Pilpres 2019
Berita Politik Indonesia

Prabowo Galang Suara TKI di Malaysia untuk Pilpres 2019

Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengumumkan bahwa mereka akan maju dalam Pemilihan Presiden 2019 di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 9 Agustus 2018 (Foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan/via REUTERS)
Berita Internasional >> Prabowo Galang Suara TKI di Malaysia untuk Pilpres 2019

Tim pemenangan Prabowo Subianto berupaya menggalang suara tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia, untuk Pilpres 2019. Malaysia adalah rumah bagi populasi Indonesia terbesar di luar negeri, dengan 700 ribu pekerja yang terdaftar secara resmi. Tetapi secara tidak resmi, jumlahnya diperkirakan di atas dua juta. Karenanya, para pekerja migran Indonesia di Malaysia adalah kelompok penting di antara pemilih di luar negeri bagi kedua kubu.

Baca juga: Persaingan Dua Rival Lama dalam Pilpres 2019

Oleh:  Amy Chew (Channel NewsAsia)

Darsil Abd Muis telah menghabiskan akhir pekan dan seluruh waktu luangnya bersama dengan sekitar 500 sukarelawan di Malaysia, untuk berkampanye untuk calon presiden Prabowo Subianto.

Dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2014, meskipun kalah dari presiden Joko Widodo, namun Prabowo berhasil memenangkan suara di luar negeri di Malaysia.

“Saya berharap Prabowo akan menang lagi pada tahun 2019,” Darsil, kepala cabang Partai Gerindra Malaysia, mengatakan kepada Channel NewsAsia dalam sebuah wawancara.

“Saya mendukung Prabowo karena dia tegas, peduli pada rakyat kecil, toleran secara agama, dan memiliki visi untuk membangun Indonesia,” kata Darsil yang telah bekerja dan tinggal di Malaysia sejak tahun 1988.

Malaysia adalah rumah bagi populasi Indonesia terbesar di luar negeri, dengan 700 ribu pekerja yang terdaftar secara resmi. Tetapi secara tidak resmi, jumlahnya diperkirakan di atas dua juta.

Karenanya, para pekerja migran Indonesia di Malaysia adalah kelompok penting di antara pemilih di luar negeri bagi kedua kubu.

Kepala Gerindra cabang Malaysia Darsil Abd Muis (tengah), bersama dengan para pendukung lainnya. (Foto: Amy Chew)

Darsil mengatakan bahwa upaya untuk meningkatkan profil Prabowo dimulai sejak April 2018, di mana timnya mendekati pekerja pabrik, pekerja konstruksi, dan lainnya di tempat kerja dan tempat tinggal mereka.

“Kami membantu mereka mendaftarkan diri sebagai pemilih. Kami telah membeli lima printer untuk membantu kami dalam upaya ini,” kata Darsil.

“Semua kegiatan ini didanai dengan uang saya sendiri,” katanya.

Bantuan untuk Pekerja Migran

Selain membantu para pekerja mendaftarkan diri, Darsil dan timnya juga membantu para pekerja migran dalam sejumlah masalah lain. Itu termasuk membantu mereka mendapatkan paspor Indonesia baru ketika mereka ditipu oleh agen mereka dan dibiarkan tidak berdokumen di Malaysia.

“Seperti yang Anda tahu, banyak pekerja yang datang ke Malaysia akhirnya ditipu oleh agen yang mengambil uang mereka, paspor, dan kemudian menghilang. Kami membantu mereka mendapatkan paspor baru dari kedutaan,” kata Darsil.

Gerindra memiliki rekam jejak untuk membantu para pekerja migran di Malaysia.

Elektabilitas Prabowo yang kuat di Malaysia pada tahun 2014, sebagian dapat dikaitkan dengan upayanya menyelamatkan seorang pekerja migran dari hukuman mati. Dia secara pribadi menyewa seorang pengacara tinggi untuk membela pekerja migran itu di pengadilan.

Pekerja migran tersebut, Wilfrida Soik, dibebaskan dari hukuman mati karena membunuh majikannya yang disebut melecehkannya.

