Prancis Tingkatkan Anggaran Belanja Pertahanan Lebih dari 40%
Eropa

Prancis Tingkatkan Anggaran Belanja Pertahanan Lebih dari 40%

Prancis mengumumkan pada Rabu (7/2), bahwa pihaknya akan meningkatkan anggaran belanja pertahanan sebesar lebih dari 40 persen, setelah ada keluhan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bahwa Eropa tidak berusaha keras seperti yang lain. Kenaikan belanja Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron ini menandai peralihan, setelah bertahun-tahun mengurangi anggaran belanja, yang menyebabkan ketegangan di antara negara-negara.

Oleh: AFP/France 24

Prancis pada Rabu (7/2) mengumumkan rencana untuk meningkatkan anggaran belanja pertahanan lebih dari 40 persen, sesuai dengan target NATO, setelah ada keluhan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bahwa Eropa tidak berusaha keras seperti yang lain.

Anggota NATO Eropa mendapat tekanan dari Trump untuk meringankan beban AS, yang saat ini menyumbang sekitar 70 persen dari keseluruhan pengeluaran pertahanan gabungan NATO.

Pemerintah Prancis mengumumkan sebuah RUU yang meningkatkan pengeluaran untuk angkatan bersenjata dari 34,2 miliar euro ($42 miliar) pada tahun 2018, menjadi 50 miliar euro pada tahun 2025, dengan mengambil anggaran pertahanan 1,82 persen dari PDB, di mana target NATO saat ini sebesar dua persen.

Prancis dan Inggris yang bersenjata nuklir adalah kekuatan militer terbesar di Uni Eropa.

Kenaikan belanja Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron menandai peralihan, setelah bertahun-tahun mengurangi anggaran belanja, yang menyebabkan ketegangan di antara negara-negara.

Tahun lalu, kepala angkatan bersenjata mengundurkan diri setelah berselisih dengan Macron karena pengurangan anggaran belanja pertahanan dalam anggaran sementara tahun 2017, yang disepakati setelah kemenangan pemilunya di bulan Mei.

    Baca juga: Dibuat ‘Jengkel’ oleh Prancis, Rouhani Sangkal Tuduhan bahwa Iran Hendak Kuasai Timur Tengah

Macron adalah panglima komando pertama Prancis yang tidak pernah bertugas di militer, di mana ia baru cukup umur ketika wajib militer dibatalkan pada tahun 1997.

Namun dia berulang kali menekankan komitmennya terhadap angkatan bersenjata, yang memerangi para pejuang jihad di Afrika Barat dan Timur Tengah, dan mobilisasi di jalanan Prancis karena ancaman teror dalam negeri.

“Undang-undang perencanaan sebelumnya memberatkan beban militer. Kali ini, kami meminta negara untuk meringankan beban itu dari militer,” kata seorang sumber yang dekat dengan Menteri Pertahanan Florence Parly.

Kementerian Pertahanan berencana untuk menaikkan pembelanjaannya sebesar 1,7 miliar euro per tahun antara tahun 2019 dan 2022, menaikkannya menjadi 3 miliar per tahun antara tahun 2023 dan 2025.

Permasalahan Defisit

Sebagian besar anggaran akan digunakan untuk mengganti baju pelindung yang sudah tua, menambah bahan bakar untuk pesawat terbang dan kapal, serta meningkatkan persenjataan nuklir.

UU tersebut juga mengatur lebih banyak anggaran untuk para tentara, dalam bentuk pelatihan yang lebih baik, akomodasi yang lebih baik untuk keluarga tentara, dan peralatan baru, termasuk rompi anti peluru baru dan kacamata penglihatan malam.

Kenaikan anggaran tersebut akan diseimbangkan dengan komitmen Macron untuk mengurangi penggelontoran dana Prancis yang berlebihan, yang telah membuat negaranya berulang kali melanggar aturan Eropa karena adanya defisit.

Defisit dalam anggaran diperkirakan oleh kementerian ekonomi akan turun menjadi 2,8 persen dari PDB pada tahun 2018, sementara utang publik diperkirakan mencapai 2,2 triliun euro atau setara dengan 96,8 persen dari PDB.

Angkatan bersenjata Prancis ikut berpartisipasi dalam berbagai serangan.

Mereka telah berpartisipasi dalam penyerangan melawan jihadis ISIS, dan sekitar 4.000 tentara sedang memburu ektremis Islam di Barat dan di Afrika Tengah.

    Baca juga: Dari Prancis ke Indonesia, Menandai hari Mei dengan Protes

Sementara itu, di negeri sendiri, 7.000 tentara dikerahkan untuk melakukan patroli di jalanan setelah serangkaian serangan teror sejak tahun 2015, yang telah merenggut lebih dari 240 nyawa.

Keterangan foto utama: Anggota parade Regiment de Cuirassiers 5e saat parade militer Hari Bastille tahunan pada tanggal 14 Juli 2017. (Foto: AFP/Christophe Archambault) 

Prancis Tingkatkan Anggaran Belanja Pertahanan Lebih dari 40%
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top