Proyek Trump Tower
Amerika

Proyek Trump Tower Moskow dan Kebohongan Cohen, Kenapa Begitu Heboh?

Berita Internasional >> Proyek Trump Tower Moskow dan Kebohongan Cohen, Kenapa Begitu Heboh?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berkeinginan untuk membangun Trump Tower di Moskow, Rusia. Upayanya untuk mencapai kesepakatan itu kemudian membuka kemungkinan kolusi dengan Rusia–dan membuatnya memenangkan pemilihan preisden AS. Berikut semua yang perlu Anda ketahui tentang upaya Trump untuk berbisnis di Rusia.

Baca juga: Pengacara Terbukti Salah, Trump Berniat Bangun Trump Tower di Rusia

Oleh: Alex Ward (Vox)

Pengakuan bersalah Michael Cohen dalam investigasi penasihat khusus Robert Mueller November lalu, mengancam akan mengungkap kemungkinan alasan mengapa Presiden Donald Trump dengan gigih menginginkan hubungan persahabatan dengan Rusia—dan perjanjian real estat yang telah lama dicari.

Dokumen pengadilan yang diajukan oleh Mueller menyatakan bahwa Cohen—mantan pengacara pribadi dan pemecah masalah Trump—berbohong kepada Kongres setidaknya tiga kali secara terpisah, tentang rencana untuk membangun Trump Tower Moskow dengan nama Trump secara menonjol ditampilkan di atas.

Pada Kamis (17/1) malam, Buzzfeed News menjelaskan mengapa Cohen berbohong: karena Presiden Donald Trump menyuruhnya. Menurut laporan itu, Trump “mengarahkan” dan “secara pribadi menginstruksikan” Cohen untuk berbohong kepada Kongres dengan tujuan tegas, “mengaburkan keterlibatan Trump” dalam proyek Trump Tower Moskow. Rupanya Cohen mengonfirmasi semua ini dalam wawancara dengan tim Mueller.

Jadi inilah yang kita ketahui: Cohen bersaksi kepada Kongres bahwa negosiasi untuk membangun gedung tertinggi di Eropa tersebut terhenti pada Januari 2016. Namun, surel dan komunikasi lain yang diperoleh dari berbagai outlet berita—dan sekarang pada dasarnya dikonfirmasi oleh Cohen—menunjukkan bahwa negosiasi itu sebenarnya berlangsung lebih lama: hingga setidaknya Juni 2016, setelah Trump sudah menjadi calon presiden dari Partai Republik.

Dan BuzzFeed News melaporkan pada Kamis (17/1), bahwa perusahaan Trump berencana untuk memberikan sebuah rumah senilai $50 juta di gedung tersebut kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Itu penting karena memberikan pencerahan mengenai pujian Trump terhadap Rusia dan Putin—apa yang paling menggerakkan kehangatan itu mungkin adalah keuntungan pribadi. Terlebih lagi, sangat mungkin bahwa Trump tahu orang dekat yang rela berbohong kepada Kongres sebelumnya dalam penyelidikan ini.

Sepertinya Mueller juga sangat menyadari komunikasi itu—dan dia sekarang memiliki kerja sama penuh Cohen. Itu bisa menimbulkan masalah bagi Trump, karena dia sudah lama mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukan sesuatu dengan Rusia, tetapi itu jelas bukan masalahnya.

Namun Trump tampaknya tidak terpengaruh. Setelah pengakuan bersalah Cohen diumumkan November lalu, Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia tidak pernah benar-benar peduli tentang proyek Trump Tower, dan hanya berfokus untuk mencalonkan diri sebagai presiden. “Saya tidak berusaha menyembunyikan apa pun,” katanya, dan menambahkan bahwa “kami memutuskan—pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak melakukannya. Tidak akan ada yang salah jika saya melakukannya.”

Laporan BuzzFeed News, meski begitu, menunjukkan bahwa Trump mungkin telah mencoba untuk mengaburkan keterlibatannya dalam kesepakatan tersebut.

Yang lebih jelas sekarang adalah bahwa Cohen tidak hanya berbicara kepada Trump tentang rencana-rencana selama kampanye, tetapi Organisasi Trump berhubungan dengan para pejabat tinggi Rusia pada saat yang sama.

Secara keseluruhan, sangat mungkin bahwa keinginan Trump untuk hubungan persahabatan Amerika Serikat (AS)-Rusia kurang terkait dengan apa yang baik bagi Amerika, dan lebih kepada apa yang baik baginya.

