valentine
Berita Politik Indonesia

Umat Islam Memang Seharusnya Dilarang Rayakan Valentine

Ilustratif. Banyak umat Muslim Indonesia nyatakan penolakan terhadap perayaan Valentine. (Foto: Pixabay)
Berita Internasional >> Umat Islam Memang Seharusnya Dilarang Rayakan Valentine

Pada pertengahan Februari setiap tahunnya, sebagian orang disibukkan dengan perayaan Hari Valentine, alias Valentine’s Day. Tradisi merayakan apa yang disebut hari kasih sayang itu memang cukup populer di tanah air, yang dirayakan dengan memberi hadiah, cokelat atau bahkan makan malam bersama pasangan. Namun karena perayaan tersebut disebut tidak sesuai dengan tradisi Islam, MUI pun mengimbau rakyat Indonesia untuk tak merayakannya. 

Baca Juga: Benarkah Hari Valentine Tandai Batas Upaya Reformasi Islam Pangeran Saudi?

Oleh: Mata Mata Politik

Menjelang hari Valentine, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan agar orang Indonesia, khususnya umat Islam, agar tidak ikut merayakannya. MUI melalui wakil ketua umumnya Yunahar Ilyas menyatakan apa yang disebut sebagai “hari kasih sayang” ini tak sesuai dengan tradisi Islam.

“Kita imbau (perayaan hari Valentine) jangan diikuti bagi umat Islam. Karena ini bukan tradisi Islam,” kata Yuhanar kepada Republika.co.id, Selasa (12/2).

Lain dengan Yuhanar, penulis yang mempublikasikan tulisannya di Detik.com, Hasanudin Abdurakhman mengatakan penolakan terhadap perayaan Valentine tak bisa dilakukan begitu saja tanpa ada pendidikan yang tepat kepada anak-anak dan remaja.

“Dalam keseharian saya melihat banyak hal-hal yang jauh lebih berbahaya daripada perayaan Hari Valentine, yang dibiarkan oleh para orangtua,” tulisnya.

Menurut dia, khususnya orangtua, seharusnya jangan hanya melarang perayaan Valentine, tapi juga “pandanglah kegiatan anak-anak remaja itu secara proporsional. Pandai-pandailah menjaga komunikasi dengan anak-anak, mendeteksi perilaku buruk dan menyimpang sejak dini.”

Perayaan hari Valentine memang masih jadi pro kontra di Indonesia, karena masih banyak yang berbeda pendapat soal itu. Namun di beberapa negara, pemerintah telah menetapkan sikap untuk melarang perayaan hari kasih sayang tersebut.

Salah satu negara yang melarang perayaan Valentine adalah Pakistan, melalui Pengadilan Tinggi Islamabad. Pemerintah Pakistan secara tegas melarang penjualan pernak-pernik dan perayaan publik terkait Hari Valentine, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Pemerintah Iran juga dilaporkan telah melarang perayaan Valentine, dengan melarang berbagai simbol hari kasih sayang seperti hati dan mawar merah pada tanggal 14 Februari. Namun sebagian anak-anak muda Iran kabarnya tetap merayakan, walau secara tertutup.

Selain negara-negara tersebut, Arab Saudi dan Malaysia juga dikabarkan pernah melarang perayaan Valentine secara publik.

Di wilayah tertentu di Indonesia, perayaan hari Valentine juga dilarang. Contohnya adalah di Aceh. Dilaporkan Antaranews.com, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melarang perayaan Hari Valentine oleh aparatur pemerintahan dan masyarakatnya, karena perayaan tersebut tidak sesuai dengan praktik Syariat Islam di Provinsi Aceh.

Baca Juga: Lindungi Remaja, Kota-kota di Indonesia Larang Perayaan Valentine

Selain Aceh Tengah, Kota Banda Aceh dan Banjarmasin pun menyarankan warganya agar tak merayakan Valentine. Bahkan, Pemkot Banjarmasin meminta spanduk-spanduk yang mempromosikan perayaan Valentine untuk diturunkan.

“Bukan menolak budaya luar, kalau itu bagus silakan. Tapi kalau negatif? Saya kira semua punya tanggung jawab,” kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, seperti dilansir Kabar Kalimantan, Selasa (12/2).

Dia mengkritik beberapa restoran yang mempromosikan paket “dinner Valentine” di tanggal 14 Februari.

