungjwab, membunuh, makar, ringan dilakukan hny dengan iming2 minuman keras, mgkin minuman keras jg bs untuk mendekati mereka.

Keterangan foto utama: Korban yang selamat dari serangan kelompok separatis (tengah), dibawa oleh personel militer setibanya di bandara di Timika, provinsi Papua, Indonesia, pada Kamis, 6 Desember 2018. Pasukan keamanan berusaha mengumpulkan jasad 31 pekerja konstruksi dan seorang tentara yang tewas dalam salah satu serangan separatis terburuk di Provinsi Papua yang bergolak di Indonesia, kata para pejabat. (Foto: Associated Press/Mujiono)

 

Lakukan Serangan, Separatis Papua Harus Diadili

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top