Berikut ini adalah ulasan bertahun-tahun mengenai bisnis yang coba dilakukan Trump di Rusia, apa secara spesifik kebohongan Cohen, mengapa ia berbohong—dan bagaimana hal itu dapat berdampak pada presiden.

Michael Cohen, mantan pengacara dan pemecah masalah Presiden Donald Trump, mengaku bersalah karena berbohong tentang proyek Trump Tower Moskow pada 29 November 2018. (Foto: Getty Images/Drew Angerer)

Trump ingin membangun di Moskow selama beberapa dekade

Sebelum kita sampai pada kebohongan Cohen tentang apa yang disebut proyek “Trump Tower Moskow”, penting untuk mengetahui hal ini: Klaim presiden bahwa dia tidak pernah peduli untuk membangun sesuatu di Rusia, tidak sesuai dengan banyak usahanya yang gagal untuk melakukannya lebih dari 30 tahun.

“Rusia adalah salah satu tempat terpanas di dunia untuk investasi,” kata Trump dalam deposisi tahun 2007. “Kami akan berada di Moskow suatu saat.”

Mari kita mulai dari awal. Dalam bukunya tahun 1987 The Art of the Deal, misalnya, Trump menulis bahwa ia berbicara dengan Duta Besar Soviet saat itu, Yuri Dubinin “tentang membangun sebuah hotel mewah besar di seberang jalan dari Kremlin, dalam kemitraan dengan pemerintah Soviet.” Trump sebenarnya pergi ke negara tersebut tahun itu untuk mencari lokasi.

Itu tidak berhasil, tetapi dia terus berusaha. Pada tahun 1996, Organisasi Trump secara singkat mengeksplorasi potensi kesepakatan, tetapi terbukti sia-sia.

Pada tahun 2005, perusahaan Trump menandatangani kontrak satu tahun dengan Bayrock Group untuk mendorong proyek konstruksi di Moskow. Salah satu pemimpin perusahaan real estat itu adalah pebisnis kelahiran Rusia yang memiliki hubungan mafia, Felix Sater. Bekerja dengan investor Rusia, Sater menemukan sebuah pabrik pensil tua yang dia yakini dapat dihancurkan dan diganti dengan gedung pencakar langit yang mewah.

Sater dan Trump menumbuhkan hubungan mereka selama waktu itu, kata Sater saat bersumpah dalam kasus pencemaran nama baik yang tidak berhubungan. Dia juga ingat terus memberi informasi kepada Trump tentang kemajuan kesepakatan itu.

“Saya menangani semua negosiasi,” katanya. Dia menambahkan bahwa interaksinya dengan Trump “lebih banyak mengenai pembaruan verbal ketika saya kembali, datang ke kantor Trump dan mengatakan padanya, Anda tahu, ‘Bergerak maju dalam kesepakatan Moskow.’ Dan dia akan berkata, ‘Baiklah.’ ”

“Saya menunjukkan kepadanya foto-foto, saya menunjukkan kepadanya lokasi itu, menunjukkan kepadanya pemandangan dari lokasi tersebut. Ini sangat spektakuler,” lanjutnya.

Emin Agalarov, Donald Trump, dan Aras Agalarov menghadiri karpet merah di Kontes Kecantikan Miss Universe 2013 pada 9 November 2013, di Moskow. (Foto: Getty Images/Victor Boyko)

Kesepakatan itu tidak pernah terwujud, tetapi Sater akan tetap berada di orbit Organisasi Trump. Pada tahun 2006, Donald Trump Jr dan Ivanka Trump bepergian dengan Sater di Moskow. Saat berada di sana, Sater membawa anak-anak Trump dalam perjalanan ke Kremlin—di mana Ivanka bahkan duduk dan berputar-putar di kursi Putin sementara Presiden Rusia itu tidak ada di sana.

(Vox menghubungi Sater untuk meminta komentar, tetapi ia belum menanggapi pada waktu publikasi.)

Pada November 2013, Trump melakukan perjalanan ke Moskow untuk kontes Miss Universe. Di sekitar waktu inilah keinginan Trump untuk melakukan bisnis di Rusia tampaknya tumbuh lebih kuat.

