Presiden Iran
Timur Tengah

Presiden Iran Peringatkan Korea Utara: ‘Jangan Percaya Trump!’

Hassan Rouhani dan Kim Jong-un. (Foto: Reuters/Getty Images)
Berita Internasional >> Presiden Iran Peringatkan Korea Utara: ‘Jangan Percaya Trump!’

Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho, untuk tidak percaya pada Trump selama perundingan Korea Utara dengan Amerika Serikat terkait senjata nuklir. Menurut Rouhani, Amerika adalah negara yang tidak dapat dipercaya dan tidak memenuhi setiap kewajibannya.

Baca juga: Presiden Iran Sebut Trump sebagai ‘Musuh Negara Iran’

Oleh: Mark Moore (New York Post)

Presiden Iran memperingatkan Korea Utara untuk tidak mempercayai Presiden Trump selama negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) mengenai persenjataan nuklirnya, menurut laporan pada Kamis (9/8).

“Kinerja pemerintahan AS dalam tahun-tahun ini telah menyebabkan negara itu dianggap tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diandalkan di seluruh dunia, di mana AS tidak memenuhi setiap kewajibannya,” kata Hassan Rouhani kepada Menteri Luar Negeri Korea Utara, menurut laporan Reuters, mengutip dari media pemerintah Iran.

“Dalam situasi saat ini, negara-negara sahabat harus mengembangkan hubungan dan kerja sama mereka di (masyarakat internasional),” katanya kepada Ri Yong Ho, dan menambahkan bahwa kedua negara tersebut “selalu memiliki hubungan yang dekat.”

Iran menolak seruan AS untuk perundingan pada awal pekan ini, setelah Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Republik Islam tersebut, menyusul penarikan AS dari kesepakatan tahun 2015 yang diperantarai oleh mantan Presiden Barack Obama dan beberapa negara dunia, untuk menahan program nuklir Iran.

Ri tiba di Teheran setelah dilaporkan berselisih dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam pertemuan puncak negara-negara Asia di Singapura selama akhir pekan.

Baca juga: Perbedaan Kontras: Dua Presiden Amerika, Dua Demonstrasi Iran

Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un setuju selama pertemuan pada bulan Juni, untuk melakukan denuklirisasi di semenanjung itu, tetapi para pejabat dari kedua negara telah berselisih mengenai syarat dan ketentuannya sejak saat itu.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengeluh pada Kamis (9/8), bahwa rezim tersebut telah berhenti melakukan uji coba nuklir, berhenti menembakkan rudal, dan membongkar “tempat uji coba nuklir,” tetapi AS terus bersikeras “denuklirisasi adalah yang pertama.”

Ri mengatakan kepada Rouhani, bahwa penarikan diri Trump dari perjanjian dan memberlakukan kembali sanksi adalah “tindakan yang melawan peraturan dan  regulasi internasional,” media Iran melaporkan, menurut Reuters.

“Kebijakan strategis Korea Utara adalah untuk memperdalam hubungan dengan Republik Islam Iran dan menghadapi unilateralisme,” kata Ri.

Keterangan foto utama: Hassan Rouhani dan Kim Jong-un. (Foto: Reuters/Getty Images)

Presiden Iran Peringatkan Korea Utara: ‘Jangan Percaya Trump!’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top