Prancis
Eropa

Protes Rompi Kuning Paris, Prancis Pertimbangkan Status Darurat

Berita Internasional >> Protes Rompi Kuning Paris, Prancis Pertimbangkan Status Darurat

Pemerintah Prancis sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan status darurat. Hal itu sehubungan protes mingguan yang dilakukan kelompok Rompi Kuning. Protes terakhir mereka Sabtu (1/12) berakhir dengan 133 orang terluka dan 400 lebih ditangkap.

Baca juga: Trump Kritik Protes Prancis karena Tidak Fokus pada Prioritas Trump

Oleh: Rory Mulholland (Telegraph)

Prancis sedang mempertimbangkan memberlakukan status darurat untuk menghentikan pengulangan kekerasan di Paris yang meninggalkan petak-petak pusat kota tampak seperti zona perang dan melukai 133 orang.

Presiden Prancis Emmanuel Macron baru saja kembali dari KTT G20 di Argentina pada hari Minggu (2/12) pagi dan langsung pergi ke Arc de Triomphe untuk menilai kerusakan di monumen bersejarah tersebut yang disebabkan oleh protes anti pajak kelompok “rompi kuning.”

Arc de Triomphe, yang terletak di jalan Champs Elysées yang bergengsi, adalah lokasi di mana kekerasan dimulai pada hari Sabtu (1/12) pagi sebelum menyebar hingga distrik Louvre dan Opera.

Di bawah pengamanan ketat, Macron berbicara dengan polisi dan petugas pemadam kebakaran di salah satu jalan dekat Champs Elysées, dengan beberapa penonton bersorak-sorai tetapi cenderung mengejeknya, termasuk pengunjuk rasa mengenakan rompi kuning yang melantunkan, “Macron, segeralah mengundurkan diri!”

Para pria muda, banyak dari mereka dengan wajah mereka yang tertutup topeng, telah berjuang melawan polisi anti huru-hara sepanjang hari Sabtu (1/12) di beberapa tempat paling mewah di ibukota, menghancurkan jendela-jendela toko, menjungkirbalikkan mobil-mobil, serta membakar gedung-gedung dan kendaraan-kendaraan, termasuk setidaknya satu mobil polisi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bersalaman dengan seorang petugas pemadam kebakaran selama kunjungan ke jalan-jalan di Paris. (Foto: AFP/Getty Images/Geoffroy Van Der Hasselt)

Pembersihan jalan mulai dilakukan pada hari Minggu (2/12) untuk membersihkan puing-puing mobil yang terbakar, pecahan kaca, dan sisa-sisa barikade dari hari kerusuhan terburuk dalam satu dekade yang menyebabkan lebih dari 400 orang ditangkap.

Macron dijadwalkan mengadakan pertemuan makan siang dengan Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan pejabat Dinas Keamanan di istana presiden Elysée untuk membahas kerusuhan di Paris dan banyak daerah lainnya di Prancis.

Ketika ditanya apakah pemerintah Prancis mungkin memberlakukan keadaan darurat, juru bicara pemerintah Benjamin Griveaux mengatakan hal itu akan menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam pertemuan Elysée.

“Sudah jelas bahwa setiap akhir pekan menjadi pertemuan atau ritual untuk kekerasan,” katanya.

Komentar itu muncul ketika seruan diteriakkan di media sosial untuk “rompi kuning,” yang pemberontakannya dipicu oleh kenaikan pajak bahan bakar yang telah direncanakan, untuk bertemu lagi hari Sabtu depan di Champs Elysées.

Gerakan rompi kuning, yang dimulai hanya beberapa minggu lalu, telah berubah menjadi front oposisi yang luas untuk menentang Macron, seorang sentris pro-bisnis berusia 40 tahun yang terpilih pada bulan Mei 2017 yang dituduh sebagai “presiden orang kaya” dan mengabaikan rakyat Prancis pada umumnya.

Para pengunjuk rasa merusak kota dengan slogan-slogan seperti “rompi kuning akan menang.” (Foto: AFP/Getty Images/Geoffroy Van Der Hasselt)

Kelompok anarkis yang keras dan kelompok sayap kanan sejak itu telah menyusup ke dalam gerakan rompi kuning dan diperkirakan berada di belakang banyak bentrokan hari Sabtu di Paris. Macron menghadapi dilema dalam bagaimana menanggapi gerakan rompi kuning, paling tidak karena mereka adalah gerakan akar rumput tanpa pemimpin formal dan serangkaian tuntutan yang luas.

Baca juga: [Berita Foto] Demonstrasi Prancis: Polisi Gunakan Gas Airmata dan Meriam Air

Diperkirakan 75 ribu demonstran, sebagian besar dari mereka melakukan aksi dengan damai, terlihat di seluruh penjuru negeri pada hari Sabtu (1/12), menurut Kementerian Dalam Negeri.

Keterangan foto utama: Bentrok antara para demonstran dengan polisi anti huru-hara di Arc de Triomphe. (Foto: AFP/Getty Images/Abdulmonam Eassa)

Protes Rompi Kuning Paris, Prancis Pertimbangkan Status Darurat

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top