Beberapa bulan sebelum pergi, Trump menulis tweet harapannya bahwa ia dan Putin akan menjadi dekat di acara tersebut. Karena tidak ada kesepakatan besar di Rusia yang benar-benar dilakukan tanpa dukungan tingkat tinggi dari Kremlin, Trump pasti tahu bahwa hubungan yang baik dengan Putin akan menghilangkan hambatan menuju kesepakatan akhir.

Dan meskipun selama perjalanan itu, Trump hanya menghabiskan dua malam di Ritz-Carlton di Moskow—tempat beberapa tuduhan cabul terhadapnya terjadi—tapi banyak yang terjadi. Pertama, dua tokoh real estat—Alex Sapir dan Rotem Rosen, yang keduanya memiliki koneksi dengan para pengikut Putin—bergabung dengan Trump di Rusia dan bekerja untuk mewujudkan kesepakatan real estat.

Trump juga merekam bagian kecil dalam sebuah video musik untuk bintang pop Emin Agalarov, putra Aras Agalarov, seorang pengusaha miliarder Rusia yang memiliki hubungan dengan Putin. Aras sebelumnya mengklaim bahwa ia membantu Trump bertemu dengan para pemimpin bisnis lokal dan asing untuk membahas peluang real estat.

Setelah itu, Trump menulis tweet kesenangannya dengan perjalanan tersebut dan Agalarov—bahkan merujuk keinginannya untuk masa depan “TRUMP TOWER-MOSCOW.”

Namun, masih belum ada kesepakatan real estat yang terwujud.

Perusahaan Trump membuat tawaran menara Moskow 2015

Trump mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada Juli 2015—dan Sater melihat peluang.

“Saya pikir, dia ada di berita, namanya menghasilkan banyak pers yang bagus,” kata Sater kepada BuzzFeed News pada 17 Mei. “Banyak orang Rusia tidak mau membayar biaya lisensi premium untuk menaruh nama Donald di gedung mereka. Sekarang mungkin mereka mau.”

Di sinilah Michael Cohen benar-benar masuk ke dalam cerita.

Sater mengadakan pertemuan dengan Cohen—yang pada saat itu mewakili Trump—pada bulan September 2015 untuk membahas apakah Trump melisensikan namanya di sebuah bangunan buatan Rusia. Perusahaan Trump tidak akan benar-benar membangun menara, tetapi akan menempatkan namanya pada bangunan dan menerima sebagian dari pendapatan yang dihasilkannya. Kedua pria itu mencapai kesepakatan: Sater akan menemukan pengembang dan pemodal untuk proyek tersebut, sementara Cohen akan memastikan Trump menandatangani perjanjian akhir.

Sater sangat percaya diri. “Saya akan memasukkan Putin ke program ini dan kami akan membuat Donald terpilih,” Sater mengirim surel kepada Cohen. “Sobat, bocah lelaki kita bisa menjadi Presiden Amerika Serikat dan kita bisa merekayasanya. Saya akan meminta semua tim Putin untuk ikut serta dalam hal ini.”

Pengusaha kelahiran Rusia ini melakukan kontaknya, dan pada 12 Oktober 2015, ia mengirim surel kepada Cohen bahwa Putin dan seorang “perwakilan tinggi” akan bertemu dengan seorang pengganti Sater di Moskow. Terlebih lagi, bank Rusia—VTB Bank—akan mendanai proyek tersebut. (Ketua bank, Andrey Kostin, bagaimanapun, menyangkal pernah bertemu Sater dan mengatakan bahwa organisasinya tidak pernah terlibat dalam rencana Trump Tower.)

Satu hari kemudian, Sater mengirim surat niat (letter of intent) yang tidak mengikat, ditandatangani oleh Andrey Rozov, seorang pengembang Moskow yang kaya, ke Cohen. Dokumen setebal 17 halaman itu akan memungkinkan Cohen untuk menegosiasikan kesepakatan lisensi dengan Rusia begitu Trump menandatanganinya. Beberapa proposal di dalamnya mencolok, termasuk bahwa menara itu akan setinggi 100 lantai dengan puncak runcing, dan bahwa setiap spa atau area kebugaran diberi merek “The Spa by Ivanka Trump.”

Trump akhirnya menandatangani letter of intent tersebut pada 28 Oktober 2015—hari yang sama dengan debat presiden ketiga Partai Republik. Pada 18 Desember 2018, CNN memperoleh salinan surat yang ditandatangani. Cohen sesudahnya menulis kepada Sater dan Rozov bahwa “kami benar-benar menantikan kesempatan yang luar biasa ini.”

