Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf
Titik Harian

Bebasnya Ahok Berpotensi Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Ahok saat acara kampanye, Jakarta, Indonesia, 16 November 2016 (Foto: AP/Dita Alangkara).
Berita Internasional >> Bebasnya Ahok Berpotensi Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Bebasnya mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menimbulkan satu pertanyaan: akankah hal itu mempengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019? Beberapa pihak memperkirakan bebasnya Ahok akan menjadi booster untuk peluang keterpilihan Jokowi, dan pihak lain menyatakan tidak, kecuali jika Ahok kembali ‘berulah.’

Baca juga: Bebasnya Ahok Berpotensi Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Oleh: Mata Mata Politik

Mantan gubernur DKI Jakarta yang dipenjara karena kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan bebas pada 24 Januari 2019 mendatang. Banyak pihak berpolemik kebebasan Ahok akan menjadi dongkrak untuk elektabilitas Jokowi-Ma’ruf. Pasalnya, ada gelagat bahwa Ahok tampaknya akan merapat ke PDI-P dan kubu petahana.

Rencana Ahok berlabuh partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri itu pertama kali disampaikan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat. Menurut Djarot, seperti dilansir CNN Indonesia, Ahok akan bergabung dengan PDI-P bila memutuskan untuk kembali ke dunia politik.

Menurut pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Idil Akbar, Ahok berpotensi untuk memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019. Menurut Idil, Ahok masih punya massa yang tergabung dalam kelompok ‘Teman Ahok’ ataupun pendukungnya yang disebut ‘Ahokers.’ Inilah yang akan membuat sosok Ahok menguntungkan bagi PDI-P dan Jokowi.

“Bagi (Jokowi-Ma’ruf) Ahokers itu cukup signifikan, artinya cukup memberikan pengaruh besar. Di mana patron-nya si Ahok, di mana dia berlabuh atau menentukan satu pilihan, kemungkinan besar Ahokers akan mengikuti,” kata Idil seperti dilansir CNN Indonesia.

Tak hanya Idil, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Rully Akbar menilai dukungan Ahok untuk Jokowi-Ma’ruf berpotensi menguntungkan paslon nomor 01. Jika Ahok merapat kepada kubu petahana, menurut Rully, akan menegaskan bahwa terpidana kasus penistaan agama tersebut tak memiliki masalah dengan Jokowi dan Ma’ruf Amin, yang sebelumnya menetapkan fatwa bahwa Ahok adalah penista agama.

“Suara-suara golput yang selama ini muncul setelah pemilihan Ma’ruf akan bisa diredam,” kata Rully kepada Tirto.id.

Senada dengan Idil, Rully juga menyarakan dukungan Ahok penting bagi Jokowi, karena dia masih punya banyak pendukung yang bisa dimanfaatkan menjadi relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf. “Kalau kita lihat pendukung Ahok itu solid, ya,” kata Rully.

Baca juga: Ahok, Sosok yang Terus Menarik Perhatian

Yang juga optimis dengan keuntungan yang bisa dibawa Ahok jika mendukung Jokowi adalah Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Dia juga menilai pendukung Ahok berpotensi untuk dijadikan relawan pemenangan paslon nomor urut 01.

Tak hanya Hasto, Sekretaris Kaderisasi DPP PDIP Eva Sundari pun optimis Ahok akan mampu angkat elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019. Menurutnya, Ahok dan Jokowi memiliki satu visi, yakni bertujuan untuk mensejahterakan rakyat.

Keterangan foto utama: Ahok saat acara kampanye, Jakarta, Indonesia, 16 November 2016. (Foto: AP/Dita Alangkara)

Bebasnya Ahok Berpotensi Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top