Putin: ‘Rudal Baru Rusia Tak Langgar Perjanjian INF’
Eropa

Putin: ‘Rudal Baru Rusia Tak Langgar Perjanjian INF’

Sebuah rudal Iskander-K Rusia diluncurkan selama latihan militer di Luzhsky Range, dekat St. Petersburg, Rusia. Presiden Vladimir Putin membantah klaim AS bahwa Rusia telah melanggar Perjanjian Angkatan Nuklir Angkatan Bersenjata 1987 dengan mengembangkan rudal jelajah baru, dan mengatakan bahwa Rusia memiliki senjata lain yang memiliki kekuatan dapat melakukan serangan yang sama. (Foto: AP/Russian Defense Ministry Press Service)
Berita Internasional >> Putin: ‘Rudal Baru Rusia Tak Langgar Perjanjian INF’

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa rudal rusia tidak melanggar Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF), seperti yang dikatakan oleh Amerika Serikat. AS sebelumnya mengklaim bahwa rudal jelajah 9M729 milik Rusia melanggar INF, yang melarang semua rudal darat dan rudal balistik dengan kisaran jarak 300 hingga 3.400 mil. Putin membantahnya dan mengatakan bahwa Rusia kini memiliki senjata berbasis udara dan laut yang mirip dan yang dapat melakukan serangan yang sama dengan rudal berbasis darat.

Oleh: Vladimir Isachenkov (The Associated Press/Military Times)

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (18/12) membantah klaim Amerika Serikat (AS), bahwa Rusia mengembangkan rudal jelajah baru yang melanggar perjanjian nuklir, dengan alasan bahwa Rusia tidak membutuhkan senjata darat karena sudah memiliki rudal serupa di kapal dan pesawatnya.

Pemerintah AS bulan ini memperingatkan bahwa pihaknya akan menangguhkan kewajibannya di bawah Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) dalam 60 hari, jika Rusia tidak kembali patuh pada perjanjian tersebut. AS mengklaim bahwa rudal jelajah 9M729 melanggar INF, yang melarang semua rudal darat dan rudal balistik dengan kisaran jarak 300 hingga 3.400 mil.

Pemerintah Rusia telah berulang kali membantah tuduhan itu. Berbicara kepada petinggi militer Rusia pada Selasa (18/12), Putin membantah klaim AS bahwa Rusia telah mengembangkan rudal jelajah berbasis darat, dan mengatakan bahwa Rusia kini memiliki senjata berbasis udara dan laut yang mirip dan yang dapat melakukan serangan yang sama dengan rudal berbasis darat.

Putin mengatakan bahwa militer Rusia telah berhasil menguji coba peluncuran udara Kh-101 dan rudal jelajah Kalibr yang diluncurkan di laut dengan kisaran 4.500 kilometer (2.790 mil), dalam pertempuran di Suriah.

“Itu mungkin membuat mitra kami khawatir, tetapi itu tidak melanggar perjanjian INF,” kata Putin.

Baca Juga: 5 Hal yang Dipikirkan Rusia Terkait Mundurnya Amerika dari Perjanjian Nuklir

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan staf militer utama di markas besar Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow, Rusia, pada Selasa (18/12). Putin mengatakan bahwa senjata baru Rusia tidak memiliki ekuivalen asing, dan membantu memastikan keamanan negara selama beberapa dekade mendatang. (Foto: Sputnik/AP/Kremlin Pool Photo /Mikhail Klimentyev)

Putin mengatakan bahwa perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev tersebut, tidak membatasi rudal jelajah laut dan udara—yang tidak dimiliki Uni Soviet pada saat itu namun dimiliki Amerika Serikat dalam jumlah yang signifikan.

Presiden Rusia itu berpendapat bahwa perjanjian tersebut mewakili “perlucutan senjata sepihak” untuk Uni Soviet, dan menambahkan: “Hanya Tuhan yang tahu mengapa pimpinan Soviet melakukannya.”

Dia menekankan bahwa dengan pengebom strategis Rusia dan kapal angkatan laut yang sekarang dipersenjatai dengan rudal jelajah jarak jauh, hal itu membuat pengembangan senjata darat yang serupa menjadi mubazir.

“Tidak ada bedanya jika kami memiliki kapal selam yang bersenjata Kalibr atau pesawat yang membawa rudal atau senjata serupa ke darat,” katanya. “Kami bisa menyerang target mana pun dalam jangkauan 4.500 kilometer dari wilayah Rusia.”

Putin juga menambahkan bahwa Rusia dapat dengan mudah membangun rudal berbasis darat jika AS memilih keluar dari Perjanjian INF, yang ia gambarkan sebagai faktor penstabil utama.

“Jika kami memiliki sistem udara dan laut yang diluncurkan, tidak akan sulit bagi kami untuk melakukan penelitian dan pengembangan untuk menempatkan mereka di darat jika diperlukan,” katanya.

Putin menambahkan bahwa Rusia juga memiliki senjata baru lainnya yang tidak dilarang oleh INF, seperti rudal hipersonik Kinzhal yang diluncurkan dari udara dan kendaraan hipersonik Avangard, dan mengatakan bahwa mereka telah secara signifikan memperkuat kemampuan militer Rusia.

“Belum ada yang memiliki senjata hipersonik seperti itu, tetapi kami telah memilikinya,” katanya.

Kinzhal telah dikerahkan oleh militer, yang menempatkannya di skuadron jet tempur MiG-31.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pada Selasa (18/12), bahwa pesawat yang membawa rudal telah menerbangkan 89 misi patroli di atas Kaspia dan Laut Hitam tahun ini.

Shoigu mengatakan bahwa Avangard akan dikerahkan oleh militer di tahun depan.

Putin menyarankan bahwa negara-negara lain yang membangun rudal jarak menengah harus terlibat dalam pembicaraan tentang kemungkinan perjanjian baru.

“Mengapa tidak memulai pembicaraan tentang penerimaan mereka terhadap perjanjian tersebut, atau mendiskusikan parameter dari perjanjian baru?” katanya.

Baca Juga: Amerika Tolak Permohonan Rusia untuk Tetap dalam Perjanjian Senjata Nuklir

Keterangan foto utama: Sebuah rudal Iskander-K Rusia diluncurkan selama latihan militer di Luzhsky Range, dekat St. Petersburg, Rusia. Presiden Vladimir Putin membantah klaim AS bahwa Rusia telah melanggar Perjanjian Angkatan Nuklir Angkatan Bersenjata 1987 dengan mengembangkan rudal jelajah baru, dan mengatakan bahwa Rusia memiliki senjata lain yang memiliki kekuatan dapat melakukan serangan yang sama. (Foto: AP/Russian Defense Ministry Press Service)

Putin: ‘Rudal Baru Rusia Tak Langgar Perjanjian INF’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top