“Semuanya akan dinegosiasikan dan didiskusikan bukan dengan para penjilat, tetapi dengan orang-orang yang akan makan malam dengan Putin dan mendiskusikan masalah-masalah tersebut dan mendapatkan persetujuan,” tulis Sater kepada Cohen pada 3 November. “Langkah selanjutnya sangatlah sensitif bersama dengan orang-orang yang sangat dekat dengan Putin. Kita bisa melakukan ini.”

Mereka akhirnya berselisih, sebagian karena Sater tidak bisa melakukannya. Upaya itu mati.

Cohen berbohong tentang upaya “Trump Tower Moskow” 2015

Jadi ada upaya-upaya oleh Organisasi Trump selama bertahun-tahun untuk mengembangkan properti Trump Tower. Bukan masalah besar, kan? Bagaimanapun, Trump adalah seorang pengusaha real estat untuk sebagian besar hidupnya—mengembangkan properti real estat adalah apa yang dia lakukan. Apa yang salah dengan itu?

Dengan sendirinya, mungkin tidak ada. Namun, pertanyaan kritisnya adalah, apakah keinginan Trump untuk mengembangkan properti ini mengkompromikan dirinya selama kampanye presiden—membuatnya lebih rentan terhadap upaya Kremlin untuk mempengaruhi hasil pemilu 2016.

Itulah salah satu pertanyaan kunci yang diselidiki oleh penyelidikan penasihat khusus—dan penyelidikan Kongres yang paralel—yang berusaha untuk dijawab.

Untuk itu, Kongres memanggil Cohen untuk memberikan kesaksian di hadapan mereka secara tertutup tahun lalu.

Menurut pengajuan pengadilan Mueller pada Kamis (17/1), Cohen mengirim surat dua halaman ke komite intelijen DPR dan Senat pada atau sekitar 28 Agustus 2017, di mana ia menjawab pertanyaan tentang kesepakatan Moskow.

Berikut adalah tiga hal penting yang dikatakan Cohen dalam surat itu, per tim Mueller:

  1. Proyek Trump Tower Moskow berakhir pada Januari 2016 dan tidak dibahas secara luas dengan orang lain di Organisasi Trump.
  2. Cohen “tidak pernah setuju” untuk melakukan perjalanan ke Rusia sehubungan dengan proyek Moskow, dan “tidak pernah mempertimbangkan” meminta Trump untuk melakukan perjalanan untuk proyek tersebut.
  3. Cohen “tidak mengingat tanggapan pemerintah Rusia atau kontak tentang Proyek Moskow.”

Sekarang kita tahu bahwa semua pernyataan itu bohong. Dan kita tahu itu karena Cohen menyerahkannya di pengadilan pada Kamis (17/1). “Saya membuat pernyataan ini agar konsisten dengan pesan politik Individual-1 dan untuk loyal kepada Individual-1,” katanya kepada pengadilan federal (“Individual-1” mengacu pada Trump).

Tim penasihat khusus Robert Mueller mengatakan bahwa Cohen berbohong tentang tiga aspek Trump Tower dalam kesepakatan Moskow. (Foto: Getty/Alex Wong)

Inilah yang sebenarnya terjadi, menurut Cohen:

Pertama, diskusi tentang proyek Trump Tower Moskow dimulai jauh saat kampanye presiden –setidaknya hingga Juni 2016—dan tidak berakhir pada bulan Januari seperti yang dinyatakan Cohen sebelumnya. Dia juga mengakui bahwa dia berbicara dengan Trump lebih dari tiga kali tentang proyek tersebut—lebih dari yang dia akui sebelumnya—dan bahkan memberi pengarahan kepada anggota keluarga presiden.

Terlebih lagi, pengajuan pengadilan mengatakan bahwa Cohen dan “Individual-2″—kemungkinan besar Sater—”paling lambat pada Juni 2016… membahas upaya untuk mendapatkan persetujuan pemerintah Rusia untuk Proyek Moskow.”

Kedua, Cohen mempertimbangkan untuk bepergian ke Rusia dan membawa Trump bersamanya. Cohen juga bertanya kepada seorang pejabat kampanye senior tentang kemungkinan Trump melakukan perjalanan bisnis ke Rusia.