“Misal (restoran mempromosikan) tarif dinner untuk couple. Artinya dinner sama-sama. Sama siapa dia dinner? Kalau sama orangtua ya silakan. Tapi kalau sama pasangannya (yang belum menikah)? What’s next after three? Mau kemana setelah itu mereka? Kan kita tidak tahu. Buatlah paket makan malam yang biasa. Promo tarif makannya sekian. Tak perlu dihubungkan dengan Valentine. Apalagi di sekolah. Tak usahlah merayakan valentine-valentinan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Banda Aceh telah mengeluarkan surat edaran agar warganya tak merayakan Valentine, dan agar hotel dan penginapan, kafe, serta tempat hiburan tak memfasilitasi perayaan Valentine. Perayaan hari kasih sayang tersebut, menurut pemkot, tak sesuai dengan syariat Islam dan budaya Aceh.

Lalu bagaimana tanggapan netizen atas pro kontra perayaan hari Valentine? Bahkan sehari sebelum tanggal 14 Februari, laman media sosial sudah dipenuhi dengan tagar #valentinebukanbudayakita yang jadi trending topic di Twitter sejak 13 Februari.

Melalui cuitan di media sosial, banyak juga netizen yang mengeskpresikan ketidaksetujuan dengan perayaan Valentine, walaupun ada yang menanggapinya dengan jenaka, ada juga yang serius.

Berikut beberapa tanggapan netizen di Twitter yang kontra dengan perayaan Hari Valentine:

@andyandhauta: “Ini budaya mana ? wwkwkwkwk, Budaya Indonesia itu udah tiap hari saling memberi dan berbagi, V is NO !”

@HaneutM: “Siapa bilang budaya kita? Hanya untuk horang yang katanyah sok modern ajah….”

@ameliacipo: “namun jangan mengatakan untuk say no to valentine terlalu banyak. Niatnya sih mungkin baik, tapi cukuplah dengan sesama muslim saling menasehati … SEHARUSNYAA”

@Agusazzhaf_: “Mohon maaf saya Muslim, tidak merayakan dan menolak V-Day”

@kematwit: “Bener sekali guys, budaya kita itu kalo akhir bulan makan mie instant indomie, mari bermiebadah hehe”

@bagaspandegaa: “Bodoamat sama #valentinebukanbudayakita. Gua beli coklat mending buat makan sendiri”

@Duta_Hidayad: “Memang benar demikian. Budaya kita adalah Tata Krama, Toleransi, Gotong Royong dan masih banyak lagi. Tak perlu takut dg Valentine. Kecuali kamu bukan orang Indonesia yg tak kenal budayamu sendiri”

@AndikMaulana_00: “Memang bukan, tpi masih ada yg merayakannya. Tpi saya muslim, tidak merayakan itu.”

@kapal_an: “Budaya kita itu tetap ketawa ketiwi walaupun ga punya duit”

@pterichm: “#valentinebukanbudayakita allhamdulillah, seenggaknya jomblo bisa bernafas lega :)”

@nabilasaf: “#valentinebukanbudayakita. Budaya kita itu mencari teman jomblo untuk memanfaatkan diskon di hari valentine.”

@Arjuna_sa: “Yang ngerayain silakan coy, yang muslim jgn, udah gitu aj, yng muslim silakan saling mengingatkan, done”

@BlessVon16: “Islam adalah agama yang sempurna, semua aturan kehidupan ada didalamnya. #valentinebukanbudayakita”

Keterangan foto utama: Ilustratif. Banyak umat Muslim Indonesia nyatakan penolakan terhadap perayaan Valentine. (Foto: Pixabay)

Umat Islam Memang Seharusnya Dilarang Rayakan Valentine

BERLANGGANAN

4 Comments

4 Comments

  1. Ridho

    February 15, 2019 at 11:47 am

    #valentinebukanbudayakita kita tidak boleh mengikuti kebudayaan orang lain

  2. Chanliehai

    February 15, 2019 at 7:09 am

    Setiap hari juga penuh kasih sayang buka tanggal 14pebruari ajj. #valentinebukanbudayakita

  3. Khevin

    February 15, 2019 at 4:38 am

    Benar tu penolakan bagi itu valentine ga bole di rayakan oleh islam

  4. Daffa

    February 15, 2019 at 12:23 am

    #valentinebukanbudayakita biasanya kita adalah snapan gapernah pulang gasik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top