Tim Jokowi Juga Berusaha

Sementara itu, presiden petahana—yang dikenal sebagai Jokowi—juga membentuk tim kampanye di Malaysia September lalu.

“Kami membantu para pekerja migran yang sakit, korban perdagangan manusia, serta membantu mereka mengirim pulang jasad pekerja yang meninggal (di Malaysia) ke desa masing-masing,” ujar Tengku Adnan, penasihat Tim Kampanye Luar Negeri Jokowi, kepada Channel NewsAsia.

Tengku Adnan adalah anggota partai Nasional Demokrat (NasDem), yang merupakan bagian dari koalisi sembilan partai yang mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.

Dia mengatakan bahwa tim tersebut juga membantu para pekerja untuk mendapatkan paspor baru dan mengadakan program pendidikan gratis untuk anak-anak pekerja migran di Sabah, Sarawak, dan Semenanjung.

Tim Jokowi juga mengunjungi para pekerja migran di lokasi konstruksi, asrama di pabrik, dan lainnya.

Selain memperluas layanan kesejahteraan sosial, mereka juga menghabiskan waktu dalam menjelaskan kebijakan Jokowi dan apa yang telah dicapainya dalam membangun negara.

“Kami juga meluruskan berita yang beredar, yang merupakan hoaks, dengan memberi mereka fakta dari sumber yang terverifikasi,” kata Tengku Adnan.

“Ini (berita palsu) adalah tantangan besar yang harus kita hadapi dan atasi, meskipun itu sulit,” tambahnya.

Para Pendukung Prabowo Jauh Lebih ‘Militan’ dalam Kampanye

Presiden Joko Widodo berbicara kepada awak media di Jakarta. (Foto: Kantor Presiden)

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang mensurvei 1.200 responden dari tanggal 12 hingga 19 Agustus 2018, 52,2 persen memilih Jokowi dan pasangannya, Ma’ruf Amin.

Hanya 29,5 persen yang memilih Prabowo dan pasangannya Sandiaga Uno. Sisanya 18,3 persen ragu-ragu atau lebih memilih tidak menjawab.

Terdapat lebih dari 190 juta pemilih yang memenuhi syarat di negara kepulauan yang luas ini.

Semangat para pendukung Prabowo di Malaysia menggarisbawahi komitmen mereka untuk menutup kesenjangan itu.

Darsil hadir saat wawancara bersama lebih dari 10 pendukung yang dengan antusias menyatakan dukungan mereka untuk Prabowo.

Kantor Gerindra Kuala Lumpur pertama kali didirikan pada tahun 2009. Kantor ini ditutup pada tahun 2014, tetapi operasinya dilanjutkan pada bulan Desember 2017.

Hingga saat ini, partai tersebut telah membuka cabang di Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Cabang Brunei dijadwalkan akan dibuka bulan ini, menurut Darsil.

Persahabatan Prabowo dengan Anwar

Para pendukung Prabowo juga berbicara dengan antusias tentang persahabatannya yang lama dengan calon Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Darsil dan timnya percaya jika Prabowo memenangkan pemilihan presiden bulan April mendatang dan Anwar mengambil alih kekuasaan di Malaysia, kehidupan akan meningkat bagi para pekerja Indonesia di Malaysia.

Baca juga: Pratinjau 2019: Pilpres 2019, K-Pop, #MeToo dan Lainnya

“Kami percaya jika Prabowo menjadi presiden dan Anwar menjadi PM, nasib pekerja Indonesia akan jauh lebih baik karena Anwar memiliki pemahaman yang baik tentang kondisi mereka melalui persahabatan jangka panjangnya dengan Prabowo,” klaim Darsil.

Pada tahun 2018, Prabowo melakukan dua kunjungan pribadi dengan Anwar setelah pembebasannya dari penjara.

Kemudian, Anwar mencuit: “Dikunjungi oleh teman lama saya, yang juga Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor.”

Keterangan foto utama: Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengumumkan bahwa mereka akan maju dalam Pemilihan Presiden 2019 di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 9 Agustus 2018 (Foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan/via REUTERS)

Prabowo Galang Suara TKI di Malaysia untuk Pilpres 2019

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top