Semakin buruk: Pengajuan Mueller berisi beberapa contoh Cohen dan Sater (“Individu-2”) mengirim surel pada Mei 2016 tentang rencana perjalanan Cohen ke Rusia. Dalam satu pesan, Sater mengatakan kepada Cohen bahwa seorang pejabat Rusia ingin bertemu dengannya di sebuah konferensi, dan “mungkin memperkenalkannya” kepada Presiden Rusia atau Perdana Menteri Rusia, “karena mereka tidak yakin apakah 1 atau keduanya akan ada di sana.”

Dia awalnya setuju untuk pergi. Tetapi pada 14 Juni 2016, dia memberi tahu Sater bahwa dia tidak akan bepergian ke Rusia. Itu waktu yang menarik, karena pada hari yang sama, The Washington Post melaporkan bahwa Rusia meretas jaringan komputer Komite Nasional Demokrat.

Baca juga: Kantor Penyelidikan Mueller: Laporan Buzzfeed tentang Cohen Tidak Akurat

Ketiga, para pejabat pemerintah Rusia menanggapi pertanyaan Cohen tentang proyek Moskow. Sekitar 14 Januari 2016, Cohen mengirim surel ke kantor “Pejabat Rusia 1″—hampir pasti Dmitry Peskov, sekretaris pers dan penasihat tepercaya Putin—untuk mencari bantuan terkait kesepakatan menara tersebut.

“Saya dengan ini meminta bantuan Anda,” tulis Cohen. “Saya dengan hormat meminta seseorang—Anda sendiri lebih baik—untuk menghubungi saya sehingga saya dapat membahas secara spesifik serta mengatur pertemuan dengan individu yang sesuai.”

Sekitar enam hari kemudian, seorang asisten Peskov membalas permintaan Cohen itu. Dia melakukannya sesaat setelah menerima surel tersebut, dan mereka berbicara selama sekitar 20 menit di mana dia menguraikan bagaimana kantor asisten itu dapat membantu memajukan kesepakatan tersebut.

Kremlin awalnya menyangkal pernah menanggapi Cohen, di mana Peskov mengatakan pada 30 Agustus 2017, bahwa “kami tidak bereaksi terhadap topik bisnis seperti itu.” Namun pada Kamis (17/1), tak lama setelah Cohen mengaku bersalah, Peskov mengubah cerita. “Kemudian kami menelepon dan bertanya mengapa mereka ingin mengadakan pertemuan di bidang administrasi kepresidenan, dan menjelaskan bahwa kami tidak ada hubungannya dengan masalah konstruksi di Kota Moskow,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Jadi mengapa Cohen berbohong tentang proyek Trump Tower Moskow?

Para ahli yang saya ajak bicara mengatakan bahwa Cohen punya alasan bagus untuk ingin terus berupaya mengembangkan proyek Trump Tower Moskow secara rahasia: Karena itu terlihat buruk. Seorang perwakilan Trump yang berusaha untuk merahasiakan kesepakatan bisnis yang menguntungkan dengan Rusia yang terkait erat dengan Putin atas nama Trump selama pemilihan presiden 2016—sementara Trump berulang kali memperjuangkan hubungan Washington-Moskow yang lebih baik dalam pidato kampanye—mungkin tidak akan cocok dengan para penyelidik kongres.

Jadi, bukannya mengatakan yang sebenarnya kepada Kongres dan yang lainnya, Cohen memilih untuk berbohong.

Tapi sekarang, dia telah jujur. Mungkin Cohen mengaku tentang upaya Trump Tower Moskow dengan harapan mengurangi hukumannya karena berbohong kepada Kongres. George Stephanopoulos dari ABC melaporkan pada Kamis (17/1), bahwa Cohen sekarang akan memberikan “puluhan jam kesaksian yang berpotensi merusak” Trump.

Namun, Trump masih membela motivasi perusahaannya dalam membuat kesepakatan di Rusia.

“Ada peluang bahwa saya tidak akan memenangkan (pemilu), dalam hal ini saya akan kembali ke bisnis,” katanya kepada para wartawan, Kamis (17/1). “Dan mengapa saya harus kehilangan banyak peluang?”

Mueller mungkin melihatnya secara berbeda.

Keterangan foto utama: Logo Trump Hotel diproyeksikan di dinding di Trump Tower pada 5 Juni 2017, di New York, sebelum konferensi pers yang mengumumkan perluasan jaringan hotel tersebut. (Foto: AP/Kathy Willens)

Proyek Trump Tower Moskow dan Kebohongan Cohen, Kenapa Begitu Heboh?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top